Kalau Malaysia Truly Asia, Brand Indonesia apa ya?

written by : Leonita Julian

Malaysia dengan ‘Truly Asia’-nya, Singapura dengan ‘Uniquely Singapore’, dan Thailand dengan ‘Amazing Thailand’. Lalu apa destination brand Indonesia?

Visit Indonesia? Hmmm…Sangat-sangat tidak cukup! Ini hanyalah istilah program pariwisata. Semua tempat wisata juga perlu dikunjungi. Tapi apa keistimewaan dan keunikan yang ditawarkan Indonesia?

Malaysia: Truly Asia‘ adalah destination brand Malaysia yang dikenal secara mendunia. Bahkan orang mudah menghafal jinglenya. Ya, setiap ingat brand ini, secara tidak sadar jadi menyanyikan jinglenya juga.

Brand ini pun telah memenangkan lebih dari 25 international creative and marketing effectiveness awards, termasuk pemenang pada ‘Asia’s Best Long-Term Marketing and Branding Campaign’ in Media Magazine’s Asian Marketing Effectiveness Awards yang dilangsungkan di Macau tahun 2008.

Tapi, pertanyaannya,benarkah truly Asia? Kalau diamati, kini bahasa Malaysia mulai terpinggirkan sebagai bahasa nasional. Bahasa Melayu tergantikan oleh bahasa-bahasa asing lain yang dibawa oleh imigran. Is it the truly Asia?

Hey..kita punya bahasa Nasional yang masih banyak digunakan rakyat Indonesia. Kita masih bangga menggunakannya, bukan?

Kita juga masih bangga dengan beragam kebudayaan Indonesia, kan? Paling tidak, kita masih bisa marah ketika banyak kebudayaan asli Indonesia diakui sebagai budaya asli Negara tetangga itu. Sudah sepatutnya kesenian-kesenian yang kita banggakan itu dipatenkan sebagai budaya asli Negara kita.

Di luar pernyataan rela atau tidak rela, sebenarnya apa sih yang menjadi keberhasilan Malaysia?

Destination brand yang diusung Malaysia tidak pernah berubah sejak 1999. Tetap Malaysia, Truly Asia. Intinya adalah brand ini unik, beda dari destination brand Negara lain, dan konsisten!

Sementara di Indonesia, setiap tahunnya, destination brand yang digunakan selalu berubah-ubah, sejalan dengan perubahan pemerintahan.

Apa sih yang dimaksud destination brand?

Menurut Ritchie, J.R. and Ritchie, J.B. (1998), destination brand adalah nama, symbol, logo, atau bentuk grafik lainnya yang mengidentifikasi dan membedakan daerah tujuan (destination); memberi janji sebuah perjalanan yang tak terlupakan yang secara unik diasosiasikan dengan daerah tujuan tersebut; juga untuk mengkonsolidasi dan mendorong terciptanya sebuah memori menyenangkan sebagai sebuah destination experience.

Berbicara mengenai brand berarti kita berbicara tentang pembeda. Apa sih keunikan Indonesia dibanding yang lain? Kalau menawarkan keindahan pemandangan, itu pula yang ditawarkan pariwisata negara lain.

Tetapi, Indonesia memiliki puluhan atau bahkan ratusan dialek, etnik, dan budaya, bahkan dengan 5 agama yang warganya bisa hidup rukun (semoga..).

Itulah yang menjadi pembeda Indonesia!

Pernahkah dengar slogan : ‘Indonesia-The Ultimate in Diversity’?

Ya, itu slogan yang digunakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI (http://www.budpar.go.id/). Sayang, slogan ini rasanya tidak tersiar luas. Orang hanya mengenal program Visit Indonesia year saja tanpa kenal slogan, apalagi brandingnya.

Infrastruktur dan transportasi memang menjadi sebuah masalah yang tidak ada habisnya bagi Indonesia. Bahkan promosi pariwisata pun berujung pada masalah dana yang kecil, jauh dibandingkan dana pariwisata Malaysia (http://www.ina.go.id/).

Namun di balik alasan pendanaan, harus diakui salah satu kekurangannya adalah tidak fokusnya brand positioning dan brand identity Indonesia.

Konsistensi dan komitmen memegang peranan besar dalam keberhasilan branding. Karena keterkaitannya dengan pemerintah, terkadang pergantian pemerintahan RI membuat banyak strategi yang tidak dapat berlanjut hingga akhirnya diputuskan membuat strategi baru oleh pemerintahan yang baru, yang berarti mulai dari nol lagi.

Padahal untuk membangun sebuah brand dibutuhkan waktu yang tidak cepat , dan branding merupakan sebuah proses berkelanjutan dan saling terkait satu sama lain.

Yang tidak kalah penting adalah perilaku masyarakatnya sendiri. Indonesia memang berhasil meningkatkan jumlah wisatawan secara besar-besaran, sayangnya.. bagi Negara lain, alias kontributor wisatawan terbesar bagi Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Bagaimana kita bisa berhasil membranding Indonesia kalau kita sendiri jauh lebih bangga sebagai wisatawan bagi Negara lain ya?

85 thoughts on “Kalau Malaysia Truly Asia, Brand Indonesia apa ya?

  1. Sungguh memukau saya (ihsan) saat membaca isi blog leoni mengenai brand indonesia. Saya yakin dan percaya kita hanya perlu mengumpulkan pejuang2 indonesia modern untuk bisa menyebarkan virus NASEonalisme di indonesia yang tercinta ini. Bangga jadi indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *