Butuh 4 Tahun Untuk Selesaikan Batik Ini

MAKEUP_20170524110506_save

📷by Wira

Bagi saya yang teristimewa dari Indonesia, tiap nge-trip ke daerah yang berbeda, serasa belajar budaya baru, pun juga ilmu fashion tradisional baru. Seperti dalam trip ke Pekalongan dan Batang kali ini. Sudah pasti ilmu fashion tradisional yang dimaksud adalah batik, karena Pekalongan dikenal sebagai kota batik. Tetapi tentunya batik Pekalongan atau Batang pun memiliki ciri khas dan filosofi yang berbeda dengan batik daerah lain di Indonesia. Di sini pula saya belajar tentang batik peranakan dan batik Tiga Negeri yang kesulitannya tingkat tinggi.

Sudah pernah mencoba bikin batik tulis? Kalau sudah pernah pasti tahu susahnya membatik dengan canting dan malam (lilin untuk bahan baku batik, untuk menutup bagian tertentu agar tidak terwarnai saat kain dilarutkan). Benar-benar belajar telaten dan sabar.

20170524_105836 Itu baru proses bikin batik tulis biasa. Sudah berasa ribet bagi yang tidak terbiasa. Apalagi kalau bikin batik Tiga Negeri yang jadi salah satu khas-nya Batang. Kesulitannya tingkat tinggi dan butuh waktu yang panjang untuk menyelesaikan. Tak heran bila dihargai mahal dan beberapa menganggapnya sakral.

Batik tiga negeri adalah sebuah motif batik yang menggambarkan tiga budaya Tionghoa, Belanda, dan Jawa. Merupakan perpaduan dari berbagai batik yang ada di tiga tempat yang berbeda yaitu Lasem, Pekalongan dan Solo. Pada saat itu, ketiga wilayah tersebut masih berada di jaman colonial diberikan otonomi yang disebut negeri.

Disebut batik tiga negeri karena pada awalnya, batik ini harus pergi ke tiga tempat itu untuk mendapatkan tiga warna yang berbeda dan khas.

20170524_105514

Dimulai dari Keluarga Tjoa yang menggambar kain batik itu dan mengirimkannya ke Lasem untuk mendapatkan warna merah. Lalu, dikirim lagi ke Pekalongan untuk warna hijau dan biru, setelah itu ke Solo untuk warna sogan (kecoklatan). Ada anggapan bahwa air mineral yang digunakan para pembatik untuk memberikan warna rupanya memiliki kadar yang berbeda-beda.
Itulah kenapa batik Tiga Negeri ini disebut the master piece.

Kesulitannya membuat kain batik bermotif tiga negeri dianggap sakral dalam berbagai budaya.

Dari segi motif memang umum, perpaduan bunga, daun serta isen-isen khas batik, dan merupakan perpaduan dari ketiga tempat tersebut, namun proses pembuatannya lah yang memberikan kesan unik.

20170524_105811

Saya mengenal nama batik Tiga Negeri ini dari ibu Utin. Beliau adalah salah satu pembatik dari Komunitas Batik Rifaiyah, Kabupaten Batang.
Menurut bu Utin, Batik Tiga Negeri yang paling murah itu sekitar Rp 800 ribu hingga mencapai Rp 50 juta!
Pengerjaan batiknya bisa mencapai 4 bulan hingga 1 tahun, tergantung tingkat kesulitan dan kesibukan para pembatiknya. Di komunitas ini pembatiknya tak semuanya full time.

20170524_112741

Bahkan pembuatan motif boket byur tanahan bisa mencapai 2 hingga 4 tahun, dengan harga 15 hingga 50 juta! Jadi harus ada perjanjian antara penjual dengan pembeli karena lama prosenya tadi. Jangan sampai ada pembatalan di tengah jalan setelah bertahun-tahun, kan.

20170524_110848

Pada beberapa daerah seperti Garut, misalnya, motif batiknya menggambarkan kehidupan masyarakat Garut atau lifestyle mereka. Nah, Batik Rifaiyah sendiri, umumnya bermotif tumbuh-tumbuhan karena dalam ajaran Islam dilarang untuk melukis wujud makhluk hidup seperti wajah manusia dan hewan. Kalaupun ada gambar merak, umumnya hanya sayap tanpa kepala.

20170524_113425

Pembatik di Batang ini memang kebanyakan adalah muslim yang memegang teguh ajaran Islam, yang dibawa oleh guru besar Pondok Pesantren setempat, yaitu KH. Ahmad Rifai, yang juga seorang Pahlawan Nasional. Dari nama beliau lah nama komunitas dan nama batik Rifaiyah berasal.

IMG_20170613_085044_812

Kami dari rombongan blogger #PesonaIndonesia sempat mampir ke rumah bu Utin untuk belajar membatik.
Beliau sudah belajar membatik dari orang tuanya sejak umur 10 tahun, lho!
Memang di komunitas ini, membatik adalah keahlian turun-menurun…yang nyaris punah karena anak mudanya menganggapnya sudah kuno.

Di teras rumah Ibu Utin sudah disediakan bangku kecil, kain putih yang sudah di pola dengan pensil ataupun yang polosan. Lengkap pula kompor dan kuali kecil untuk memanaskan lilin, serta canting. Kami pun mencoba menorehkan canting lengkap dengan malamnya ke kain polos dengan motif kreasi sendiri. Ada yang telaten mengerjakannya, ada pula yang heboh karena kesulitan.😅

20170524_105450

Kalau merasakan kesulitannya, ya tak heran kalau batik tulis yang asli harganya mahal.😊

 

Museum Batik Pekalongan

20170524_110938

Esoknya kami pun melanjutkan belajar tentang batik ke Museum Batik, di Jetayu, Pekalongan. Arsitektur gedung museum ini memperlihatkan  karakter peninggalan kolonial. Sebelum jadi museum, gedung ini adalah kantor keuangan dari 17 perusahaan gula yang berdiri tahun 1906, hingga akhirnya berubah menjadi kantor balai kota Pekalongan.

Museum ini memiliki lebih dari 1200 koleksi batik dari seluruh Nusantara, mulai dari batik klasik hingga kontemporer, batik asli Indonesia hingga peranakan.

20170524_102602 Ruangan museumnya bersih dan dilengkapi pendingin ruangan. Setiap batik yang dipamerkan diberi penjelasan detail tentang latar belakang, motif, bentuk, corak, dan cerita yang melatarinya.

20170524_101034

📷by Wira

Museum yang berloksi di Jl. Jetayu no.1 Pekalongan ini buka pukul 8 pagi hingga 3 sore. Tiket untuk orang dewasa Rp 5000, sedangkan untuk anak-anak hanya Rp 1000.

20170524_110924

Dari Museum Batik ini saya jadi belajar tentang batik peranakan.

IMG_20170514_085205_736

Salah satunya adalah batik peranakan Tionghoa, yaitu Tokwi, kain penutup bagian depan altar pemujaan nenek moyang.

Sedangkan motif peranakan Eropa, khususnya Belanda, yang populer di Pekalongan adalah motif buketan, berasal dari kata bouquette. Tentu motifnya berupa bunga-bunga.

20170524_112725

Berbeda dengan Batik Belanda yang umumnya hanya memunculkan keindahan, batik Peranakan Tionghoa tidak hanya tentang keindahan, tetapi juga lebih filosofis. Seperti lambang banji, hewan kilin, naga. Bahkan warna hingga komposisi jumlah, serta penempatan ragam hiasnya pun memiliki makna.

MAKEUP_20170524112751_save

Selain tempat pamer, pada museum ini juga terdapat ruang workshop untuk kita yang ingin belajar membatik. Ada ruang workshop batik tulis dan ruang workshop batik cap.

MAKEUP_20170514081807_save

Saat berkunjung ke sana, kami bertemu adik-adik SD yang selesai membatik. Kotanya saja kota Batik, jadi wajar kalau di sana membatik jadi salah satu keahlian wajib untuk ujian akhir sekolah.

4 thoughts on “Butuh 4 Tahun Untuk Selesaikan Batik Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *