10 Keahlian Wajib Bagi Praktisi Public Relations & Corporate Communication

 

Banyak keahlian tambahan yang harus dimiliki oleh pelaku komunikasi di era media sosial ini, khususnya bagi Public Relations atau corporate communication. Bisa dikatakan, media sosial telah banyak mengubah bisnis! Inilah yang membuat saya selalu mengintip akun media sosial pelamar posisi staff Public Relations untuk tim Public Relations yang saya pimpin dulu. Haha. Saya ingin tahu bagaimana dia berkomunikai dengan publik dunia maya :)

Pada era di mana komunikasi makin terbuka dan transparan, kesuksesan bisnis bukan pada ukuran anggaran iklan, tetapi pada kualitas interaksi dengan pelanggan.

Praktek Public Relations atau corporate communication berdasarkan output satu arah atau manipulasi kebenaran tidak akan bertahan hidup di era media sosial. Pemasaran telah berkembang menjadi P2P (person to person) bukan B2C atau B2B. Bukan lagi tentang memaksakan pesan kita ke publik, tetapi membuat koneksi dengan orang-orang yang akan memberitahu orang lain tentang kita atau brand kita.

Saya agak menyangsikan mereka yang mengaku praktisi komunikasi atau bahkan konsultan digital marketing communications tetapi tidak aktif di media sosial.  Nah, kali ini saya menjelaskan beberapa kemampuan yang banyak disepelekan, namun sebaiknya dimiliki oleh praktisi Public Relations dan Corporate Communicarions.

Berikut beberapa kemampuan yang harus dimiliki praktisi komunikasi era baru, beserta alasannya:

  1. Writing/Copywriting

Kemampuan menulis dan mengembangkan cerita adalah apa yang dibutuhkan PR perusahaan. Hanya 5% dari audiens yang mengingat data, sementara 63% mengingat cerita yang bagus.

Praktisi perlu memahami bagaimana menciptakan konten untuk pembaca, calon konsumen, atau publik. Copywriting ini berlaku untuk konten media sosial, advertising, ataupun press release.

 

2. Social Media activation

Praktisi harus paham cara kerja tiap social media jika tidak ingin tertinggal atau salah langkah yang membuat berantakan.

Ada yang ikuti kasus saya dengan m*rche?

Di situ kesalahan awal Public Relations yang membuat press release yang menyebutkan nama saya sebagai pelanggan dimaksud, yang komplain mengenai layanan dan biaya restaurannya (padahal bukan), adalah karena PR perusahaan yang tidak mengecek tweet orisinil saya sebelum membuat press release, hanya berasumsi berdasarkan quote retweet dari orang lain yang kemudian dimuat oleh media. Seandainya saja teliti dan memahami cara kerja path dan twitter, bahwa repath berarti bukan penyebar pertama dan quote tweet bisa diedit oleh orang lain, maka fitnah dan bullying bisa terhindarkan.

Note: sebelum membuat press release seharusnya konfirmasi dan cek ricek banyak pihak terlebih dahulu supaya tidak terjadi kesalahan fatal. Jangan mendahulukan emosi!

3. Social Content Creation/Story

Praktisi harus memahami bagaimana menggunakan media sosial untuk membuat percakapan yang berarti dengan publik. Harus mengetahui konten atau cerita yang akan menarik perhatian pengguna media sosial atau publik. Harus memahami taktik konten press conference atau strategi marketing PR, sehingga topiknya menarik bagi media.

Setiap praktisi Public Relations sebaiknya memiliki kemampuan storytelling.

 

4. Speed to Information

Praktisi PR atau corcomm harus selalu update dengan informasi baru, khususnya informasi seputar lifestyle target audience-nya.

5. Video editing/Production

Keahlian ini tidak harus dimiliki oleh individu praktisi, karena bisa dilakukan oleh tim, tetapi paling tidak praktisi wajib mempelajarinya untuk sekedar paham, apalagi jika posisinya adalah manajer atau Head.

Saya selalu berpedoman ‘jangan memberi tugas yang tidak kita pahami’, untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan saja :)

 

6. Mobile

Jaman digital tidak paham soal mobile? Sebaiknya pelajari, karena target audience anda kemungkinan besar berhubungan dengan mobile tiap detiknya.

 

7. Programming Skills

Kemampuan ini juga serupa dengan video editing tadi perlakuannya. Tidak harus ahli, tetapi sebaiknya dipelajari. Paling tidak, kita tahu permasalahan dan solusinya untuk pengambilan keputusan.

 

8. Managing Virtual Teams

Di era media sosial, sudah biasa terjadi bahwa meeting tidak harus bertemu fisik, bisa melalui text atau video call. Jam kerja pun 24 jam karena banyak berhubungan dengan publik dunia maya yang ramai 24 jam. Memaksakan untuk bertemu fisik sudah tidak efisien lagi. Jadi seorang pimpinan PR atau corcomm wajib memiliki kemampuan ini.

 

9. Blogger Outreach

Praktisi harus bisa berinteraksi dengan blogger dan memahami apa yang dicari atau menarik bagi blogger. Harus mengetahui blogger mana yang sesuai target audience-nya. Harus paham apa yang bisa ditawarkan untuk blogger dan apa yang bisa didapat dari blogger. Don’t expect something for nothing!

Cara termudah untuk memahami mereka, ya jadi bagian dari mereka. Cobalah jadi blogger :)

Note: Bedakan perlakuan untuk blogger dan jurnalis media. Blogger tidak memiliki target jumlah berita atau deadline berita.

10. SEO & Analytic

Praktisi wajib memahami cara kerja Search Engine Optimization, untuk mengembangkan site dan menghemat waktu. Fyi, sekarang publik mencari segala keterangan di search engine. Jadi menempatkan keyword yang pas untuk konten kita adalah keharusan.

Kembali lagi, ‘Don’t expect something for nothing’…mempelajari analytic data itu penting untuk intelligent marketing dan keputusan bisnis!

Gimana? Siap naik kelas? Jadi Public Relations nggak mudah, kan? :)

14 thoughts on “10 Keahlian Wajib Bagi Praktisi Public Relations & Corporate Communication

    • Haha, iya benernya kerjaan PR gak semudah yang disangka orang, kecuali kalo mau hasilnya standard-standard saja :)
      Tapi kalo udah jadi penulis atau jurnalis, itu dah sebagian dari kerjaan PR, storytelling, pun buat sponsorship :)

  1. sip… keren Ta… hal2 itulah yg selalu aq sampaikan kepada mahasiswaku…bahwa jadi PRO itu tidak mudah… tdk hanya seneng2 thok…ketemu artis atau orang beken…. tp harus tahu bagaimana berkomunikasi yg baik n efektif…diolah dulu sebelum terucap di lesan…. sip sip… semangat… Btw, ada buku hasil tulisanmu kah… yg bisa buat nambah bahan referensi ajarku… plus ttd ya… thx

  2. Cita-cita mau jadi PR ga tercapai, akhirnya jadi blogger aja siapa tau bisa bantu brand untuk jadi lini depan. dari tulisan ini ternyata apa yang dilakukan sekarang juga mencakup kerjaan jadi PR.

    Thanks for sharing ya Mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *