Kenali Personal Branding, Jadilah CEO Bagi Dirimu!

written by : Leonita Julian

 

‘Who Knows You?’

Sudah bukan jamannya lagi kita menanyakan, “Siapa yang kita kenal?”

Sekarang adalah saatnya kita bertanya, “ Siapa yang mengenal kita?”

 

Apa yang terlintas dalam benakmu bila disebutkan nama Albert Enstein? Bill Gates? Mark Zuckerberg? atau Tukul? Tika Bisono? Baby Jane Aditya?


Jika jawabannya saya random, masih bisa menjawab?

Pelawak, facebook, ilmuwan yang jenius, aktivis AIDS, Microsoft, dan psikolog.

Ya, sebagian besar dari pembaca pasti sudah mengenal mereka, bukan? Alasannya, karena mereka telah memiliki branding yang kuat. Apa sih yang dimaksud brand atau branding?

 

Brand adalah sebuah nama, istilah, simbol ataupun hal lain yang dapat menjadi sebuah identitas. Brand dapat membedakan kita dengan orang lain yang memiliki keahlian serupa.

Dalam bukunya “ The Brand Called You” (2005) Peter Montoya menyatakan bahwa Branding adalah mempengaruhi. Branding adalah proses menciptakan sebuah identitas yang dikaitkan dengan persepsi, emosi, dan perasaan tertentu terhadap identitas tersebut.

 

Sementara, Personal Brand adalah merek kita. Sebuah personal brand adalah kekuatan kita. Semakin kuat nilai dari brand yang dimiliki, semakin besar pula kekuatan kita.

Saya coba menjelaskan bagaimana kita dapat membangun personal brand. Tidak perlu mahasiswa komunikasi atau marketing untuk memahaminya, I think, let me begin :

1. Personal Brand is about perception and hope

Personal Branding bisa diartikan persepsi atau emosi yang dimiliki seseorang mengenai kita. Personal branding dapat juga diartikan harapan yang tercipta dalam pikiran audien sasaran. So, cari keunggulan atau kualitas yang sudah diakui, paling tidak oleh komunitasmu atau nilai-nilai yang menurut orang lain dimiliki olehmu. Mulailah dari pengakuan yang kecil itu.

Atau, kenapa tidak kita ciptakan sendiri persepsi itu? Menciptakan personal brand berarti pula mempengaruhi cara orang lain memandang diri kita. So, bangun persepsi positif tentang dirimu.

2. Find your strength and passion!

Personal branding mampu memperlihatkan keistimewaan dan keunggulan kita dalam bidang tertentu. Personal branding adalah cerminan dari kemampuanmu, keunggulanmu, serta reputasimu. So, carilah apa yang menjadi bakat, minat, atau keahlianmu. Bisa dimulai dari mengingat penghargaan-penghargaan yang pernah kamu dapat mungkin? atau bidang yang sedang kamu tekuni?

3. Be Unique, be different, be skilled?

Percayalah bahwa setiap orang itu unik. Keunikan itu menjadi modal dasar membangun personal brand yang kuat. Kembangkan keunikan itu secara tepat, maka kita akan terlihat otentik, berbeda dengan yang lain dan menjadi menarik.

Apa yang membedakan Tukul dengan pelawak lainnya? Mereka sama-sama bisa mengocok perut, tetapi justru karakter Tukul yang tampak ‘ndeso’ itulah yang menjadi kekuatannya. Padahal kalau kita mengenal sosoknya, kita akan kagum dengan kecerdasannya sebagai entertaint loh! Atau ‘jeng Kelin’ yang berhasil dihidupkan oleh Nictagina dengan karakter jengkelinnya?

Atau bila kita masih kesulitan menemukan keunikan kita, tidak ada jalan yang lebih ampuh dalam mempromosikan personal brandingmu , selain dengan menunjukkan dirimu adalah seorang ahli di bidangmu. Misalnya, dengan menulis artikel yang menunjukkan pengetahuan yang luas dalam bidang yang kamu tekuni.

4. Be honest and build the positive one

Tidak harus punya bakat dan keahlian. Karakter kita bisa menjadi tool kita. Bangun brand yang membuat kita dikenal sebagai orang yang terbuka, ramah, dan suka membantu, misalnya. Kita tidak ingin dikenal dengan karakter yang buruk, bukan?

Contohnya, Mother Theresa yang dikenal sebagai penolong orang miskin dan berkepribadian layaknya orang suci.

Tentu saja ini harus dilakukan dengan tulus dan jujur, karena bila kita memaksakan diri untuk me-make up kepribadian kita, cepat atau lambat orang juga akan mengetahuinya.

Personal branding adalah bagaimana kita bahagia dengan diri kita. Fokus pada bahagia dalam membantu orang lain dan yakinlah kamu akan membangun personal brand yang positif. Jujurlah pada diri kita dan komunitas kita, be consistent!

5. Grab your chance and challenge!

Satu yang penting dalam membangun personal brand adalah berani mengambil berbagai peluang dan tantangan. Ada tantangan tentu harus berani ambil resikonya. Resiko? Di awal membangun personal brand akan dibutuhkan banyak waktu untuk berkonsentrasi pada bidang yang kita minati atau karakter yang kita bangun. Sebagian harus mengorbankan profesi awalnya dan 100% terjun ke bidang yang diminatinya, jika brand yang diinginkan berkaitan dengan suatu keahlian tertentu.

6. Promote yourself!


Punya personal brand yang jempol saja tidaklah cukup. Kamu harus membuat orang lain tahu bahwa kamulah pemiliknya. Sayangnya, masih banyak dari kita yang malu mempromosikan diri kita. Masih ragu dengan kemampuan kita. Misalnya, kita punya kemampuan menulis, karena kita tidak yakin dengan kemampuan kita sendiri, akhirnya tulisan itu tidak kita promosikan, tidak terbaca oleh orang lain, atau hanya untuk konsumsi pribadi. Coba seandainya kita promosikan tulisan ini dan ternyata ada editor, penerbit, atau pencari bakat (emangnya artis?hehe) yang membaca tulisanmu, mungkin saja bisa mengubah nasibmu, who knows?

7. Don’t Wait!

Mulailah membangun personal brandmu sekarang juga. Jangan ditunda lagi. Tentu saja membangun personal brand bukan hal mudah. Tidak pula instan. Dibutuhkan kerja keras, pembelajaran, dan hasrat untuk menjalaninya. Yang pasti butuh ketelatenan yang luar biasa. Semakin dini membangun personal brand semakin bagus, bukan?

8. Share It!

Suatu personal brand diciptakan untuk dibagi, bukan untuk ditimbun.Ini adalah asset yang akan semakin berkembang bila makin banyak digunakan, terutama untuk menolong komunitasmu. Semakin banyak digunakan untuk membantu, maka akan semakin kuat brand itu dan semakin dikenal.

9. Be patient!

Tidak ada keberhasilan instant! Di antara banyaknya kompetisi bakat yang bisa membuat orang jadi beken dengan instantnya, sepertinya kita perlu tanamkan pengertian bahwa tidak ada keberhasilan instant. Semua butuh ketekunan, ketelatenan, dan kerja keras. Pemenang kompetisi bakat di TV pun akan cepat tenggelam bila tidak pandai-pandai mempertahankan reputasi dan meningkatkan bakatnya.

Personal brandingpun butuh waktu, dari saat membangun hingga akhirnya dikenal khalayak, kecuali kita punya satu faktor, luck! Seorang Iwan Fals saja butuh waktu panjang dan hidup yang tidak mudah hingga memiliki banyak penggemar seperti sekarang.

10. Be CEO of yourself!

You are the CEO of your self. How come? Karena kita pribadilah yang mampu mengembangkan dan mempertahankan personal branding itu. Segala reputasi, citra dari personal brand ini bergantung dari diri kita. Kendali ada pada kita. Kita adalah pelaku, creator, pengembang, public relation, dan marketing officer bagi personal brand kita.

So, build your personal brand, then let them say..hey..I know You!

42 thoughts on “Kenali Personal Branding, Jadilah CEO Bagi Dirimu!

  1. pertamax ndak ya
    @10. Be CEO of yourself!
    Kita adalah pelaku, creator, pengembang, public relation, dan marketing officer bagi personal brand kita.
    wah borongan donk,tapi itulah yang saya alami dalam menjalankan bisnis online,ya begitulah kita harus jadi CEO bagi kita sendiri

    • iya bro..maju atau tdknya bergantung dari kitanya kan? so..pinter2nya belajar jadi pemimpin buat diri kita, memanajemeni diri kita juga…nasib ke depannya berawal dari kita juga..akan lebih mudah kalo personal branding kita kuat coz orang sdh kenal kualitas kita jd blognya selalu jadi tujuan utama.
      Makasii Tri…good luck buat bisnis on line-nya ya!

  2. Artikrl bagus untuk motivasi………..so pertanyaannya skrng, apakah Anda telah menemukan personal branding Anda sendiri….? klo dah dpt info yh…………

    • nah..baca deh artikel2 saya di blog ini Hery..plus..S2 saya di bidang apa…pasti ketemu benang merahnya..di situ jawabannya..(it’s all about communication, personal branding, image building, n Gen Y)
      n promosi dah jalan kan? buktinya temen2 dah baca..termasuk Hery..
      plus saya jg dah pernah dpt kerjaan tulis-menulis krn ngepost2 di fb..hehe
      tq Hery

  3. wiih.. berasa kaya baca salah satu rubrik di majalah Femina pas saya masih SD dulu 😀

    terstruktur banget dan sarat informasi.. two thumbs up mbak 😀

    Jaman sekarang kalo ga punya personal branding emang rugi, teknologi informasi uda sedemikian pesat, ruang bernarsis ria juga uda banyak.. tinggal branding yang bisa memberi kita sebuah pembeda dengan individu yang lain, sip banget tipsnya mbak 😉

  4. bener tuh.. banyak orang yang merasa bangga kalau mengenal seseorang, misal, pas dijalan.. trus tiba2 nyeletuk “eh.. kayaknya aku kenal dia la.. sapa ya…” saya kurang suka orang seperti itu, seperti ingin dianggap kalau dia mengenal banyak orang/orang banyak yang mengenal dia. Kalau saya, orang gak nyapa saya, saya juga gak nyapa dia. gitu aja, kecuali memang orang yang saya kenal betul..
    jadi curhat ni ya.. hahaha

  5. Pingback: Membangun Personal Brand Seperti Mempertahankan Cinta? | Leonisecret

  6. Personal branding akhir2 ini dekat dengan narsisme yang membuat pertumbuhan dunia online berkembang pesat, maka munculah istilah ” web 2.0 dan istilah Narsis Is The Best, semoga kesadaran mengolah Personal Branding individu dengan baik membuat kemajauan SDM dalam negeri menuju ke arah positif, akan terlahir CEO2 yang Unggul dari negeri tercinta kita Indonesia, majulah dunia online di Indonesia

    • iya.itu tergantung kedewasaan pribadi masing2 bro.
      narsis asal positif sih oke2 aja..
      apalagi kalo kenarsisannya bisa membuat org terinspirasi..
      yuup..kita berharap saja semoga semakin banyak pribadi/SDM yang mampu mandiri dan unggul !
      tq Endjah!

  7. Hehehehhe…. Seperti yg sudah gw ungkapkan di FB, gw suka banget ma artikel2 lw…. Pastinya gw akan terus membaca artikel2 lw dan menurut gw, lw sudah berhasil mempersonal brandkan diri lw sebagai seorang blogger….

    Keren2, keep writting!!

  8. pencerahannya bisa menggelitik, thx leo ;p
    walo personal branding gw dah coba utk klien dan buat gw jg tp kayaknya blm maksimal deh. hehe

    • sdh coba pembedanya? coz differensiasi tuh penting bgt. tp sering dilupakan. misal: bnyak EO, tp apa bedanya EO kita dg yg laen?
      n promo. kalo buat diri kita, narsis (yg positif) n eksis itu penting..hehe
      tp yg perlu diingat jg..personal branding butuh waktu.telaten itu sgt2 penting

      good luck with your business Jeff.thanks for visiting

  9. nice article… I think you’re the smart one… hehehehe…
    tul bgt tuh… personal branding emang sgt diperlukan di masa skrg yg so kompetitif. Self presentation adalah salah satu jendela agar org lebih mengenal kwalitas,kapasitas, dan kapabilitas yg ada dlm diri kita. Dan aq pikir utk proses pembelajaran tentang personal branding akan lbh baik jk hal ini didukung dgn 3 area pengembangan diri meliputi : area cognitive(pengetahuan), area afektif(sikap) dan area psikomotorik(tindakan). Mungkin hasilnya akan lebih sempurna……. anyway… I like ur article…. so.. lets continue

    • hehe..thanks a lot Arieff..

      iya memang..pengetahuan itu pasti wajib ada..karakter kita bisa dibentuk tp tdk bisa membohongi publik..dan tindakan kita lah yang menentukan keberhasilannya..
      good luck!

  10. Pingback: Kenali Personal Branding, Jadilah CEO Bagi Dirimu! - Kaskus - The Largest Indonesian Community

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *