Kisah Magis di antara Indahnya Upacara Melasti

FB_IMG_1506226094229

Tak pernah membayangkan bakal menghabiskan waktu di Bali saat Nyepi. What should I do there? Itu yang terpikir bila berlibur di Bali tanpa listrik, tidak boleh keluar rumah, dan pastinya tidak boleh berisik. Warga Bali saja banyak yang berbondong-bondong ke luar pulau untuk berlibur. Tapi ternyata Nyepi dan segala ritualnya membawa kesan tersendiri tentang budaya Bali yang magical, hal yang saya kagumi dari Bali.

 

Jadi ceritanya, saya mendapat undangan untuk meliput Festival Ogoh-ogoh di Banjar Sawangan, Sanur, Bali, yang berlangsung tanggal 8 Maret 2016, dalam rangka memperingati hari raya Nyepi tahun Çaka 1938. Saya berangkat menuju Bali tanggal 6 Maret 2016 demi mengabadikan upacara Melasti yang berlangsung sore harinya.

FB_IMG_1506226083615

Sungguh banyak cerita yang bikin jantungan di awal perjalanan ini. Mulai dari ketinggalan pesawat karena ATM hilang, terpaksa beli tiket baru, menunggu lama di bandara, dan lainnya, yang bikin sampai di Bali mepet banget dengan berlangsungnya upacara Melasti. Bayangkan, upacara dijadwalkan jam 4 sore, dan pesawat baru landing jam 4 pula.😰

Dag dig dug, takut nggak dapat kesempatan mengabadikan moment magical macam upacara Melasti. Kakek saya orang Bali, keluarga di Bali, tetapi baru kali ini waktunya bisa pas untuk menyaksikan momen indah ini.

Saya dijemput bli Gobang dan rekannya yang juga panitia acara. Mereka sudah menyiapkan kebaya Bali untuk saya pakai saat memotret upacara. Untunglah kebayanya pas sama badan saya yang mungil!😁

Dan ternyata jadwal upacara Melasti di pantai Segara, Sanur, pun juga mundur sehingga tidak terlambat mengikuti dari awal 😁

FB_IMG_1506226102159

Saya menuju pantai bersama bli Gobang, dengan mengenakan kebaya putih seperti layaknya perempuan Bali yang sembahyangan, dilengkapi lilitan selendang berwarna hijau melingkar di perut, dipadu dengan kain jarik berwarna coklat terang.
Pantai Segara sudah dipenuhi oleh warga Sanur dari berbagai banjar yang duduk berjajar menghadap pantai. Mereka umumnya datang bersama keluarga karena ini ritual istimewa. Di sini saya bertemu bli Tozan, Teruna banjar Semawang yang mengundang saya, dan Imel dari Kompas TV.😘

20160731_165553Ritual Melasti ini kegiatan penyucian diri menjelang Hari Raya Nyepi tahun baru Saka yang ditandai iring-iringan warga berpakaian adat membawa “Pratime” menuju berbagai pantai.

Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu memang menjalani sejumlah ritual khas yang hakikatnya sebagai upaya penyucian diri dan lingkungan sekitar. Pada 2-4 hari sebelum Nyepi, masyarakat menyucikan diri dan perangkat peribadahan di pura melalui Upacara Melasti.

IMG_20170925_113523

Ritual Melasti tidak hanya di pantai Segara saja, tetapi berlangsung di beberapa pantai di kawasan Bali dengan jadwal yang berbeda-beda. Kegiatan penyucian ini melibatkan ratusan warga dari puluhan banjar atau dusun dalam satu desa adat, sehingga semarak dan menarik perhatian wisatawan.

20160801_173942

O ya, pratime atau pratima itu benda lambang pemujaan di setiap pura dari masing-masing banjar yang disucikan atau disakralkan, disertai berbagai perlengkapan seperti canang, umbul-umbul, payung, dengan iringan tetabuhan seperti musik tradisional bleganjur.

20160731_165856

Pratime yang dibawa oleh warga diletakkan di atas meja berbentuk seperti altar yang menghadap ke laut lepas, dan umat Hindu Sanur duduk rapi di depan altar tadi. Pantai Segara jadi tampak serba putih karena dipenuhi umat Hindu yang mengenakan baju adat putih untuk sembahyangan. Beberapa pemuka bertugas mengatur pratima. Saya sempat mendekati altar yang penuh aroma dan asap dupa itu untuk mengambil gambar dari dekat, melihat kesibukan mengatur canang.


Setelah warga terkumpul, seluruh umat Hindu Sanur hening melakukan sembahyang dipimpin oleh seorang pemangku. Begitu heningnya, sesekali suara air laut di pantai Segara yang tenang dan kicauan burung melatari ritualnya.

Upacara ini ditutup dengan ritual menyelupkan kaki ke perairan pantai sebagai simbol penyucian agar pelaksanaan Hari Raya Nyepi berlangsung tenang dan damai.
Ritual penyucian meliputi dua hal, yakni “bhuana agung” atau alam semesta dan “bhuana alit” yang diterjemahkan sebagai jiwa raga. Selesai ritual menyelupkan kaki ke pantai, mereka secara tertib berjalan beriringan meninggalkan pantai menuju pura banjar disertai dengan tetabuhan. Iring-iringan inilah yang menarik untuk difoto.😍

Sayangnya sore itu mendung, sehingga kurang bagus untuk foto. Kurang dapat efek langitnya dan cahayanya. Hehe😝

Sambil berkebaya begitu, saya pun sampai lari-lari demi mengejar mengabadikan iring-iringan yang pergerakannya cepat ini. Hehe😁

FB_IMG_1469966931001

Upacara Melasti ini dilengkapi dengan berbagai sesajian sebagai simbol Trimurti, 3 dewa dalam Agama Hindu, yaitu Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma.
Juga ada Barong Landung yang merupakan simbol keselarasan, cinta kasih, dan keabadian.

FB_IMG_1506315276476

Karenanya dibuat berpasangan, laki dan perempuan.
Ini juga merupakan penggambaran nenek moyang di Bali, yaitu raja Bali terdahulu, Sri Jaya Pangus yang menikahi Putri saudagar keturunan tionghoa bernama Kang Ching Hui.
Mereka tetap saling mencintai sampai akhir hayat mereka. Mereka tewas dibakar api abadi dari Dewi Danu, istri ke-2 dari Sri Jaya Pangus.

IMG_20170925_113548

Kisah ini jadi asal usul munculnya uang kepeng (koin yang berlubang) dengan tulisan Bali kuno dan China di kedua sisinya, melambangkan cinta mereka yang tidak terpisahkan.

FB_IMG_1506226078945

Iring-iringan berakhir di pura banjar Semawang dan disambut oleh tari-tarian.
Memotret iring-iringan ini lumayan capek tapi worth lah, ya. Ini pengalaman pertama saya mengikuti indahnya upacara Melasti dan pasti bukan yang terakhir. Bahkan selama perjalanan ini, saya mengikuti dua upacara Melasti 😊

FB_IMG_1469966917939

Sebelum Sanur, desa lain yang turut melaksanakan upacara melasti di tempat yang sama pada hari yang sama adalah Desa Adat Renon. Yang unik, desa ini merupakan (mungkin) satu-satunya desa di Bali yang tidak merayakan pengrupukan dengan membuat Ogoh-ogoh, karena konon katanya Ogoh-ogoh yang dibuat biasanya berpindah tempat atau bergerak secara gaib. 😱😨

IMG_20170925_113531

Paling santer terdengar adalah cerita di mana Ogoh-ogoh di desa itu entah bagaimana ceritanya bisa berpindah tempat ke setra (pekuburan/tempat upacara ngaben) di desa itu. Karena peristiwa inilah di desa itu tidak pernah dibuat Ogoh-ogoh lagi.

Waaah, serem-serem seru, yak😱

O ya, masih banyak cerita pengalaman seru lainnya menjelang Nyepi, loh. Masih ada kelanjutan di artikel berikutnya. Kali ini tentang serunya Festival Ogoh-ogoh di Sanur! 🙌

Jangan ketinggalan ya 😉

One thought on “Kisah Magis di antara Indahnya Upacara Melasti

  1. Pingback: Serunya Festival Ogoh Ogoh dan Ritual Menjelang Nyepi | Leonisecret.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *