Tentang Sopan Santun dari Dua Pengalaman yang Bertolakbelakang

Katakan lah saya kolot, tapi menurut saya, tata krama dasar itu sama untuk semua negara. Ungkapan terima kasih, permintaan maaf, sambutan, berpamitan, walaupun caranya berbeda, tetap saja wajib digunakan di mana-mana untuk komunikasi universal. Jangan sampai kehilangan esensi sebagai manusia sosial, atau saya bakal bilang di depan hidungnya kalau dia nggak punya aturan atau tata krama. Hehe.

Ada dua cerita simple bertolak belakang dengan bule yang saya temui di Indonesia, yang cukup menampar sebagai orang Indonesia.

Continue reading

Jangan Nilai Hanya dari Satu Postingan, donk!

 

With Dave Morin, CEO & Co Founder Path <3

“Your story is your Path,” – Dave Morin, CEO & Co Founder Path.

Path ditujukan untuk teman-teman terdekat, yang tak akan menilai kita berdasarkan postingan kita. Itulah yang menginspirasi Dave, saat men’cipta’kan Path.

But, LOOK WHAT WE’VE DONE!!

Yang sering terjadi, kita menilai ‘teman’ berdasarkan postingan mereka, kan?! Bahkan meskipun itu di path yang notabene teman dekat, bukan di twitter yang penuh teman bersimbol @, loh.  Continue reading

Cegah Pelecehan & Cyber Bullying

 

@xxx Karena lebih didengar. kata kata kan kuat tuh maknanya. RT @leonisecret: kenapa suka curhat di twitter?

@xxx Karena sehari-hari, kita tidak memiliki ruang u/ mengekspresikan emosi kita. RT @leonisecret Kenapa suka curhat di twitter?

@xxx Karena enggak punya pacar. RT @leonisecret: kenapa suka curhat di twitter?

@xxx Jadi pusat perhatian. RT @leonisecret: Kenapa suka curhat di twitter/FB?

@xxx @leonisecret gak tau mesti ngomong ke siapa

Itulah beberapa jawaban yang dilontarkan teman-teman, saat saya menanyakan alasan mengapa suka curhat di twitter atau social media lainnya. Banyak yang curhat di social media karena butuh perhatian, ingin didengar.  Social media ‘seakan-akan’ menyediakan tempat untuk berbagi keluh kesah, dibaca, dikomentari, dan.. diperhatikan. Tidak ada teman untuk bicara, tidak ada yang mau mendengar celotehan dan curhatnya di offline, sehingga socmed dijadikan ruang untuk mengekspresikan emosi.

Continue reading