Garuda Wisnu Kencana, Patung Terbesar di Dunia?

20171124_072018

Apa yang membuat Bali paling berhasil menarik wisatawan? Seperti yang pernah saya sebutkan dalam wawancara bersama wakil dari Kementerian Pariwisata di salah satu stasiun TV swasta, Bali itu one stop entertaintment. Perpaduan lengkap unsur modern dan tradisional. Perpaduan party dan sakral. Perpaduan dua unsur budaya yang bertolak belakang ini pula yang bisa ditemui di tempat wisata populer, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Sebagian hanya mengetahui tempat ini karena konser musiknya, sebagian lagi justru mengenalnya sebagai tempat mempelajari budaya asli Bali. Kamu yang mana? Dan tahukah kamu, di tempat ini berdiri patung terbesar di dunia?

Bagi saya, yang paling mengagumkan dari Bali itu, meski banyak dimasuki unsur modern, tetapi tidak melibas tradisinya. Justru wisatawan tertarik mempelajari budayanya, bukan sebaliknya. Nah, di Garuda Wisnu Kencana (GWK) juga begitu. Meski kids zaman now banyak mengenalnya sebagai lokasi konser musik besar, seperti Soundrenaline, Dreamfields Festival, atau event international, seperti Miss World, GWK juga menawarkan unsur wisata sejarah dan budaya lokal yang menarik, loh. GWK menggabungkan seni dan budaya tradisional dengan keindahan alam. Bisa dibilang, taman budaya ini menyajikan wisata terpadu yang mempresentasikan Bali.

20171123_161053

Harga tiket: Dewasa Rp 70.000,- ; anak-anak Rp 60.000,- ; Turis asing Rp 100.000,-

Perjalanan Famtrip bersama Kementerian Pariwisata minggu lalu, sebenarnya adalah pengalaman pertama saya menikmati wisata sejarahnya.

GWK adalah kompleks taman budaya seluas sekitar 60 hektare di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, dengan patung Garuda dan Dewa Wisnu sebagai obyek utamanya.

20171123_194956

Nama Garuda Wisnu Kencana berasal dari nama tokoh Garuda dan Wisnu, sedangkan kencana berarti emas karena tahta tempat patung burung Garuda dan Dewa Wisnu berdiri dilapisi emas.  Dewa Wisnu dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara.

Rencananya patung ini memiliki tinggi sekitar 120 meter dengan bentang sayap Garuda sekitar 60 meter, serta terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton.

IMG-20171118-WA0005

Saya katakan ‘rencananya’, karena pada saat menulis artikel ini, pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana masih berjalan, dan direncanakan rampung pada Agustus 2018 mendatang.

Patung tersebut merupakan karya pematung I Nyoman Nuarta. Proyek prestisius ini melibatkan 120 seniman.

Proses perancangan dan pembangunan patung GWK sendiri sudah berlangsung selama 28 tahun. Tepatnya sejak tahun 1989. Ditargetkan akan selesai pada Agustus 2018 sebagai bentuk persembahan untuk kemerdekaan Indonesia ke-73. Rencananya GWK juga akan menjadi tempat konser musik saat IMF internasional di Bali nanti.

Pengerjaan patung GWK telah merampungkan pemasangan kepala burung, sementara pada tahap berikutnya dilanjutkan dengan kepala dan tubuh Wisnu. Tinggi kepala Wisnu mencapai 12 meter, dengan tinggi tubuh 22 meter. Saat ini patung Dewa Wisnu masih dibuat terpisah dengan Garuda. Sementara patung tangan dari Wisnu ditempatkan di lokasi bernama Tirta Agung.
Nantinya, akan dibuat seakan dewa Wisnu sedang menunggangi Garuda.

2017-11-23-19-48-07-849

Pic by Nicko

Ide tentang patung GWK diambil dari kisah pengorbanan, keberanian, dan kehormatan sang Garuda sehingga diberi kehormatan oleh Dewa Wisnu sebagai kendaraannya. Garuda pun diangkat derajatnya menjadi Dewa, hidup abadi dan diangkat menjadi raja dari semua burung di muka bumi.

20171123_195016

Jika rampung nanti, patung GWK ini akan menjadi patung tembaga dengan teknik cor las terbesar di dunia, melebihi patung Liberty!

Melihat patung-patung setengah jadinya saja sudah bikin kagum dengan besar dan detail lekuknya, bagaimana megahnya patung GWK setelah tersusun sempurna?

20171123_194919

Setelah saya posting foto-foto selama di GWK di akun social media, banyak teman yang menanyakan perkembangan patungnya, dan memutuskan menunda kunjungan ke GWK hingga nanti rampungnya patung.

20171123_193838

Namun, sambil menunggu rampungnya patung Garuda Wisnu Kencana di tahun 2018 nanti, sebenarnya kita bisa menikmati banyak fasilitas hiburan budaya yang ada, antara lain:

Street Theater

20171123_161547

Di sinilah titik awal dan akhir kunjungan ke GWK Cultural Park. Di sini bisa kita temui banyak toko dan restoran. Termasuk toko souvenir dan merchandise GWK atau Bali.

20171124_071652

Parade Okokan. Pic by GWK facebook page.

Di sini juga bisa disaksikan parade pertunjukan yang bisa ditonton secara berkala.

Lotus Pond

images-16(2)

Merupakan area terbuka yang memanjang dan sangat luas, dengan dinding pembatas berupa batuan kapur berlumut.

Dinding batu kapur yang kokoh dan eksotik ini  seolah-olah membawa kita ke dunia yang berbeda.

Dengan konsep outdoor-nya, Lotus Pond sering digunakan untuk acara-acara berskala nasional dan internasional, seperti gala dinner dan konser musik. Kids zaman now pasti mengenalnya karena Soundrenaline dan Dreamfields Festival yang hits.

Taman Indraloka

Berada di ketinggian 236 meter di atas permukaan laut, kita bisa melihat pemandangan kota dan lengkap dengan keindahan pantainya. Taman cantik ini juga bisa difungsikan sebagai tempat pesta atau upacara pernikahan.

Wisnu Plaza

20171123_192530

Wisnu Plaza adalah tingkat tertinggi dari taman budaya ini dan menjadi daya tarik utama, di mana bagian atas patung, sementara ditempatkan. Pertunjukan tari tradisional juga diadakan disini pada waktu tertentu.

20171123_194939

Parahyangan Somaka Giri

Sebelum menuju tangga ke Wisnu Plaza, kita akan melihat air mancur yang dikenal sebagai Perahyangan Somaka Giri, yang dianggap sakral dan suci oleh penduduk setempat, karena memiliki kekuatan untuk penyembuhan.

Jendela Restoran

20171124_071708

Pic by GWK facebook page

Restoran ini dirancang sebagai sebuah kafe di mana pengunjung dapat melihat pemandangan Bali, seperti Jimbaran dan Pantai Kuta di pantai barat, serta Tanjung Benoa dan Pantai Sanur di pantai timur, sambil menikmati masakan khas Bali, atau sambil latihan salsa?

Amphitheater

20171123_161709

Di tempat inilah kita bisa menikmati pertunjukan gratis yang diadakan setiap hari dan hampir tiap jam, dengan sedikit jeda, termasuk tarian Barong kris, Tari Bali, Garuda Wisnu Ballet, Joged Bumbung, dan Tari Kecak populer. Sementara itu parade Tari Kecak dimulai jam 6 sore dari Teater Jalanan menuju ke Plaza Wisnu, dan berakhir kembali di Teater Jalanan.

20171117_122914

Di Amphiteater, rombongan kami sempat menikmati Garuda Wisnu Ballet, yang mengisahkan tentang Garuda dalam kitab Mahabarata, burung dengan wujud setengah manusia, dan hubungannya dengan Wisnu, seperti yang saya sebutkan di awal.

20171117_130437

Setelah pertunjukan usai, para penonton diperkenankan untuk foto bersama para penari.

2017-11-23-15-47-15-665

20171123_195226

Di jaman socmed, tentu foto-foto bareng penari ini menjadi oleh-oleh paling ditunggu pengunjung. 😆

20171123_194847

Pic by Nicko

Mau foto-foto bareng para penari? Atau mau wefie bareng patung Dewa Wisnu dan Garuda? Makanya..sempatkan mengunjungi ikon wisata Bali yang satu ini. Jangan cuman pas nonton musik EDM, kamu ke GWK, ya! Sekali-kali datang saat tak ada konser musik dan belajar budaya Bali di sana. 😅

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *