Be Yourself ! Tepat atau Tidak?

written by : Leonita Julian

‘Be yourself’. Itu anjuran yang mungkin paling sering kita dengar, bahkan saya sendiri juga sering menganjurkannya kepada orang lain. Kalimat ini tepat, tapi bisa juga jadi salah kaprah. Kok bisa?

Anjuran ‘be yourself’ umumnya diungkapkan supaya kita tidak copy cat atau meniru orang lain, karena tidak percaya diri dengan karakter dan kemampuan sendiri. Lebih parah lagi bila berpura-pura menjadi bukan diri kita. Raih mimpimu, bukan mimpi orang lain!

Setiap orang itu beda, setiap orang memiliki keunikan, itu yang harus diasah, itu yang jadi nilai jual dalam ‘personal branding’.  Membedakan diri kita dari orang lain, sehingga mudah dikenal, mudah bersinar di antara keramaian. Be youself bukan berarti stuck menjadi diri sendiri ‘apa adanya’ dan ‘tidak berkembang’. Berbeda sih, tetapi maksudnya yang lebih menarik atau lebih baik.

Pernah saya survey tentang relationship cewek yang lebih sukses dari cowoknya. Hasilnya, kebanyakan cowok rela ceweknya lebih sukses atau lebih pandai, meski kenyataannya banyak yang gagal di tengah jalan karena ego. Sementara bagi cewek, fifty-fifty. Ada yang rela dia lebih pandai atau lebih sukses dari pasangannya, karena yang terpenting adalah ‘sikap yang dewasa’. Sebagian lainnya tidak rela. Bagi mereka, cowok itu harus lebih pandai.

Saya sendiri berpendapat bahwa kedewasaan itu yang penting dalam relationship, tetapi tetap menganggap cowok sexy itu yang pandai dalam arti mudah beradaptasi, sosialisasi, dan humble meski sesukses atau sepandai apapun dia. Lalu ada follower yang bertanya, “gimana kalau aslinya udah begitu?” Dia merasa dirinya kurang bisa bersosialisasi, sehingga dianggap sombong.

Menurut saya sih, kita memang harus menjadi diri sendiri, tetapi kita punya pilihan mau jadi diri kita yang seperti apa?  Jadi diri sendiri yang menarik itu lebih baik. Ilmu atau pengetahuan itu bisa dikembangkan dengan belajar terus-menerus, jangan cepat puas. Sosialisasi dan adaptasi itu bisa dilatih dan dibiasakan, asal ada niat.. Sosialisasi dan networking itu sangat menunjang karir loh. Saya dulu pendiam baangeett. Ngomong di depan kelas aja bisa nangis karena grogi. Sekarang, sering jadi pembicara. Kalau tidak niat berubah ya gak akan bisa.

Penampilan pun bisa diperbaiki. Ya, penampilan memang bukan segalanya, tetapi sering jadi daya tarik awal. Itulah kenapa sebagian besar kantor punya aturan berpenampilan, terutama yang berhubungan langsung dengan klien, karena kadang hal ini juga menunjang kesuksesan. Untuk urusan cinta, penampilan memang bukan segalanya, tidak perlu mengubah karakter, tetapi paling tidak kita bersih dan menarik untuk dilihat, tidak asal-asalan, kan?

So, be yourself, but better and better! Bukan yang gitu-gitu aja… ^,*

5 thoughts on “Be Yourself ! Tepat atau Tidak?

  1. Ya, sering denger nasehat kayak gini nih, ‘be yourself’ dalam artian positif perlu perjuangan, karena kalau sudah terperangkap dalam mindset ‘diri kita ya kaya gini, pemalas, pemarah, dan hal negatif lainnya’, tapi apapun kali ada niat, kata mbak tadi, pasti bisa :)

  2. wah setuju kadang masih ada orang yang rela ngamburin duit banyak untuk menjadi orang yang mirip idolanya, gak menjadi diri sendiri, istilahnya “wanna be” gitu. kalo ane mah kalo idola itu sebagai motivasi aja untuk cari ide yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *