Berhentilah Berasumsi bahwa Orang Lain Memahami Kita
// March 29th, 2009 // communication
by : Leonita Julian
‘Berhentilah berasumsi bahwa orang lain memahami apa yang kita katakan’, hanya karena kita sendiri memahami siapa lawan bicara’

Pernahkah kamu bermasalah dengan teman, rekan kerja, atau bahkan bos..hanya karena komunikasi yang tidak nyambung? sering mungkin ya..
Terkadang kita jadi berpikir..
’Nih orang terlalu pinter atau kitanya yang terlalu bodoh ya..sampai ga paham-paham?’
Bisa pula kesimpulan ini yang kita dapat..
‘Orangnya benernya pinter sih..tapi kurang bisa komunikasi..kurang bisa sampaikan gagasannya..”
‘To have vision and not communicate it is the same as having no vision’. Memiliki visi tetapi tidak dikomunikasikan, sama artinya dengan tidak memiliki visi sama sekali. Berkomunikasi dalam hal ini adalah membuat orang lain sepaham dengan gagasan atau apa yang ada dalam benak kita.
Komunikasi sangat penting untuk membangun hubungan atau network yang baik. Namun yang patut dicamkan untuk terbentuknya komunikasi yang baik, langkah awalnya adalah dengan ‘berhenti berasumsi bahwa orang lain memahami apa yang kita katakan’, hanya karena kita sendiri memahami siapa lawan bicara’.
Komunikasi, ilmu ini terkesan sepele dan banyak dikesampingkan..tetapi sudah banyak peristiwa atau kejadian yang diakibatkan karena komunikasi yang tidak nyambung, tidak sepaham..tetapi tidak dikomunikasikan, atau bahkan menghindari komunikasi.
Tidak perlu jauh-jauh membahas perang yang timbul karena masalah komunikasi, cukup permasalahan kita pribadi, misalnya dengan teman atau orang yang kita kasihi. Kesalah pahaman sering timbul karena kurangnya komunikasi atau kualitas komunikasi yang kurang bagus.
Hal-hal yang tidak boleh dilupakan, dalam berkomunikasi:
1. Ada tahap untuk didengar dan mendengar.
Banyak orang yang pandai mengungkapkan pendapatnya, tetapi tidak pandai mendengar. Semestinya, komunikasi yang baik akan terbentuk bila ada feedback atau timbal balik.
2. Aktivitas mendengarkan yang efektif berarti…bersiap mendengar, berusaha tertarik, berpikiran terbuka, dan memperhatikan ide utamanya.
Jangan mendengar tanpa melihat, jangan menginterupsi pembicara, jangan terpengaruh gangguan, jangan memperlihatkan kebosanan, dan jangan hanyut dalam pendapat sendiri.
Jadi, ayo kita mulai dari diri kita sendiri, diawali dengan menghilangkan keinginan ‘hanya ingin didengar’ tetapi belajarlah untuk lebih banyak mendengar dan memahami lawan bicara.



yes,,,
I like that
we must learn to understand and appreciate other people’s …
if we want to appreciate
mengerti dulu baru dimengerti…ada di buku steven covey juga
highly effective people