Digital Celebrity Branding

“She’s everywhere! On line celebrity..”

Itu kalimat yang diucap teman saya, Antonny Liem.

Spontan saja saya ‘ngakak’. Sounds so funny! But at the other side, that was a compliment! Karena artinya saya memiliki banyak networking.

Sebelumnya, seorang Public Relation, terkejut ketika saya menjawab pertanyaannya, bahwa saya seorang newbie, baru 4 bulan di dunia blogger. Baru tahun ini aktif menggunakan facebook, dan baru 3 bulan aktif menggunakan twitter.

“Kok bisa kenal si ini, si itu?”

It gives me idea to write this article..

Sekarang jamannya social media, era web 2.0. So, you should get into it!

Social Media seperti facebook dan twitter memberi kesempatan untuk kita memperkenalkan diri “Inilah saya! Saya tertarik di bidang ini. Aktifitas saya seperti ini. Pemikiran saya seperti ini”.

Bila sudah menemukan passion, then..kenali komunitas!

Facebook memiliki fasilitas group, dan sudah ribuan komunitas yang membuat group atau page di facebook. Tinggal pilih, mana komunitas yang sesuai dengan passion kita, dan add mereka yang memiliki passion yang sama. Aktiflah dalam forum mereka, jangan hanya on line, tetapi juga off line.

Di bulan pertama memaintain leonisecret.com, saya gabung komunitas blogger di facebook. Karena bukan artis atau tokoh, so..saya harus jemput bola, donk. Saya hadir ke acara off line komunitas blogger Jakarta, di mana tak satupun yang saya kenal. Istilahnya ‘pe-de aja lagii!’

Pembahasan UU ITE, itulah pertama kali saya tampil dalam komunitas blogger, dan dari situlah mulai mengenal dan dikenal oleh komunitas on line.

Silahkan add dan follow mereka yang dapat mendukung passionmu, dalam arti, mereka yang dapat memberi kita info tepat dan ilmu tentang bidang yang kita geluti, atau bahkan networking.

Passion saya adalah di dunia komunikasi, baik itu marketing communication, public relation, corporate sosial responsibility, dan social media, karena itulah saya add tokoh-tokoh yang bergerak di bidang ini.

And the good news is..I have a very good relationship with them. Yang membedakan saya dengan mereka, selain nasib..hehe, adalah bahwa saya focus pada Young Generation.

Yang perlu digarisbawahi adalah  “saya bisa mengenal secara personal dengan tokoh-tokoh idola saya ‘berawal’ dari facebook. Mereka memperhatikan profile FB saya karena status-status yang saya tulis atau link yang saya connect di facebook!”

Langkah-langkah digital personal branding:

1. Tentukan passion-mu

Tentukan passion kita, bidang atau hal yang membawa gairah bagi kita (yang positif tentunya). Bedakan diri kita dengan yang lain, itulah yang membranding diri kita.

2. Tulis mimpimu

Maksudnya? Bayangkan kita bertemu atau berteman dengan tokoh-tokoh yang menjadi idola kita. Catat dalam diary atau semacam pengingat lainnya, paling tidak camkan dalam pikiran.

Fungsinya? Kalau kita sudah mencatatnya dalam ‘diary’otak, maka kita akan berusaha mewujudkannya, bukan? Pelan-pelan kita mencari jalan menuju ke sana, mencari link untuk networking, dan usaha lainnya untuk mencapai tujuan.

‘Jangan takut untuk bermimpi’, karena impian itulah yang membawa saya mengenal dekat mereka yang menjadi idola saya.

3. Cari komunitasmu

Cari komunitas kita, karena mereka bisa membantu mengembangkan passion kita. Pandai-pandailah membidikkan anak panah kita! Be celebrity of your community!

4. Percaya Diri

Beda orang yang sukses dan tidak adalah berawal dari kepercayaan diri. Percayalah dengan kemampuanmu! Percayalah, bahwa kita tidak perlu harus mengenal anggota suatu komunitas sebelumnya, untuk memasuki sebuah komunitas baru! Datangi mereka, dan perkenalkan diri kita, jangan menunggu dijemput!

5. Banyak belajar!

Kembangkan terus kemampuan kita, baik dalam ilmu yang kita geluti, maupun dalam berkomunikasi. Komunikasi? Yaa..karena itu inti dari pengembangan networking, bukan?

6. Ikutilah trend!

Bila trend-nya sekarang seperti lagu Saykoji ‘on line..on line..’…so..manfaatkan media digital..manfaatkan social media untuk membranding diri kita, karena dunia beralih ke on line. Social Media, termasuk di dalamnya personal blog, adalah cara termudah dan murah untuk membuat dunia mengenal kita. Be creative!

7. Jangan melupakan off line!

Salah satu tokoh mengatakan kepada saya “Biasanya blogger hebat di on line, tetapi begitu acara off line, mereka kurang bisa bersosialisasi”.

Wah, jangan sampai ada pernyataan itu lagi ya..Buktikan bahwa blogger juga hebat di off line!

Percuma hebat di on line, tetapi kurang bisa komunikasi ke masyarakat, karena semua ilmu kita pada akhirnya kita dedikasikan untuk masyarakat.

8. Jadilah Public Relation Bagi dirimu

Jangan terjebak pada satu komunitas! Jadilah public relation bagi diri kita. Perkenalkan diri kepada komunitas yang lain, ikutlah dalam kegiatan off line mereka. Manfaatkan word of mouth (WOM), karena WOM sangat efektif untuk memasarkan diri. Then u’r gonna be everywhere!

So, let’s digitalize your personal branding n be celebrity of your on line community, then bring it off line!

25 thoughts on “Digital Celebrity Branding

  1. wah3.. masih muda ga yach saya ini.. dah ga jadi focus donk :p

    hmm.. berbeda dengan mbak Leoni.. saya malah ga pernah hadir secara offline dimana-mana. My introvert side wins over me hehehe :P

  2. salam kenal Leoni, nama saya Wazeen, terima kasih atas postingannya, jujur walaupun saya sudah lama ngeblog, saya masih kurang pede bergaul dgn komunitas on/offline social networking yang ada, postingan ini memberikan saya clue untuk itu.

  3. nice article..aq bbrp kl baca artikel mu keren abis..palg artikel yg judulnya the notebook…n jd lah ceo bg dirimu inspiring bgt..

  4. personal branding di era we 2.xx eh 3.xxx eh halah, itu bisa disengaja sejak awal, bisa juga kecelakaan. apapun, sengaja atau kecelakan ada results. cukup?

    gaklah. kembali ke personality. gak semua orang mau melakukan:
    1. pembangunan brand secara terencana
    2. perawatan brand
    3. pembentukan karakter brand

    kalo emang bawaannya males ya gpp. itu soal hati kok. jadi masalah kalo niatnya pengin ngeband berat tapi melalaikan satu hal: brand character/personality. orang yang tenar dan baik hati, rajin menolong dan menabung, selalu menghasilkan konten bagus, blm tentu punya brand character yang kuat sehingga “tidak layak jual” bagi pihak lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *