JFW, Kasmaran Dengan Indonesia

written by : Leonita Julian

Semakin Indonesia, semakin banyak sambutan!

Mungkin tahun ini memang tahunnya masyarakat Indonesia kembali kasmaran dengan budaya bangsanya. Buktinya di event Jakarta Fashion Week 09/10 hari ke-3, yang berlangsung di Mall Pacific Place Jakarta, 16 Nopember 2009, para perancang menunjukkan kehebatannya mengolah pola menggunakan motif dan bahan-bahan khas Indonesia. Semakin Indonesia, semakin tampak kreatif dan semakin banyak penonton yang berdecak kagum sambil memberikan applause-nya.

Poppy Dharsono, salah satunya. melalui koleksinya, perancang senior ini ingin menunjukkan bahwa sesungguhnya Indonesia kaya akan seni dan budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Melalui tema ‘recapturing Banyumas’, perancang senior ini terinspirasi oleh gaya Banyumas tempo dulu, yang diangkat kembali pada era maa kini dengan sentuhan gaya klasik khas Poppy Dharsono.

Berbeda dengan kain batik lain di Indonesia, batik Banyumas selalu dilukis pada kedua sisi kain. Tradisi ini mengandung filosofi kehidupan yang dalam untuk memberi pesan agar masyarakat Banyumas bersifat ‘cablak’ atau jujur apa adanya. Identitas dari batik Banyumas adalah kecintaan pada kebebasan, penghargaan terhadap nilai demokrasi dan penghargaan pada semangat kerakyatan.

Melalui koleksinya ini, Poppy ingin menunjukkan bahwa batik bukan hanya sekedar produk untuk busana saja, namun melalui batik, masyarakat Banyumas menyatakan pandangan hidupnya. Beragam petuah bijak, nasihat praktis kehidupan sehari-hari hingga watak kebebasan dan demokrasi bisa dibaca di atas selembar kain batik Banyumas.

Selain Poppy, perancang lain yang tampil di event yang diselenggarakan oleh Femina Group dan disponsori oleh BRI ini pun terinspirasi oleh budaya Indonesia.  tuti Adib dengan tema ‘Love Story’ yang terinspirasi dari perjalanan cinta dengan latar belakang perbedaan suku bangsa yang kini berkembang di Indonesia, menggunakan material batik dan brokat dalam rancangannya.

Nieta Hidayani dengan tema ‘The Mistical Beauty of Bali’ menggunakan kain tenun ikat (endek) dan sutera Bali yang dipadu dengan sutera sifon, menghadirkan busana muslim yang eksklusif dan sarat akan pesona Bali. sementara, perancang busana muslim, Ida Ryani, dengan tema ‘Beautiful Nusa Tenggara’, menggunakan kain-kain yang sudah tua, sehingga lebih etnik dan eksotis.

Hari ini saya juga melihat show dari perancang yang kondang dengan kebayanya yang fantastis, Anne Avantie. Ia menghadirkan karya terbaru yang berjudul ‘Kasmaran’, terinspirasi dari budaya Indonesia dengan masyarakatnya yang pluralis, batik Semarang, batik Solo, batik Jogja, batik Lasem, serta batik Pekalongan, disajikan tanpa sekat yang memisahkan. Perpaduan berbagai karakter itu dijahit cantik dengan memanfaatkan motif batik lereng.

Anne mengangkat akar budaya bangsa dengan menambahkan aksesori kulit wayang sebagai sumping untuk melengkapi koleksinya. Menurut Anne Avantie, kebaya kontemporer ini menjadi jembatan yang menghubungkan karakter dan kekuatan etnik Tapak Canting Jawa Tengah. Show ini semakin menarik karena menampilkan para mantan peragawati kondang, salah satunya Arzeti Bilbina.

Hari ini juga ditampilkan peragaan busana tunggal, M by Musa. Perancang Indonesia yang koleksinya sudah Go Internasional hingga ke New York ini menampilkan busana ready to wear. ‘Kemewahan yang terselebung’, begitu Musa menyebut karyanya. Maksudnya, bahwa yang menikmati kemewahan koleksinya ini adalah si pemakai. pemilihan kombinasi bahan, tekstur, dan detail tanpa kilau bebatuan dengan siluet sederhana.

Koleksi M by Musa dalam shownya kali ini bertema ‘Flow (lady) Er 2, menampilkan aura ekspresif kematangan yang terbentuk dari sisi lain kelembutan wanita. Desainnya simpel dengan dekor di pinggiran kain, lays cornelli tiga dimensi, dan desain batu asli Indonesia supaya terlihat beda.

Benar-benar show yang luar biasa dari para perancang Indonesia! Sudah saatnya Dunia melihat pada rancangan Desainer Indonesia! #IndonesiaUnite

19 thoughts on “JFW, Kasmaran Dengan Indonesia

    • Model dadakan salah satunya ya Arzeti itu, surprise.
      Trus hari ini tadi model dadakannya paling bnyak ada ibu2 istri duta besar
      Sayang blog ini bukan blog fashion bro, jadi ga lengkap fotonya
      Thank u ya^__^

  1. keren yah.. aq jg belakangan baru hunting batik banyumasan.. agak susah nyari nya, krn pengrajin nya tinggal dikiiiiit bngt.. masih gmpang nyari batik madura, cirebon, apalagi batik solo, jogja, pekalongan .

Leave a Reply to venus Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *