7 Rekomendasi Wisata di Semarang dan Sekitarnya

Kota budaya yang penuh modernisasi. Itulah Semarang di mata saya. Semarang yang memang sudah dikenal sebagai kota niaga sejak dulu, kini semakin menjelma menjadi kota pembangunan dengan berbagai infrastruktur modernnya. Namun aura Semarang sebagai kota budaya tetap lah kuat.

 

Coba saja jalan-jalan ke kota Tua Semarang, suasana tempo doeloe masih sangat terjaga apik, begitu pula tempat wisata lain di Semarang yang rata-rata berupa bangunan kuno yang terawat. Cocok untuk kamu yang mencari destinasi wisata heritage.
Penasaran dengan Semarang?

Inilah 7 rekomendasi wisata di kota budaya itu berdasarkan perjalanan bersama Indonesia Travel tanggal 11-13 November 2015 lalu, yang menyadarkan saya bahwa keragaman alam dan budaya merupakan salah satu Pesona Indonesia.

Lawang Sewu

Bangunan tua yang dibangun pada tahun 1904 ini terletak di bundaran Tugu Muda Semarang. Bangunan ini dahulu merupakan kantor pusat Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), yang sekarang menjadi PT KAI.

Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Keunikan Lawang Sewu terletak pada 429 pintunya, dengan daun pintu yang mencapai 1200. Ya, arsitektur bangunan ini sangat unik karena memiliki banyak sekali pintu. Itulah mengapa dinamakan Lawang Sewu atau pintu seribu.

Selain pintunya, ada satu lagi yang lokasi di sana yang membuat penasaran, yaitu ruang bawah tanah yang terkenal angker! Pengunjung boleh turun ke ruang angker itu, loh, asal bersama guide,dan tidak sedang direnovasi seperti bulan November lalu.
Meski angker, karena arsitekturnya yang vintage dan indah, membuat bangunan ini menjadi tempat favorit penggemar fotografi untuk hunting foto.

Gereja Blenduk

pic by Mikiringan

Gereja Immanuel biasa disebut Gereja Blenduk karena bentuk kubahnya yang ‘blenduk’ atau gendut. Lokasinya masih di kawasan Kota Lama. Gereja Blenduk ini adalah gereja protestan tertua di Jawa Tengah, dibangun pada tahun 1753. Meski lebih dari dua setengah abad berdiri, Gereja ini masih aktif digunakan untuk peribadatan.

pic by Mikiringan

 

Kota Tua/Kota Lama Semarang

pic by Mikiringan

Kota Lama Semarang dulunya disebut Outstadt atau Little Netherland. Lokasi ini merupakan pusat tata niaga Semarang. Sekarang di kawasan ini banyak bangunan-bangunan tua yang dibiarkan begitu saja tanpa renovasi. Namun justru itulah yang membuatnya tampak istimewa, karena vintage-nya.

Kawasan Kota Lama Semarang memang direvitalisasi dan dijadikan kawasan cagar budaya sebagai kawasan tua yang merekam dengan jelas sejarah masa silam.

Seperti di Kota Tua Jakarta, pemandangan di sekitar Kota Lama ini menarik untuk dijadikan objek foto. Saat sore hari, biasanya ada banyak penggemar fotografi yang hunting foto di kawasan ini, atau sekedar ambil foto diri dengan gedung vintage untuk akun instagram atau socmed lainnya.

pic by Ashari Yudha

Pasar Barang antik

Masih di sekitar kawasan Kota Lama, pasar barang antik ini terletak di sisi kanan taman Srigunting, semacam pasar antik yang terdapat di Jalan Surabaya, Jakarta. Berbagai barang antik bisa ditemukan di sini, seperti kamera jadul, kaset, piringan hitam, hingga uang kuno!

Klenteng Sam Po Kong

Klenteng ini bukan hanya sekedar tempat beribadah, namun juga memiliki nilai sejarah. Klenteng Gedung Batu Sam Po Kong dahulu merupakan tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok bernama Cheng Ho.

Menurut sejarah, Laksamana Zheng He mengadakan pelayaran menelusuri pantai laut Jawa untuk tujuan politik dan dagang. Ia memutuskan untuk bersandar di desa Simongan karena merasa nyaman. Namun saat ia harus melanjutkan perjalanan, banyak awak kapalnya yang menikah dengan warga setempat dan menetap. Tak heran sampai sekarang daerah Simongan banyak dihuni oleh penduduk keturunan Tiongkok. Untuk mengenang jasa-jasanya, warga setempat mendirikan sebuah Klenteng di sekitar goa tempat ia bersemedi, yang kemudian disebut Klenteng Sam Poo Kong.


Klenteng ini juga biasa disebut Gedung Batu, karena bentuknya berupa sebuah goa batu besar pada sebuah bukit batu.


Di halaman depan klenteng, terdapat patung besar yang tak lain adalah patung Laksamana Cheng Ho. Biasanya di halaman klenteng yang luas inilah atraksi-atraksi kesenian berupa tari tarian atau barongsai digelar. Laksamana Cheng Ho sendiri sebenarnya adalah keturunan Persia dan beragama Islam, jadi jangan heran bila Sam Po Kong juga banyak dikunjungi oleh mereka yang beragama Islam.

Balemong Resort

pic by Hanniff

Masih seputar heritage Semarang. Mau menginap di resort yang berkonsep heritage? Coba saja Balemong Resort!

Balemong Gallery Resort & Convention ini adalah sebuah Resor yang fresh dan unik. Resor yang terletak di atas lahan seluas 4 hektar di kaki gunung Ungaran yang sejuk ini berkonsep tradisional Jawa kuno dan nuansa kolonial Belanda.

Villa dan resor yang ditata dalam suasana pedesaan dengan pemandangan Gunung Ungaran ini didukung dengan fasilitas modern.

Ada beberapa kamar VIP yang sangat bernuansa Jawa, cocok untuk kamu yang tertarik dengan adat Jawa kuno, kemewahan ala keraton, tetapi kurang cocok bagi yang menyukai nuansa terang dan modern :)

Resto Kampung Laut

Soal kuliner, ada satu resto di Semarang yang semat kami kunjungi, desainnya sangat menarik. Namanya Resto Kampung Laut. Ini adalah rumah makan apung yang tempat pemancingannya didesain bagus dengan konsep gazebo dan lesehan, yang didominasi dengan bangunan kayu dan mengambang diatas air.


Lokasinya cukup strategis juga, hanya beberapa menit dari Bandara Ahmad Yani Semarang, tepatnya di Puri Maerokoco, Jl. Anjasmoro Tawang Mas, Kota Semarang.
Menu andalannya, antara lain, masakan ikan patin bakar bumbung, bawal bintang bakar, gurame goreng, iga bakar sapi, dan aneka masakan seafood lainnya.


Selain rasa masakan yang cukup enak, lengkap dengan hiburan live musik di mana pengunjung bisa menyumbangkan suara diiringi organ dan saxophone, bagi pengunjung penggemar fotografi bakal dimanjakan dengan desain dan suasananya yang mendukung untuk hunting foto!

 

3 thoughts on “7 Rekomendasi Wisata di Semarang dan Sekitarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *