Kecelakaan dan Diskriminasi itu..(2)

written by : Leonita Julian

Di antara reruntuhan mereka masih dapat bercanda,

Di antara puing-puing, anak-anak kecil itu masih tetap bermain,

Jiwa pedagang membuat mereka berjuang,

Penderitaan membuat mereka saling bergandengan tangan.

Hi! kembali bertemu di my journey, cerita perjalanan saya sebagai wakil IndonesiaUnite dalam pengiriman bantuan untuk korban gempa 7,6 SR di Padang Pariaman. Artikel ini adalah bagian ke-2, bagi teman-teman yang belum membaca kisah perjalanan saya, bisa baca dulu postingan ‘Bencana Itu Sudah Diprediksi, Kecelakaan Itu Memang Terjadi’ (klik di sini).

Tampak normal, itulah kondisi seminggu pasca gempa di Padang Pariaman. Banyak pegawai sudah mulai bekerja, para pedagang kecil tetap berdagang, anak-anak sekolah pun mulai kembali sekolah. Itulah yang membuat saya kagum dengan Padang Pariaman.

‘Jiwa Pedagang’, stereotype yang sering ditujukan untuk orang Padang ini ternyata menjadi nilai positif saat pasca bencana. Meski trauma masih membayangi, dagangan jalan terus, bengkel harus buka.

Salah seorang teman yang terbiasa menjadi relawan bencana mengatakan, penduduk Padang Pariaman ini bagus dalam menghadapi bencana, karena warganya rajin dan mau bekerjasama dengan relawan. Ya! Semangat bekerja, berdagang dan bekerjasama inilah yang membuat Padang Pariaman cepat bangkit dari kehancuran, sehingga diprediksi rehab di sini akan lebih cepat dari perkiraan.

Oh ya, saya ingin meluruskan rumor yang beredar tentang diskriminasi terhadap kampung Pecinan. Rumor itu tidak benar! Yang terjadi bukan diskriminasi, tetapi salah paham. Parahnya kesalahpahaman ini semakin melebar karena media menggembar-gemborkan topik diskriminasi.  Ya I know, bad news is good news for media, tetapi negara kita cukup sensitif dengan masalah itu.

Seharusnya media jadi sarana untuk menghangatkan suasana bukan semakin memperpanas.

Jadi ceritanya, warga kampung Pecinan mendapat banyak bantuan dari komunitasnya sendiri (Cina). Nah, warga sekitar beranggapan bantuan ini berasal dari Pemda, sementara warga di luar kampung Pecinan belum mendapat bantuan itu. Hal ini membuat sedikit konflik karena persoalan iri. Dan yang memicu berita diskriminasi adalah karena oknum Pemda terlalu menganggap warga kampung Pecinan mandiri, dalam arti tanpa bantuan dari Pemda pun mereka sudah mendapat bantuan dari komunitasnya, sehingga Pemda melewatkan kampung Pecinan dalam pembagian bantuan. Ini yang membuat warga kampung Pecinan merasa didiskriminasikan.

So, intinya adalah salah paham dari ketiga pihak!

Kembali ke persoalan truk bantuan IndonesiaUnite. Apa yang terjadi dengan truk fuso ke-2 itu?

Sabtu, 10 Oktober 2009, setelah Maghrib, saya mendapat berita mengejutkan. Telepon yang memberitakan bahwa truk kita terguling!! Oh Gosh!

Panorama dua, jalan sebelum masuk Indarung, memang sangat curam berkelok, dan seram kalau malam (karena lebih gelap tentunya! huehue..). Sering terjadi kecelakaan di situ, terutama bila drivernya belum menguasai Padang. Salah satunya, truk kita!

Sudah ada kerumunan massa dan polisi di sekitar truk terguling itu, dan dua truk stand by yang digunakan untuk mengangkut barang bantuan yang masih bisa diselamatkan. Truk terguling itu kondisinya sudah rusak terbelah dan barang-barang bantuan berserakan keluar truk. Sebagian lagi masih di dalam truk, tetapi isinya semburat keluar dari dusnya masing-masing.

Para petugas dan polisi itu hanya berdiri mengamati evakuasi barang bantuan. Hasilnya 2 karung beras mereka bawa. Ough, ini memperpanjang daftar keburukan bapak-bapak deh!

Lalu siapa yang evakuasi barang bantuan IndonesiaUnite dari truk terguling ke truk baru?

Mereka adalah tim Pemuda Mujahidin. Salut deh dengan cara mereka bekerja. Satu per satu ‘ribuan’ baju layak pakai, bahan makanan, dan ‘ribuan’ botol air mineral yang semburat dari dusnya dioper ke truk baru. Gerakannya cepat dan susunannya pun rapi!

Yang membuat saya kagum lagi, di antara petugas dan massa yang mengambil barang bantuan kita tanpa pemberitahuan, pemuda Mujahidin, masih sempat meminta ijin untuk mengambil susu kaleng dan keju yang terlempar di rerumputan basah.

Pelajaran, di manapun kita berada, kita akan membawa nama kita dan komunitas kita. So, watch your behave, guys! or someone will write it down!

Yap, selama dua hari, pekerjaan saya berhadapan dengan ribuan baju, ribuan air mineral botolan, dan bantuan-bantuan lainnya, seperti bahan makanan, mainan, pembalut, selimut, dll. Pemandangan ini sempat membuat desperado. Ini artinya, saya harus memilah-milah bahan makanan mana yang masih layak disumbangkan dan mana yang tidak karena remuk, dan melipat ribuan baju yang sudah semburat dari dusnya!

Gosh, kapan ini akan selesai? It’s mean..saya harus spend time lebih panjang di Padang.Yang membuat saya semangat adalah melihat baju anak-anak yang lucu-lucu dan bagus. Yah, teman-teman donatur sudah ikhlas untuk menyumbang, para korban pun sudah menunggu bantuan ini. Untunglah, selama dua hari merapikan bantuan ini, saya dibantu teman-teman relawan dari RAPI Padang, Pronews FM, Warna FM, dan teman-teman dari Trisakti. Thank’s a lot, guys!

Tanggal 11 Oktober 2009 malam, barulah saya berangkat ke Pariaman. Teman-teman dari RAPI Sumbar sudah sangat mengenal wilayah Pariaman, khususnya menunjukkan desa mana yang parah dan kurang terekspose media, sehingga tidak menghabiskan banyak waktu untuk survey.

Malam itu kita menuju Sungai Geringging. Begitu kita datang, warga mengerumuni mobil kita. Untung mereka bisa diajak bekerjasama. Warga membantu menurunkan bantuan untuk diserahterimakan kepada Pak Muhammad, Lurah Sungai Geringging. Beliau pula yang mengantar kita berjalan menyusuri desa, melihat sikon pasca gempa.

Banyak rumah warga yang retak atau roboh sebagian, atau bahkan rata tinggal lantai akibat G 30 S PPI (Gempa 30 September Padang Pariaman Indonesia). Jarum jam sudah menunjukkan angka 10, tetapi warga banyak yang belum tidur. Mereka masih bercengkerama di depan rumah. Beberapa pelataran rumah dijadikan angkringan dengan penerangan lampu petromak. Senang mendengar tawa mereka di antara trauma yang pasti masih ada.

Baru keluar dari lokasi itu, tiba-tiba mobil kita dihentikan oleh dua pria kekar bersepeda motor. Duh, deg-deg an. Ada apa lagi nih??

Ikuti cerita selanjutnya yaa.. bagian ke-3, yang terakhir (klik di sini). Siapa dua pria itu?

17 thoughts on “Kecelakaan dan Diskriminasi itu..(2)

  1. Pingback: Bencana itu Sudah Diprediksi, Kecelakaan itu Memang Terjadi | Leonisecret

  2. Pingback: Twitted by rikikuya

  3. wow salutation dech, pasti semua amalnya diterima, mmg dalam keadaan seperti ini manusia jd terbuka topengnya masing2, dulu waktu gempa jogja banyak penduduk yang menerima bantuan bahkan turut membantu distribusi sampai kedesa2 tetangga, pernah juga isi 2 truk diambil oleh pria2 berseragam hijau kamuflase bersenjata api lengkap (senjata full otomatic laras panjang dan sepertinya bukan mainan), alasannya mo membantu distribusi (ah yg benar saja). dicegat penduduk dengan senjata tajam, akhirnya kami mengirim bantuan dgn mobil2 biasa bertuliskan mobil jenazah ha3 (yang ini tokcer), ada juga slh satu parpol kerjanya keliling bantul berbendera lengkap dengan pick up isi bingkisan penuh tp tdk pernah dibagikan, mobil bantuan ditahan petugas karena kecelakaan (pdhl sudah damai dengan yg tabrakan) dan harus bayar ini-itu, hemmm yg ptg kita ikhlas meskipun mengelus dada, ono2 wae

  4. beruntung pulalah orang2 yang dengan sabar mengurusi dan membantu mereka dengan ketar-ketir. wadew, kakak hebat berarti! 😀 mau tnya:: karakteristik mereka kyk apa sih? ap sk mrh2 gmn gt?

  5. mbak leoni, baru sempet baca psotingan untuk padang pariaman sekarang. salut banget sama ke aktifan dan pengorbanan yang udh di tunjukan semoga diberikan balasan sama yg di atas lebih besar berkali2 lipat. tulisan oke banget menarik keep on posting .. mba kalo ada pertemuan untuk indonesia united kabarin aku yaa. mau ikut juga , thank you . salam sukses yaa

  6. Pingback: Sebotol Air Mineral itu Jadi Rebutan(3) | Leonisecret

  7. ehhmhm……cerita yang mengharukan…..yang lebih haru lagi….yang mendampingin truk itu teman saya…..sungguh beruntung meraka yang di dalam truk tersebut….ingin lihat foto2 truk terguling tersebut…kami ada 🙂

    regards,
    putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *