JFW, Indonesia Menang di Etnik

Indonesia boleh kalah bersaing dengan tema modern. Tetapi pada fashion etnik, Indonesia bisa bermimpi menjadi juaranya.

Itulah yang ditekankan oleh Merdi Sihombing dalam conferensi pers-nya di ajang Jakarta Fashion Week 09/10 di Pacific Place Jakarta yang diselenggaran oleh Femina Group dan BRI, 17 Nopember 2009. Ia yakin ke depannya, Indonesia bisa bersaing dengan para perancang kelas Dunia, asal di jalur etnik yang mengangkat budaya khas Indonesia.

Kain khas Indonesia bukan hanya batik, tetapi masih banyak yang belum tergali, salah satunya kain tenun songket dari Kabupaten Muara Bungo Jambi, yang proses pembuatannya sangat rumit, memerlukan rasa sabar yang sangat luar biasa.  merdi mengangkat motif tradisional ini dan mengembangkan serta mengkombinasikannya dengan motif-motif yang diambil dari benda-benda pusaka Sultan Thaha dan leluhurnya, antara lain, sebilah pedang patah tigo, jubah, ikat pinggang, dan stempel sebelah. Penggabungan beberapa teknik, seperti songket, batik, prada bisa dinikmati dengan nuansa emas sebagai salah satu masterpiece. Motif dipertegas dengan menggunakan glitter sehingga efek dimensi terasa nyata.

Pada show yang pertama, Merdi Sihombing menampilkan aneka baju kurung sebagai busana Nasional yang biasa dikenakan para wanita Sumatera yang seolah terlupakan, sebagai padanan songket, batik, dan dipertegas dengan pemakaian aksesoris khas tradisional Jambi.

Show ke-2, Merdi Sihombing terinspirasi oleh pedalaman hutan suaka alam di Jambi, yaitu cara berpakaian wanita suku Anak Dalam/Rimba (Indegenous People’s). Perancang ini menawarkan cocktail dress yang idenya bersumber dari cara berpakaian suku Anak Rimba dan dari bahan tenun songket hanya dengan menggunakan teknik drappery, tanpa harus memotong kain tenun songket sedikitpun. Melalui fashion show bertema ‘Angsa Duo’ ini, Merdi Sihombing telah membuktikan kemampuan dalam bidang fashion dan menunjukkan betapa megahnya Indonesia.

Sementara perancang Sapta yang bermain dengan warna merah pada tiap koleksinya, lebih berani berkoreografi. Pada show kali ini bersama perancang Esmod lainnya, para model yang tampil mengenakan rancangan Sapta, berakting dengan karakter masing-masing sehingga menjadi sebuah Runaway Drama. Tak kalah menariknya adalah Yayasan Jantung Show yang menampilkan ‘Haute Couture for a Good Cause with Harry Darsono, di mana para Duta Besar dan Istrinya didaulat menjadi model dadakan!

Pada show tunggal Ivan Gunawan, selain melihat koleksinya yang modern dan detail khas Ivan Gunawan, penikmat mode juga dikejutkan dengan penampilan dua Diva Indonesia, Mulan Jameela dan Vina Panduwinata. Mereka berdua tampil bernyanyi dengan mengenaka busana rancangan Ivan Gunawan. Selain mereka, tampil pula model multi talenta, Luna Maya, dengan mengenakan busana pengantin karya Ivan Gunawan. Bisa dibilang, show Ivan Gunawan ini paling menghibur karena shownya didukung oleh penonton yang juga selalu menjadi kiblat mode Indonesia, antara lain, Rossa, Zivanna Letisha (Puteri Indonesia), Ahmad Dhani, Ruben Onshu, Indra Bhekti, dan Tompi.

12 thoughts on “JFW, Indonesia Menang di Etnik

  1. Keren banget dah lihat juga add-print nya, tapi sayang blm sempat lihat langsung dilokasi…salute…go go go Indonesia

  2. aduh..keren2 banget? aku paling suka baju traditional dan aku suka sekali dngn batik. melihat karya2 ini aku + cinta karya2 indonesia…majulah trs…thanks

  3. hebat Indonesia,,,
    jangan mau kalah sama bangsa lain,,,
    Indonesiaqu punya berjuta2 ciri khas dan Budaya…
    Ayo cintai budaya Qta n jaga serta lestarikan…
    semangat n Ayo Bangkit…

  4. Sepakat! Bila kita jadi spesialis di bidang fashion etnik, pastilah kita menang dengan banyaknya keragaman yang kita punya.
    Korea dan Jepang dengan bangga mengenakan busana tradisional mereka, kita juga dong!
    Tetap berjuang!
    Indonesia Jaya!

Comments are closed.