Bencana itu Sudah Diprediksi, Kecelakaan itu Memang Terjadi (1)

// October 17th, 2009 // my journey

written by : Leonita Julian

Di antara reruntuhan mereka masih dapat bercanda,

Di antara puing-puing, anak-anak kecil itu masih tetap bermain,

Jiwa pedagang membuat mereka berjuang,

Penderitaan membuat mereka saling bergandengan tangan.

Sebelum tiba di Padang, saya berpikir bahwa sumbangan dari Jakarta dan kota-kota lain di luar Padang-Pariaman sangatlah banyak. Eh, sesampainya di Ranah Minang, barulah saya tahu keadaan sebenarnya. bantuan memang banyak, tetapi yang sampai ke tangan korban gempa hanya sedikit! Bahkan ada korban gempa yang hanya menerima bantuan segenggam beras! How come?!

Rabu, 7 Oktober 2009, Ranah Minang menyambut saya. Kesan pertama adalah..panaass!! Belum tahu bahwa yang akan terjadi selanjutnya lebih panas lagi! hehe

Keberadaan saya di sini adalah untuk koordinasi distribusi bantuan untuk korban gempa Sumatera Barat 7,6 RS yang terjadi pada tanggal 30 September 2009 (G 30 S PPI - Gempa 30 September Padang Pariaman Indonesia).

Yes! Saya mewakili Aksi Sosial IndonesiaUnite yang mengirimkan bantuan senilai lebih dari Rp 35 juta, berupa air mineral (1925 dus, kemasan 1 dan 1,5 lt), bahan makanan, baju layak pakai, perlengkapan bayi, selimut, dll. Semua bantuan ini kita kumpulkan dari teman-teman pendukung semangat IndonesiaUnite yang aktif di twitter dan facebook. Medco Foundation, RAPI Sumbar, dan Global Rescue turut membantu pendistribusiannya.

Kalau banyak teman-teman yang bertanya, kenapa di status twitter saya tulis ‘kecelakaan!’ dan ’stress’ (hehe..), ini jawabannya..

Ada 3 truk yang mengangkut bantuan IndonesiaUnite. Truk pertama mengangkut 700 air mineral, sempat terlambat sehari karena ada badai di Lampung. Spare 2 hari menunggu barang bantuan yang tertunda badai ini, lumayan juga untuk melihat kondisi Padang pasca gempa.

Hari pertama, 7 Oktober 2009, saya sempat mengamati proses evakuasi terakhir di Hotel Ambacang. Beruntung kenal Didoy,teman dari Trans TV, jadi bisa melihat langsung tanpa halangan police line. Tetapi bau amis dan debu di Ambacang malam itu membuat saya menjaga jarak dari puing-puing Ambacang.

Aneh, hotel Ambacang hancur, tetapi gedung-gedung di sampingnya utuh. Salah seorang warga mengatakan, saat terjadi gempa, hotel ini seperti dikoyak kanan kiri, atas bawah. “Paling banyak maksiatnya, mbak”. Heehh..mungkin tidak salah..tapi mungkin juga salah kaprah. Kalau secara logika saya sebagai orang awam,  saya kok melihat, nih hotel hancur karena konstruksi bangunannya, selain juga karena faktor alam tentunya. Hotel ini bekas pertokoan tua 2 lantai, yang diubah menjadi hotel lebih dari 3 lantai. sementara faktor alam semestinya membuat bangunan di Padang tidak boleh lebih dari 3 lantai, tentu saja hancurnya melebihi bangunan-bangunan di sampingnya.

Selesai dari Ambacang, perjalanan saya dan teman dari Pronews FM Padang, terhenti di salah satu jalan protokol karena banyak polisi dan massa yang berkerumun di depan salah satu toko. Oh, ternyata bangunan toko itu roboh miring, dan malam itu kembali bergerak ke samping, membuat warga panik! Hei, ini hari ke 7 pasca gempa..

Di lokasi itu kita bertemu dengan teman-teman relawan. Mereka sengaja tidak memasang nama komunitas di tendanya, karena khawatir warga yang ingin menyumbang tidak mau melalui bantuan mereka bila terdapat nama komunitasnya, dianggap tidak terbuka untuk umum. Yah, relawan kan berada di sini untuk membantu semua korban secara global, bukan sekedar untuk membawa nama Yayasan mereka.

Saya juga sempat bertemu dengan teman-teman dari konjen USA di Medan, yang hadir di studio Pronews FM Padang untuk interview.

Salut buat Mr Stanley, yang bangga menggunakan bahasa Indonesia! Beliau hanya mau diwawancara dan menjawab pertanyaan dengan bahasa Indonesia, loh! what a great PR you are..

Hari berikutnya, saya berkunjung ke kantor Pusdalops (Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana) Sumbar, bertemu dengan Pak Ade, Kepala Pusdalops, yang menceritakan kejadian hari H, memutarkan video saat gempa terjadi, dan menunjukkan presentasi Gubernur tentang gempa yang dibuat olehnya.

Dalam presentasi itu digambarkan peta Asia, lengkap dengan titik-titik merah yang merupakan daerah potensi gempa.

Ya! gempa itu sudah diprediksi sebelumnya, dan memang diprediksi tidak akan terjadi tsunami.

Ssstt..katanya Jakarta aman? belum tentu juga lah..Tetapi yang jelas tidak aman banjir dan macet..wkwk.

Yang menarik, ternyata ada satu wilayah di Padang Pariaman yang terkena longsor besar saat terjadi gempa, tetapi tidak satupun warganya yang menjadi kornban! bagaimana bisa?

Karena semua warga lari menuju danau dan loncat ke danau itu sehingga nyawa terselamatkan!

ooh..I wonder if I jump to the lake..Gosh..sama juga bo’ong..hehe.

Oh ya, kembali ke truk bantuan. Alhamdulillah, truk pertama berhasil sampai di Padang dengan selamat. Sebanyak 700 dus air mineral langsung kita bagikan untuk didistribusikan oleh posko-posko peduli bencana RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Padang dan Pariaman, dengan menggunakan kendaraan-kendaraan mereka, juga untuk dapur umum yang dibuat khusus pasca gempa.

Truk ke-2 datang hari berikutnya, tetapi tidak utuh? maksudnya? Ini yang bikin saya shock!

Ingin tahu cerita selanjutnya? apa yang terjadi dengan truk itu? Silahkan ikuti postingan berikutnya ya..(klik di sini)

36 Responses to “Bencana itu Sudah Diprediksi, Kecelakaan itu Memang Terjadi (1)”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by Budi Putra, leonita julian. leonita julian said: cerita perjalanan Padang Pariaman #IndonesiaUnite di sini http://bit.ly/JEaLH [...]

  2. sofie says:

    halo…halooo, maish ingat saya kan? :D . eh, aku mau tau donk cerita langsung darimu, bersediakah untuk ketemuan? mau ngobrol…eng wawancara , hihihihihi :D

  3. hedi says:

    aku suka paragraf soal hotel ambacang itu

  4. pantes lama ngak apdet rupanya siapin artikel ini yah.. btw disana panasss bgt yah?…
    oia,
    salam dari Mada.. :-) minta dukungan buat bubu award katanya

  5. neng®atna says:

    dan truk-nya … jeng jeng jeng …

  6. Hery says:

    leony jiwa sosial mu memang tinggi aku salut dech ama kmu yang udah ngebantuin korban gempa di padang.

  7. dita.gigi says:

    jadi pelajaran yang dapat diambil adalah, belajar berenang nit… :D

  8. [...] Hi! kembali bertemu di my journey, cerita perjalanan saya sebagai wakil IndonesiaUnite dalam pengiriman bantuan untuk korban gempa 7,6 SR di Padang Pariaman. Artikel ini adalah bagian ke-2, bagi teman-teman yang belum membaca kisah perjalanan saya, bisa baca dulu postingan ‘Bencana Itu Sudah Diprediksi, Kecelakaan Itu Memang Terjadi’ (klik di sini). [...]

  9. [...] artikel ini dulu sebelum baca 2 artikel sebelumnya ya..ini artikel part 3. Untuk part 1 bisa ‘klik disini‘ dan part 2 ‘klik di [...]

  10. hendro_ardianto says:

    saya suka sekali dengan semangat anda, tetap bersatu demi INDONESIA RAYA.

  11. RimaJantu says:

    Jadi ingat waktu ke Jogja tempo hari….:(
    Satukan Indonesia melalui tulisanmu..salam kenal

  12. rendi kurniawan says:

    salam… wah seperti pengalaman saya kemarin 7 hari dipadang.. salut saya untuk semua volunter disana.. tulisannya bagus dan natural.. boleh juga nulis di jurnalismewarga.com mbak.. pengen berbagi dokumentasi di padang juga mbak.. http://www.facebook.com/home.php#/album.php?aid=2024966&id=1204391813

  13. Gunarman says:

    Salut..!!! two thumbs up..!!

  14. tee says:

    Hotel Ambacang bukan cuma berasal dari pertokoan lt.2 jauh sblm itu cuma gudang perusahaan belanda. Kenapa banyak korban (bahkan slh satu sepupuku juga meninggal disini).. coba baca ini deh http://www.facebook.com/tevalina1?ref=profile#/note.php?note_id=182195409465&id=1559574788&ref=share

  15. anazkia says:

    Subhanallah, admin Indonesia unite perempuankah..??? salut mbak. Ceruntung banget bisa kesana…

  16. Lianny says:

    teruslah berbuat kebaikan disetiap ada kesempatan, Tuhan memberkati orang yg mau menolong sesamanya, Tolong donk kapan2 saya diajak utk jadi sukarelawan jika ada kesempatan yg diberikan.

  17. Senang buat jiwa sosialnya… :D

  18. helos lucky says:

    semoga kesedihan itu cepat berlalu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  19. Oase says:

    Kita harus siap dg keadaan yg terburuk sekalipun…Teruslah berjuang Kawan2

  20. gundala putra petir says:

    keren bgt tu pngalaman……..
    kok gak ajak2 lok mau ke padang??????

Leave a Reply