Fakta Unik dan Menariknya Kawasan Lindung Petungkriyono Pekalongan

IMG-20170512-WA0008

📷by Wira Nurmansyah

Perjalanan yang panjang dan berliku tak akan percuma bila destinasi akhirnya seindah yang dibayangkan. Apalagi kalau lebih indah dari itu. Itulah yang saya rasakan pada pengalaman pertama nge-trip ke kawasan lindung Petungkriyono Pekalongan yang unik dan disebut ‘Naturally Dieng’.

Ceritanya, saya minggu lalu, 11-13 Mei 2017, melakukan trip Pesona Indonesia ke Pekalongan dan sekitarnya, bersama teman-teman blogger, media, dan Kementerian Pariwisata. Ini adalah trip pertama ke kota Pekalongan, karena biasanya hanya sekedar lewat.

Sudah pada tahu kalau Pekalongan disebut kota batik, kan? Kota Pekalongan ini juga sudah masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts and folk arts (Kerajinan tangan dan kesenian rakyat), loh. Namun, ternyata Pekalongan bukan hanya melulu soal batik.

IMG_20170512_123512_089

Seperti kata DR Marlinda Irwanti, SE, M.Si, anggota DPR RI Komisi X, yang menyambut kedatangan kami di Pendopo Pemkab Pekalongan, kota ini menyimpan keindahan alam yang masih natural. Yang dimaksud salah satunya adalah kawasan lindung Petungkriyono yang hutannya merupakan hutan lindung, The heart of Java. “Supaya Jawa tidak makin panas,” tuturnya.

20170516_075710

Ya, kami pun ingin membuktikan keindahan yang diceritakannya. Jadilah siang itu kami berangkat ke Petungkriyono.

20170516_065831

Menurut informasi, hutan Petungkriyono ini termasuk kawasan lindung terbaik di Jawa Tengah, selain karena luasnya, hutannya juga masih perawan. Kontur topografinya yang berbukit-bukit, justru membuat kawasan ini terlindungi dari tangan-tangan jail manusia.

Kawasan Petungkriyono memang memiliki landscape berbukit-bukit, jalannya berkelok-kelok, dan banyak tikungan tajam. Jalannya pun tidak begitu lebar dan tidak begitu mulus, jadi tak jarang saat berpapasan dengan mobil lain, mobil kami pun harus mengurangi kecepatan (yang tadinya sudah pelan karena berhati-hati), atau bahkan harus berhenti saling tunggu giliran.

MAKEUP_20170516075137_save

Tapi kabar gembiranya, seperti yang disampaikan Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si, yang kami temui sebelum berangkat ke Petungkriyono, bahwa pemkot Pekalongan sudah menganggarkan dana khusus di tahun ini (Rp 41 M) untuk perbaikan infrastrukturnya.

20170516_072435

Setelah menempuh jalanan berkelok-kelok di bagian pedesaan yang agak membosankan, rombongan berhenti di depan sebuah air terjun tepi jalan. Ternyata kami sudah sampai di Curug Sibedug.

IMG-20170512-WA0009

📷by Wira Nurmansyah

Letak Curug Sibedug ini sangat strategis, di tepi jalan ramai, sama sekali tidak perlu usaha ekstra, karena jaraknya hanya 25 meter dari tepi jalan. Itulah kenapa Curug Sibedug menjadi tempat populer bagi pelancong untuk mampir beristirahat sejenak.

20170516_072447

Apalagi tersedia warung kopi di seberangnya, yang menyediakan kopi hasil budidaya masyarakat setempat.

20170516_072501

20170516_065946

Karena lokasinya di tepi jalan itu pula yang membuat tempat ini tidak memiliki area parkir khusus.

2017-05-16-07-55-40-021

Kami sempat berfoto-foto sejenak di sana, sebelum melanjutkan perjalanan ke Curug Bajing, yang sejak tadi dipromosikan oleh bu Marlinda. Jadi penasaran, donk, secantik apa, sih, curug ini dibandingkan dengan perjalanan panjang selama 2 jam di antara rimba?

Setelah melewati Curug Sibedug, kami memasuki wilayah hutan Petungkriyono yang bikin beberapa kali ingin berhenti untuk mengabadikannya. Indah! Instagramable!😍

IMG_20170513_131306_277

Hutan lindung Petungkriyono ini masih sangat natural. Selama perjalanan, kita bakal disuguhi pemandangan hutan karet, bambu, pinus, owa (binatang khas Petungkriyono semacam kera), dan juga beberapa air terjun kecil. Begitu mendekati wilayah Curug Bajing, kita akan melewati desa lagi dan pemandangan persawahan terasiring, perkebunan kentang, bawang, wortel, tomat, cabe, serta perkebunan sayuran lainnya, yang tak kalah indah dengan rimbanya.

20170516_065704

20170516_065851

 

Ada beberapa fakta unik tentang Petungkriyono, antara lain:

– Kawasan Petungkriyono disebut juga ‘Naturally Dieng’, karena meskipun kalah nge-hits dibanding tetangganya itu, tetapi jauh lebih natural dibandingkan Dieng yang sudah banyak terjamah.

20170516_065643

– Dalam perjalanan menyusuri hutan Petungkriyono, kita akan melewati banyak air terjun kecil dan juga beberapa sungai dengan air deras yang airnya istimewa, berwarna biru!

20170516_065720

Keunikan (sekaligus keindahan) pinus di hutan Petungkriyono adalah batangnya yang berwarna oranye. Tidak semua pinusnya, sih, tetapi ada spot tertentu di mana kamu bisa menemukan sekelompok pinus yang khas ini.

20170516_065811

Owa jawa adalah hewan khas Petungkriyono yabg dilindungi. Bentuknya seperti kera. Hewan ini punya sifat pemalu dan setia pada pasangan. Kalau pasangan mati bakal ditangisi sampai mati. Keturunannya maksimal 4.
Di sini terdapat populasi owa terbesar ke-2 setelah Halimun.
Bedanya, di sini tidak butuh usaha berlebih untuk melihat owa karena bisa dilihat di pinggir jalan, tanpa harus masuk hutan. Biasanya mereka nongkrong di pepohonan, tidak mau turun.

owa-jawa

📷by alamendah.org

– Jam 2 atau 3 siang, kawasan ini sudah diselimuti kabut, jadi gelap, berasa sudah petang. Bagusnya, hutannya bisa jadi naturally monochrome saat difoto. Instagramable banget!

IMG_20170513_131306_277 Bahkan 2015 pernah sebulan tak ada matahari, hujan kabut sepanjang hari.
Jadi susah mengeringkan pakaian
Solusinya, baju dicuci di rumah, lalu dibawa ke Pasar Doro, dikeringkan di sana.

20170516_070002

Padi di sini tidak untuk diperdagangkan, tetapi hanya untuk konsumsi sendiri.
Setiap setengah tahun panennya. Jadi siklusnya setengah tahun makan beras, setengah tahun makan jagung.

20170516_065932

Hampir tak ditemukan angkutan umum sepanjang jalan yang kami lalui. Hingga akhirnya menjelang Curug Bajing, kami bertemu anggun paris, Angkutan pegunungan pariwisata, berupa mobil kap yang sudah dimodifikasi menjadi angkutan umum dengan tutup. Anggun paris ini mangkalnya di Pasar Doro.

20170516_065911

Ya, setelah menemukan perkebunan dan persawahan yang indah tadi, tandanya kami sudah mendekati tujuan utama Curug Bajing. Bagaimana cerita petualangannya? Ikuti di postingan selanjutnya.😉

2 thoughts on “Fakta Unik dan Menariknya Kawasan Lindung Petungkriyono Pekalongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *