Jangan Nilai Hanya dari Satu Postingan, donk!

 

With Dave Morin, CEO & Co Founder Path <3

“Your story is your Path,” – Dave Morin, CEO & Co Founder Path.

Path ditujukan untuk teman-teman terdekat, yang tak akan menilai kita berdasarkan postingan kita. Itulah yang menginspirasi Dave, saat men’cipta’kan Path.

But, LOOK WHAT WE’VE DONE!!

Yang sering terjadi, kita menilai ‘teman’ berdasarkan postingan mereka, kan?! Bahkan meskipun itu di path yang notabene teman dekat, bukan di twitter yang penuh teman bersimbol @, loh. 

Seharusnya teman itu mereka yang memahami kita, yang nggak akan nge-judge kita hanya dari satu postingan saja, atau menggurui hanya karena sekali postingan itu. Seharusnya…teman adalah yang bisa kita percaya. Seharusnya..

Atau kalau memang tidak suka dengan cara hidup kita, ya tinggal unshare path saja. Artinya, memang nggak sepatutnya berteman. Seorang teman pun mestinya paham kapan kita serius dengan postingan kita, kapan postingan itu hanya sekedar bercanda atau hanya sekedar berbagi pemikiran, bukan benar-benar sedang terjadi dalam hidup kita saat itu. Bukan berarti drama kok, kadang hanya sekedar ‘main-main’.

Sayangnya, orang Indonesia seringkali menyalahgunakan fungsi awal suatu social media. Path yang awalnya hanya untuk teman terdekat pun melebar jadi social media untuk teman yang dikenal, karena susah menolak teman (he he), lama-lama tak beda dengan facebook dan twitter. Pun tak beda dengan 9Gag di mana lebih banyak meme daripada postingan personal lainnya. Dan brand pun sudah mulai masuk ke Path, seperti halnya facebook, twitter, dan istragram. Tak sedikit pihak yang diuntungkan memang, tapi banyak pula yang merasa terganggu.

Image preview

Mungkin saja bakal ada fitur ‘Sleep with’ !!
“It would be funny…” – Dave Morin

Path yang awalnya hanya menerima 150 teman pun dirasa kurang dan membesar menjadi 500 teman. Tetapi saat merasakan 500 teman terlalu crowded, mereka mulai teriak kembali minta dikembalikan ke 150 saja, sehingga ada alasan untuk menolak teman, karena sudah full. Apalagi kalau ada tag berjamaah yang bikin terganggu karena cepet bikin lowbat atau notifikasi kita yang lain terkubur karena notifikasi komentar tag berjamaah. Sebenarnya bukan jengkel dengan yang nge-tag, tapi sama yang komentar terus-menerus. Dilemma, kan?

Saya sih masih menganggap Path itu private, makanya teman saya masih sekitar 100-an saja dan siap menolak teman dengan alasan ‘Maaf, Path saya masih private’. Dave Morin pun mengakui teman Path-nya tak lebih dari 250 orang.

O ya, kabar gembira buat yang terganggu dengan tag berjamaah, saya sempat bertanya langsung ke Dave Morin di acara #CloserWithPath, 6 Desember 2014 di studio ANTV lalu. Terima kasih buat teman-teman yang membantu terselenggaranya acara ini, kak Hiro dan Cak Uding :)

“Ya, untag button is our next release!” jawab Dave Morin.

Yayy!!

I’m a lucky girl \o/
Welcome to my twitter land, Dave!

Keuntungan Path itu bisa posting panjang seperti facebook, jadi bisa mengurangi salah paham maksud. Ada yang sudah merasakan kekurangan twitter? Ya, nggak enaknya twitter itu, cuman bisa 140 karakter per pos, sehingga seringkali salah paham dan terjadi tweetwar. Salah satu penyebabnya, belum juga selesai menjelaskan, sudah dipotong komentar kanan kiri tanpa membaca kalimat penjelasan berikutnya. Itu rasanya seperti sedang ngobrol jelaskan sesuatu, tetapi teman kita menyela terus dengan komentarnya yang sok menggurui. Kesel, kan? Jadi nggak mood ngelanjutin, kan? Kenapa nggak didengerin dulu, sih, baru komentar?

Kalau di Al Qur’an, jangan hanya baca satu ayat saja, tapi cari juga penjelasan di ayat yang lain, karena akibatnya bisa salah memaknai ayat, seperti yang sudah banyak kita lihat hasilnya, kalau di twitter, jangan nilai hanya dari satu postingan, donk! Baca juga tweet-tweet selanjutnya dan sebelumnya.

Twitter memang masih tetap yang terbaik untuk menyebarkan info dengan cepat, tetapi juga memiliki kekurangan soal karakter. Bisa menguntungkan, bisa juga jadi boomerang, apalagi kalau menyangkut aib.

Setiap social media memang punya fungsi, keuntungan, dan kekurangan masing-masing. Pandailah memilih medianya, bijaklah memilih lingkungannya, bijaklah memilih ‘teman’ :)

O ya, ada pesan dari Dave Morin buat kamu-kamu yang punya atau pengen punya start up. Menurut Dave, kekurangan orang US itu takut memulai, jadi pesan untuk mereka adalah ‘Start!’ Sementara yang dia lihat, orang Indonesia itu tidak takut memulai, banyak yang sudah berani membuat bisnis start up, jadi pesan darinya: “Stick with it! Don’t quit! Never never never never surrender!”

 

4 thoughts on “Jangan Nilai Hanya dari Satu Postingan, donk!

  1. Menurut gw sih dia harusnya tetep stick dengan 150 atau lebih dikit. Menaikkan jadi 500 sih too much hihi~
    Kecuali emang targetnya buat jualan :P
    Tapi kl begitu lama-lama akan jadi semacam FB juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *