Berbagi, Saat Dendam Tak Menyelesaikan Masalah

Terkadang kita berbuat kesalahan tanpa memikirkan akibat ke depannya. Kita terlalu egois, tanpa memikirkan akibat dari perbuatan atau perkataan kita.

Pelecehan seksual mungkin jadi pelecehan yang paling ironis. Jika pada pelecehan lain korban akan dibela mati-matian, maka korban pelecehan seksual bisa jadi justru disalahkan. Padahal trauma yang dirasakan paling berat karena bisa berlangsung selamanya, belum lagi rasa malu yang harus ditanggung. Itulah kenapa banyak korban yang pilih diam. Lalu apa yang bisa mengurangi traumanya?

Artikel ini saya buat untuk memberikan wacana kepada pembaca, bahwa akibat dari perbuatan dan perkataan kita bisa sangat berakibat buruk bagi orang lain. Dan untuk memberikan support kepada para korban pelecehan seksual khususnya (bukan hanya perempuan tetapi juga laki-laki), dan teman-teman wanita pada umumnya. Cerita dalam artikel ini saya rangkai sedemikian rupa terinspirasi dari cerita nyata dua orang sahabat.

*****

Tanpa disadari, mata Jane pun berkaca-kaca mendengar cerita Lady, sahabatnya. “Sekarang loe tau kan, kenapa gue ga mau pulang ke rumah?” kata Lady sambil terisak. “Ya, yang di rumah itu  bukan bokap kandung gue…and dia yang bikin gue trauma dengan apapun yang menjurus ke hubungan intim. Jijik!”.

Cerita Lady ini membuat Jasmine terhenyak. Curhatan Lady minggu lalu sudah membuatnya terkejut, kali ini lebih mengejutkan lagi. Sebelumnya Lady bercerita bahwa dirinya pernah menikah, sayang..suami meninggalkannya dengan wanita lain, karena menganggap Lady tidak mampu ‘melayani’.

Gosh, Lady masih 25 tahun sudah menjanda, dan kini merasa bahwa dirinya frigid. Jasmine pun menyadari pentingnya hubungan intim dalam pernikahan, tetapi..kenapa bukannya diselesaikan baik-baik dahulu, malah ga sabar selingkuh. Tidak ada pengertian dan penghargaan dari pasangan!

Ibunda Lady menikah lagi, karena ayah kandungnya selingkuh. Ya, Lady sangat membenci ayah kandungnya karena itu, dan ternyata ayah tiri pun melecehkannya secara seksual. Itulah kenapa ia enggan untuk pulang ke rumah karena harus bertemu dengan ayah tirinya. Parahnya, pelecehan seksual juga didapat dari adik Ibunya saat usianya masih 12 tahun!

“Oh, God!” desah Jasmine.

“Loe satu-satunya temen yang denger cerita ini, sist,” kata Lady sambil mengusap air matanya.

Suasana Cafe yang lengang dengan sayup-sayup musik yang melow di salah satu mall itu membuat mereka semakin terhanyut dalam curhatan. Tanpa mempedulikan para pelayan cafe yang mungkin melihat air mata mereka berdua.

“Sist..”

Jasmine menghentikan kalimatnya. Antara ragu-ragu dan ingin sekali mengungkapkan sesuatu.

“Mmm..sebenernya…gue juga ngalamin yang sama,” lanjut Jasmine dengan sedikit ragu. “Gue juga pernah ngerasain benci banget sama bokap gue, bukan karena beliau yang melakukan tapi karena dia..sampe akhirnya terjadi kejadian itu”.

“Kenapa?” tanya Lady dengan penasaran.

Jasmine mulai menceritakan peristiwa yang sudah lama ia tutup rapat-rapat dari siapapun. Ia mengalami pelecehan seksual dari orang yang dia kagumi dan sangat ia percaya, yang dianggapnya seperti ayah sendiri. Ia dekat dengan pria itu karena selama ini tidak merasakan kasih sayang seorang ayah, dan karena itulah Jasmine begitu percaya hingga akhirnya terjadi peristiwa yang membuatnya trauma itu. Jasmine selalu mencari sosok ayah dan kakak di setiap teman prianya, hanya untuk berbagi ceritanya. Sampai akhirnya ada sahabat yang memanfaatkan keluguannya. Dan Jasmine selalu menyalahkan dirinya setiap ingat akan peristiwa itu. “Lugu dan bodoh sekali gue waktu itu!”

Ia tidak mengetahui keberadaan ayahnya, hanya terkadang sang ayah pulang ke rumah, barang sehari dua hari. Dan ini sudah berlangsung sejak Jasmine masih duduk di Sekolah Dasar. Bahkan waktu masih SD, ia pernah berharap orang tuanya lebih baik cerai. Yang ia tahu, semua biaya hidup keluarga selama ini ditanggung oleh Ibunya, termasuk juga hutang-hutang ayahnya.

“Loe ga laporin, sist?” tanya Lady.

“Seperti loe juga sist, malu..dan kemungkinan orang nyalahin kita, karena dianggap kecentilan, tanpa tahu persoalannya,” jawab Jasmine.

“Iya, bener,” balas Lady.

“Tapi sekarang gue berusaha maafin bokap dan juga orang itu, sist,” tutur Jasmine. “Gue sadar, ga ada gunanya gue dendam terus, malah bikin gue sakit. Apalagi orang itu kelihatan banget merasa bersalah. Yang bikin gue berusaha kuat adalah ngelihat ketelatenan dan kesabaran nyokap meski disakiti. Gue ga pengen nyokap tau peristiwa ini. Gue cuman pengen nyokap bahagia dan bangga dengan apa yang gue lakukan. Dan gue seneng, sekarang gue bisa balas budi ke nyokap, sekarang gue yang rawat dia”.

“Good for you, sist,” ujar Lady.”Sementara gue ga bisa maafin mereka karena sama sekali ga keliatan merasa bersalah! Bahkan gue pernah nyumpah-nyumpahin ayah tiri gue..tanpa gue sadarin..”

Lady menghentikan luapan emosinya. Tiba-tiba air matanya semakin deras mengalir.

“..tanpa gue sadarin sumpah itu justru kejadian ke adik gue sendiri. Gue ngerasa bersalah banget waktu gue tau adik gue dipaksa ngelayanin tukang cat yang kerja di rumah..”

“Hei..wait..adik? cowok?!” potong jasmine. Ia terkejut mendengarnya karena yang ia ketahui satu-satunya adik Lady adalah Dika, yang baru saja menginjak SMP. Pria itu memperkosa anak laki-laki yang masih lugu!

Lady membalasnya dengan anggukan sambil terus mengusap air matanya.

“Itu kenapa.. gue sayang banget.. sama adik tiri gue itu..” tutur Lady terbata-bata. “Gue ngerasa salah banget sudah nyumpah-nyumpahin..ternyata sumpah itu jatuhnya ke Dika”.

“Jangan salahin diri kamu sis, mungkin memang takdirnya, bukan karena sumpah kamu,” kata Jasmine mencoba menenangkan Lady.

Selama beberapa menit, mereka terhanyut dalam isakan tangis.

“Makasih banget sis..loe mau dengerin cerita gue ini, coz cuman kamu yang tau..and makasih juga mau cerita,” ujar Lady sembari menggenggam tangan Jasmine. “Gue lega bisa cerita”.

“Iya aneh..gue juga ngerasa lega dah bisa ceritain yang selama ini gue tutup-tutupin,” jawab Jasmine.

Sejak saat itu, dua sahabat ini saling berbagi cerita-cerita yang biasanya susah untuk diungkapkan. Jasmine yang lebih dulu bangkit dari keterpurukkannya, meskipun terkadang traumanya tetap muncul, selalu memberikan semangat kepada Lady untuk bisa berhasil mencapai cita-citanya. Bagi Jasmine, justru pengalaman buruk hidupnya itulah yang memberi semangat untuk selalu berhasil. Pengalamannya yang tidak mendapat perhatian dari keluarga, justru membuatnya selalu memberi perhatian dan semangat kepada teman-teman dan lingkungannya, khususnya mereka yang mengalami hal yang sama.

Prinsip Jasmine, wanita akan terlihat cantik dengan berbuat baik, tanpa dendam, tanpa pikiran negatif.

Prinsip itu kini juga dipegang Lady. Ia mulai menjalankan segala aktivitasnya dengan normal tanpa beban merasa jadi satu-satunya yang sial, seperti yang selama ini dirasakan. Seperti juga Jasmine, Lady mulai sibuk dalam gerakan sosial yang dibentuknya bersama teman-temannya untuk menolong anak-anak yang orang tuanya tidak mampu untuk membiayai mereka sekolah.

Ya, kita mungkin merasa sial, dan dunia seakan-akan runtuh. Dan kita merasa tidak diberkati dengan keadaan kita itu, tanpa kita sadari banyak yang mengalami kesulitan dan trauma melebihi diri kita, hanya mungkin dalam bentuk berbeda. Dendam tidak mampu menyelesaikan masalah, tetapi sahabat mungkin bisa membantu menguranginya.

Dan, entah karma itu ada atau tidak, dari cerita di atas, kita bisa lihat kaitan antara cerita masa lalu dan masa berikutnya. Apa yang kita perbuat, mungkin saja berbalik kepada anak cucu kita. Hmmm..Dunno

33 thoughts on “Berbagi, Saat Dendam Tak Menyelesaikan Masalah

  1. huhuhu… temanya agak berbau “lick each other wounds” yach :)

    tapi asik banget muatan yang dibawa sama mbak Leoni.. walaupun ga selamanya sebuah dendam itu bisa dihilangkan dengan mudah, tapi saya pun setuju kalo hidup bisa jadi lebih indah bila kita tak menyimpan beban seperti dendam, sakit hati dll :)

    • Hehe. Jangan salah, kalo cewek dah ngumpul semua bisa kebuka. Haha
      Iya Pung, emang dendam susah hilang, tp apa gunanya jg nyimpen dalem2 yg ada kitanya sakit hati sendiri kan?
      Thank u ya Pung ^__^

  2. seharus nya orang2 itu…, (para pelaku pelecehan sexual) di tanam tubuhnya hingga setengah badan…, lalu dilempari batu hingga mati…

  3. Saya juga pernah beberapa kali kebagian cerita serupa, salah satunya malah sampai hamil. Sialnya saya gak bisa nolong apa2 (dia butuh duit tuk aborsi). Sial… :|

    Dan, entah karma itu ada atau tidak […]

    Saya pernah “agak” percaya dulu, tapi sekarang tidak lagi. Variabelnya sering terlalu absurd tuk bisa dihubung2kan. Leoni percaya? :?

    • Kasihan. Banyak ya kejadian begitu..
      Soal karma, saya cuman percaya bahwa apa yg kita lakukan sekarang berakibat untuk masa depan, baik kita maupun keluarga. Buat pengendalian diri kita aja..
      Thank u dah sharing,Jensen ^__^

  4. pengampunan memang tidak bisa mengubah masa lalu kita..
    tapi pengampunan bisa mengubah masa depan kita..
    memang pengampunan adalah hal yg lebih mudah dikatakan ketimbang kita lakukan..
    semoga kita semakin bisa memberikan pengampunan.
    good story Leoni.. i like it!

  5. aq pny sahabat korban sxual abuse..
    dan yah…gambaran itu mirip bgt ma kondisi dy…

    aq banGGa bs sLaLu support dy dan dy sLaLu bs jd “sseorang” dLm hari2 orang Lain…

    keep our spirit on!! =)

  6. Pingback: Berbagi, Saat Dendam Tak Menyelesaikan Masalah « :: bobotata :: Share Everything That You Have

  7. agak telat ni bacanya,,,,crita ini membuat w berhati2,akan pelecehan yang berakibat trauma berkepanjangan!! semoga smua perbuatan manusia,kan lebih baik dilandasi dengan akal sehat!! positiv gituuuuu

  8. topik yang berat, tapi sangat bermakna.

    memaafkan itu benar-benar susah, lho, apalagi memaafkan para pelaku perbuatan yang benar-benar tak termaafkan.
    tapi siapapun yang sanggup memaafkan apa yang telah diperbuat orang lain terhadapnya itu, benar-benar berjiwa besar.

    cuma bisa berdoa supaya tidak ada korban lainnya lagi. terima kasih atas tulisannya.
    semoga bisa menguatkan siapapun yang pernah mengalami hal serupa, supaya mereka bisa kembali berjalan maju ke depan menuju yang terang, dan meninggalkan segala yang kelam jauh di belakang.

  9. aku salut dengan prinsip jasmine, dia tidak menjalani hidup dari apa yg telah menimpanya dan tetap berbuat baik untuk orang lain,…intinya manusia masih bisa bahagia walaupun hal buruk selalu menimpanya,..***** tulisan yg bagus Nit.

  10. Memaafkan itu mudah…
    But melupakan itu sulit…
    Memaafkan tanpa melupakan is nothing…
    Melupakan bukan berati mengharapkan otak kita tiba-tiba jadi amnesia buat hal yang kita hindari..
    Tapi melatih otak dan jiwa kita membiasakan diri untuk tidak mengingat serta melepaskannya perlahan-lahan..N itu dibutuhkan KESABARAN SERTA KEIKHLASAN yang luar biasa…

    Karena hidup kita begitu berharga…

  11. Kok…krakter si Lady persis ama temen aku…..pernah dekat sih sama aku jd aku tahu bgt ttg dia. Apa memang lady yang itu yah yg kmu maksud.

  12. Pingback: Perilaku Seks dan Hamil di Usia Remaja | Cinta & Seks - Blog Remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *