Keberuntungan atau Usaha?

 

The fastest thing on earth is not easy to catch!

Really. It’s not just a lucky shots! I use technic.

I challenge you, who are not a professional photographer to capture the F1 car movement with your mirrorless and your ‘standard lens’, especially the movement of the winner, the fastest one (belong to ferrari this year, that red car).

F1 Singapore adalah satu event favorit saya. Selain nonton race dan konsernya, saya juga suka foto momennya. Foto F1 car, misalnya.

Adam Levine, Maroon 5, @ Singapore F1 2015 concert

Pharrell @ Singapore F1 2015 concert

Untuk menangkap gerakan benda tercepat di bumi, seperti gerakan mobil balap atau F1, kita nggak bisa gunakan teknik foto biasa yang sekedar menunggu datangnya mobil, lalu ‘klik’ shutter. Yang ada, hanya foto-foto mobil yang blur yang didapat, karena gerakan mobilnya yang terlalu cepat.

You should follow its movement! Use panning.

Kita harus ikuti gerakan mobil, sampai tiba momen untuk menangkap mobilnya dengan kamera dan membuatnya ‘freeze’.

Capek? Yaa lumayan, intinya, harus sabar dan telaten untuk hasilkan gambar yang mulus! Apalagi kalau saat itu penontonnya lagi crowded banget, bikin gerakan kita tak bebas saat memotret karena menyenggol kanan dan kiri.

 

Filosofinya bisa juga digunakan dalam kehidupan. Eaaa

Nggak beda sama yang mau ngejar mereka yang terbaik atau mereka yang tampak di spotlight.

Mereka di sana bukan karena beruntung saja!

Nggak ada itu namanya keberuntungan yang konstan, atau terus-menerus. Keberuntungan pun butuh banyak usaha, ketelatenan, bakat, dan trik.

Kalau kitanya nggak usaha ngejar, or doing something different, ya..stay aja di tempat, trus yang didapat gak jelas, alias target yang blur.

Ya, saya paling nggak setuju kalau ada yang bilang ‘Aku nggak seberuntung kamu’. I’m not happy with that thought, but I’m grateful 🙂

Istilah ‘beruntung’ itu kurang menghargai. Kalau saya dapat yang saya mau sekarang, atau yang menurut orang lain pekerjaan saya terlalu ‘fun’, pekerjaan impian mereka, banyak have fun dan traveling, ya itu karena saya sudah mengorbankan karir lama, dan memutuskan untuk mencari jalan di karir baru yang sesuai passion dan nggak bikin mengeluh karena tak ada waktu untuk have fun. Bukan karena keberuntungan saja. Jalannya sama sekali nggak mudah kalau dilihat mundur beberapa tahun lalu.

But if they said I’m the lucky one, I’m so grateful. Amen to that 🙂

2 thoughts on “Keberuntungan atau Usaha?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *