A book is like a garden carried in the pocket

by : Leonita Julian

A book is like a garden carried in the pocket “. Peribahasa dari China ini secara indah menggambarkan kedudukan buku yang disamakan dengan hamparan taman yang dapat dibawa dalam saku. Namun, sayangnya masih banyak yang belum menyadari benar manfaat membaca.

Sudahkah kamu membaca buku bulan ini?

Atau membaca artikel yang menarik?

Atau kalimat motivasi..mungkin?

Atau sekedar kata-kata yang indah dan menarik?

Dari sebuah buku atau bacaan yang bentuknya praktis, bisa pula dari internet, sebenarnya terakomodasi kegunaan yang melimpah. Dengan membaca dan menyimak secara positif, kita bisa menjadi secerdas Einstein, berorasi selihai Presiden pertama RI Soekarno dan mantan presiden AS John F. Kennedy, atau yang lagi banyak digemari dunia saat ini, Presiden USA Obama. Dari membaca, kita bisa melihat dunia, menjelajah dunia, menambah ketaqwaan, menjiwai karakter tokoh panutan, atau bahkan menjadi filosof dadakan.

Kegemaran membaca pun bisa memberikan wawasan pengetahuan dan inspirasi luar biasa besarnya. Banyak penulis yang telah menghasilkan buku karangannya berawal dari kegemaran membaca. Dalam keseharian pun kegunaannya bisa kita rasakan secara nyata. Seperti yang diceritakan salah satu rekan kerjaku.

Meski terkesan sepele, tetapi ia benar-benar mensyukuri kegemarannya membaca. Misalnya, ketika ia harus membuat tema untuk salah satu event perusahaan, secara kebetulan ia terinspirasi dengan kalimat yang pernah kutulis di salah satu halaman Tabloid intern perusahaan di mana kami bekerja. Walhasil dari beberapa tema yang diajukan, justru kalimat yang terispirasi dari membaca tabloid itulah yang diterima. Atau bagaimana ia menyuplik kalimat-kalimat ayat Kitab Suci untuk dirangkum menjadi puisi doa yang selalu dibaca oleh teman-temannya di klub climbing.

Hmmm..senang rasanya karyaku bisa memberi inspirasi bagi orang lain..bahkan menjadi bagian dari keberhasilannya. Yang pasti karya tulisku itu sebenarnya juga terinspirasi dari membaca berbagai literatur.

Manfaat dari membaca tidak lekang oleh waktu atau tidak ditentukan oleh usia pembacanya, karena sampai kapanpun kita memerlukan pengetahuannya. Minat baca bisa ditumbuhkan sejak dini. Bahkan semakin awal semakin baik.

Anak senantiasa mencontoh orang tuanya. Orang tua dapat menunjukkan bagaimana kegiatan membaca itu merupakan kegiatan penting dan menyenangkan. Bila orang tua sendiri tidak gemar membaca, bagaimana mengharapkan anak suka membaca? Atau ke adik-adik kita? Sama saja bukan?

Jadi, langkah pertama, tumbuhkan minat baca sendiri, dimulai dari yang ringan..baik itu membaca koran, majalah, atau buku-buku bermanfaat.

Temanku yang lain mengungkapkan, karena kegemarannya dan sang istri untuk membaca, membuat putra-putrinya meniru, hingga ia pun harus mengakomodasi kegemaran mereka. Suatu kali, ketika diajak ke toko buku, putra-putrinya memborong buku bacaan. Begitu akan membayar di kasir, ia sempat bimbang melihat total harganya. Namun, mengingat fungsinya yang sangat penting, akhirnya terpaksa disetujui juga.

Apalah arti sedikit uang yang kita keluarkan dibanding dengan pengetahuan yang kita dapatkan dari buku itu, yang mungkin suatu saat bisa menghasilkan jauh lebih banyak, bahkan berkali-kali lipat dari harga buku itu sendiri.

Bagaimana dengan kita-kita, generasi Y? Generasi yang menganut prinsip ‘Work Hard Play Hard’ atau ‘Work Smart Play Smart’…?

Sosialisasi harus jalan..gaul? lanjuuut..dandan keren teteup…tapi jangan sampai dibilang cakep-cakep o’on alias kosong otaknya. Mungkin istilah Brain, Beauty (or Handsome), Behavior sudah tepat untuk menggambarkan bagaimana seharusnya kita menyeimbangkan diri. Jangan kawatir bagi yang merasa kurang di fisik..hehe..(kenapa tidak pede sih?!)..kamu akan tampak ‘ gorgeous’ bila kamu pintar dan cerdas.

So..banyak-banyaklah kita membaca, Oke!

2 thoughts on “A book is like a garden carried in the pocket

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *