5 Rekomendasi Tempat Wisata di Gianyar & Ubud

IMG_-e3atlz

Childhood memories can’t be taken away from you. Tiap melewati kabupaten Gianyar, saya teringat masa lalu, Gianyar adalah lokasi pertama yang bikin saya terkesan akan Bali. Bukan karena asal muasal kakek saya, tetapi karena desa Gianyar yang khas Bali, alami, asri, dan penuh ukiran.
Gianyar memang pusat budaya ukiran di Bali. Namun bukan hanya panorama desa dan ukiran yang bisa ditemui di sini, banyak obyek wisata Bali dari sisi berbeda, tepatnya Bali tanpa pantainya, dan yang pasti bakal bikin kamu ingin kemBali.

Sudah mengenal Ubud dengan keindahan dan ketenangannya, donk?
Ubud adalah salah satu kecamatan di kabupaten Gianyar juga.
Banyak hal yang dapat dilakukan di Ubud, mulai dari wisata rafting di sungai Ayung, menonton tari kecak, mengunjungi museum, menikmati pemandangan sawah terasering, mencicipi makanan khas, bermain bersama kera di Monkey Forest, atau wisata seni dan budaya. Tetapi kali ini kita tak hanya membicarakan tentang Ubud, melainkan juga sekitarnya.

Meski trip ke Gianyar bersama Kementerian Pariwisata pertengahan November lalu terhitung singkat, karena masih banyak tempat wisata di daerah Bali lainnya yang harus dieksplor, namun kami sempat mengunjungi beberapa lokasi rekomended di Gianyar. Nah, ini dia 5 lokasi yang kami kunjungi selama sehari di Gianyar, yang bisa masuk daftar traveling kamu juga:

1. Museum Puri Lukisan Ubud

20171127_080859Museum ini merupakan museum tertua di Bali, yang diresmikan pada tahun 1956. Museum ini mengkhususkan pada karya seni lukis Bali tradisional dan modern, serta seni ukiran kayu.

Lokasinya berada di jalan Raya Ubud. Sangat dekat dengan lokasinya dari puri Ubud dan pasar seni Ubud, jaraknya sekitar 300 meter ke barat. Museum ini buka tiap hari dari jam 09:00 – 18:00 (waktu Bali), kecuali pada hari raya Nyepi.

puri-lukisan-museum-ubud

Saat kami berkunjung, museum ini sedang ramai pengunjung karena kebetulan sedang ada event di hall-nya. Namun, sehari-harinya, pengunjung museumnya sendiri didominasi turis asing.

Ya, museum ini tidak seramai Puri Ubud atau Monkey Forest, mungkin karena harga tiketnya yang cukup mahal bagi wisatawan domestik, yakni Rp 85.000 per orang, sudah termasuk welcome drink. Tetapi bagi penyuka lukisan dan ukiran kayu, tentu berharga.

2017-11-27-07-34-40-637

Karya seni di museum ini diletakkan di empat bangunan berbeda di komplek museum yang dipisah menurut tahun pembuatannya. Mulai dari masa sebelum perang dunia, era perang dunia, hingga lukisan modern. Di sana bisa kita temui koleksi lukisan dari gaya lukis Ubud, gaya lukis Sanur, dan gaya lukis Batuan.

2. Bali Pulina Plantation Agrotourism

IMG_20171120_181426_755

Pic by Nicko

Bali Pulina ini adalah kebun agrowisata kopi dan cokelat khas Bali.
Agrowisata ini berlokasi di Banjar Pujung Kelod, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Ubud. Jaraknya hanya sekitar 8 kilometer sebelah Utara Ubud. Wisata agro ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA.

Harga tiket masuknya 100 ribu rupiah per orang, sudah termasuk voucher mencicipi 8 jenis varian rasa kopi dan teh yang disajikan berjejer dalam satu tatakan, dan satu cangkir minuman pilihan, termasuk kopi luwak yang hits itu.

IMG_ppt6ne

Harga tiket tersebut juga sudah termasuk melakukan mini tour di perkebunan kopi. Pengunjung akan ditemani guide yang ramah selama berkeliling.

IMG_4hylvhDi sana, pengunjung disuguhi proses pembuatan kopi luwak dalam suasana alami khas pedesaan.

IMG_-a56034

Semua proses pembuatan kopi mulai dari kopi mentah sampai menjadi kopi bubuk siap seduh, dapat ditemui di sini, termasuk juga bisa melihat wujud luwaknya sendiri.

Selesai mini tour, pengunjung dipersilakan turun ke panggung kayu Kembang Kopi Stage. Panggung ini terbuat dari kayu yang dipancangkan ke lembah.

20171127_081018

Pic by Nicko

Di sini pengunjung bisa minum kopi sambil menikmati pemandangan persawahan terasiring khas Tegalalang, Bali, yang dikenal indah.
Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di artikel selanjutnya.

3. Pasar Sukawati

IMG_-y901zu

Pasar seni Sukawati ini sangat terkenal, karena menjual pakaian ornamen Bali dan kerajinan traditional khas Bali dengan harga yang sangat murah. Tetapi pintar-pintarlah untuk menawar.
Katanya, sih, harga pas di pasar Pasar Seni Sukawati ini sebenarnya adalah sepertiga dari harga yang ditawarkan oleh penjual.

IMG_-aqedmy

Dan tipsnya lagi jika ingin sukses menawar harga, maka sebaiknya datang di pagi hari saat baru buka. Karena berdasarkan kepercayaan orang Bali, jika pada saat baru buka dan dagangan langsung dapat terjual, maka itu akan memperlaris barang dagangan mereka. Jadi sebaiknya datang ke pasar seni Sukawati pada pukul 10:00 WITA, dan mencoba menawar lebih murah.

IMG_-bmpmle

Di sini juga dijual lukisan aliran naturalis dan abstrak. Harga yang ditawarkan biasanya ditentukan oleh ukuran lukisan. Bisa juga membeli lukisan dengan bingkai, atau tanpa bingkai.

IMG_-zdlswt

 

4. Bebek Tepi Sawah

2017-11-27-07-45-04-383

Pic by Nicko

Restoran hits ini sudah tergambar sesuai namanya. Benar-benar ada sawahnya, benar-benar bisa makan di tepi sawah.

Restoran yang lokasinya berada di Jalan Raya Goa Gajah, Banjar Teges, Desa Peliatan, Ubud, ini menawarkan menu andalan bebek goreng crispy, yang disajikan bersama nasi putih, sayur kacang panjang berbumbu santan, irisan jeruk, dan timun sebagai garnishnya.

Bebek goreng crispy paling nikmat disantap selagi masih panas karena kulitnya akan terasa garingnya. Istimewanya, dagingnya begitu lembut. Bebek yang digunakan adalah bebek lokal sekitar Ubud Bali, jadi bisa dipastikan dagingnya segar karena baru dipotong, tanpa proses dibekukan terlebih dahulu, seperti bila mengambil daging dari luar daerah, yang akan mengurangi kualitas rasa olahan masakannya.

IMG_-e3atlz

Perbedaan bebek lokal dan bebek luar Bali, bisa dilihat dari makanan yang di konsumsinya. Di Bali, bebek digembalakan secara tradisional atau dikenal dengan istilah ‘ngangon’. Bebek secara berkelompok diajak keliling mencari makanan di sawah yang masih alami. Inilah yang menyebabkan daging bebek lokal lebih lembut, empuk, dan tidak berbau terlalu amis.

Menu bebek goreng ini disajikan bersama tiga sambal, yaitu:

1. Sambal matah.
Sambal khas Bali ini dibuat dari irisan bawang mentah, cabai  mentah, garam, dan minyak kelapa.
2. Sambal goreng embe.
Sambal ini sebagian besar berbahan dasar bawang goreng.
3. Sambal ulek.
Sambal ini campuran dari cabai merah besar, tomat, terasi, dan garam.

Harga untuk menu bebek goreng crispy adalah Rp 115.000/porsi sebelum pajak, dan bebek betutu Rp 120.000/porsi sebelum pajak.

IMG_-jjwhog

Sebelum dan setelah menikmati makanan, para pengunjung restoran biasanya menyempatkan diri untuk berfoto-foto di sekitar lokasi sawah. Beruntunglah bila datang saat sawah sedang hijau-hijaunya, karena pemandangannya jadi sangat asri. Dulu saya sempat datang ke sini saat padinya habis, karena baru saja selesai masa panen.😅

Restoran unik ini buka sejak pukul 10:00 hingga 20:00 WITA.

Tips: pilihlah tempat duduk dengan kursi atau lesehan di gazebo yang terdapat di tepi sawah, karena makan siang tepi sawah itu bikin makin nikmat. Kekurangannya, wifi tidak sampai gazebo.
Datanglah saat sedang lapar, niscaya makin berasa lezatnya. Trust me!
Kunjungan pertengahan November lalu benar-benar tepat. Kami datang saat sedang lapar-laparnya, dan sawahnya pun sedang hijau-hijaunya. Sungguh, rasanya beda, kelezatan bebeknya meningkat 100%. Sempurna!😋😍

 

5. Guwang, Gianyar

IMG_-qnhbbu

Tahukah kamu, di Bali itu ada hari-hari khusus, di mana anak-anak wajib mengenakan baju adat saat sekolah.
Di hari Tilem (bulan mati),
Bulan purnama (full moon), bulan mati (tilem), dan hari raya saraswati, misalnya. 18 November 2017 lalu tepat hari Tilem atau bulan mati.
Kami pun menyempatkan foto bersama adik-adik cantik murid kelas 6 SD Guwang, Gianyar, yang mengenakan kebaya dan kain Bali.
Nggak kalah imutnya, kan, sama mereka?😆

IMG_28j0or

Sebelumnya, kami sempat mampir belanja di salah satu butik kebaya, masih di kawasan Guwang. Di sini harganya cukup murah dan kualitasnya oke. Harga makin murah karena kami memborong banyak kebaya dan kain.😉

MAKEUP_20171127090059_save

Itulah 5 lokasi yang sempat saya kunjungi dalam kunjungan singkat ke Gianyar. Tertarik?
O ya, ikuti artikel berikutnya tentang Bali Pulina, seperti yang saya janjikan tadi. Sampai jumpa di Gianyar!😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *