Berhentilah Berasumsi bahwa Orang Lain Memahami Kita

by : Leonita Julian

‘Berhentilah berasumsi bahwa orang lain memahami apa yang kita katakan’, hanya karena kita sendiri memahami siapa lawan bicara’

Pernahkah kamu bermasalah dengan teman, rekan kerja, atau bahkan bos..hanya karena komunikasi yang tidak nyambung? sering mungkin ya..

Terkadang kita jadi berpikir..

Nih orang terlalu pinter atau kitanya yang terlalu bodoh ya..sampai ga paham-paham?’

Bisa pula kesimpulan ini yang kita dapat..

‘Orangnya benernya pinter sih..tapi kurang bisa komunikasi..kurang bisa sampaikan gagasannya..”

To have vision and not communicate it is the same as having no vision’. Memiliki visi tetapi tidak dikomunikasikan, sama artinya dengan tidak memiliki visi sama sekali. Berkomunikasi dalam hal ini adalah membuat orang lain sepaham dengan gagasan atau apa yang ada dalam benak kita.

Komunikasi sangat penting untuk membangun hubungan atau network yang baik. Namun yang patut dicamkan untuk terbentuknya komunikasi yang baik, langkah awalnya adalah dengan ‘berhenti berasumsi bahwa orang lain memahami apa yang kita katakan’, hanya karena kita sendiri memahami siapa lawan bicara’.

Komunikasi, ilmu ini terkesan sepele dan banyak dikesampingkan..tetapi sudah banyak peristiwa atau kejadian yang diakibatkan karena komunikasi yang tidak nyambung, tidak sepaham..tetapi tidak dikomunikasikan, atau bahkan menghindari komunikasi.

Tidak perlu jauh-jauh membahas perang yang timbul karena masalah komunikasi, cukup permasalahan kita pribadi, misalnya dengan teman atau orang yang kita kasihi. Kesalah pahaman sering timbul karena kurangnya komunikasi atau kualitas komunikasi yang kurang bagus.

Hal-hal yang tidak boleh dilupakan, dalam berkomunikasi:

1. Ada tahap untuk didengar dan mendengar.

Banyak orang yang pandai mengungkapkan pendapatnya, tetapi tidak pandai mendengar. Semestinya, komunikasi yang baik akan terbentuk bila ada feedback atau timbal balik.

2. Aktivitas mendengarkan yang efektif berarti…bersiap mendengar, berusaha tertarik, berpikiran terbuka, dan memperhatikan ide utamanya.

Jangan mendengar tanpa melihat, jangan menginterupsi pembicara, jangan terpengaruh gangguan, jangan memperlihatkan kebosanan, dan jangan hanyut dalam pendapat sendiri.

Jadi, ayo kita mulai dari diri kita sendiri, diawali dengan menghilangkan keinginan ‘hanya ingin didengar’ tetapi belajarlah untuk lebih banyak mendengar dan memahami lawan bicara.

4 thoughts on “Berhentilah Berasumsi bahwa Orang Lain Memahami Kita

  1. klau kita dah memiliki sifat seperti itu apakah sudah menjadi jaminan…terkadang miss comunication itu terjdi bukan karna itu.. tapi karna rasa sungkan, takut, kurang nya rasa percaya diri, dll.
    bahkan suatu komunikasi yang seharusnya terjadi malah tidak terjadi di karnakan persaan tersebut.. lalu bagaimana cara mengatasinya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *