Kita Lebih Beruntung Dari Mereka

// August 29th, 2009 // social critisizm

Mestinya kita malu kalau masih mengeluh, mestinya kita sungkan kalau masih merasa kurang. Buka mata, buka telinga. Lihat sekitar kita. Masih banyak yang lebih tidak beruntung dari kita.

Kenapa saya yakin, teman-teman lebih beruntung? Karena dengan membaca blog ini, berarti teman-teman masih punya kelebihan duit untuk membayar tagihan internet provider, masih bisa membayar pulsa telepon, atau paling tidak masih bisa menyisakan sedikit uang untuk browsing di warnet.

Sementara, di luar sana, banyak warga yang belum melek internet karena tidak memiliki sisa uang. Jangankan sisa, untuk biaya hidup sehari-hari saja tidak cukup, apalagi untuk sekolah dan internet.

Hari ini saya melihat dua kenyataan, entah apa emosi yang ada bila saya yang mengalami. Yang satu anak-anak kecil yang menderita kanker (C3), tetapi mereka masih bisa bernyanyi dengan riang, yang satu para warga yang menjadi korban kebakaran Palmerah. Sekitar 50 rumah hancur terbakar. Then I said, Oh God, lucky me! I’m not one of them!

Meski sangat pas-pasan secara materi, saya masih bisa browsing internet, masih bisa gaul, bahkan masih bisa membiayai pendidikan S2 saya.

Percayakah kamu, bahwa Tuhan melihat amal baik kita? Saya salah satu yang pernah merasakan keajaibannya.

Beberapa tahun yang lalu, saya keluar kerja karena perusahaan di mana saya bekerja sedang tidak sehat sehingga harus merumahkan karyawannya. Ada saat saya hanya memiliki sedikit uang. Uang sejumlah Rp 100.000,- . Hanya itu yang saya miliki selama 1 bulan. Of course karena saya tidak memiliki penghasilan lagi, kan..

Hari Jum’at, saya jalan-jalan ke mall hanya berbekal uang seratus ribu itu. Tentu saya tidak berniat membeli barang, just windows shopping menghilangkan penat. Then, saya melihat ada kios kecil yang menawarkan pendaftaran untuk menjadi Orang Tua Asuh. Man, ini keinginan saya dari dulu, menyekolahkan anak fakir miskin!

Saya bingung, bolak balik mengitari lokasi kios itu. Yang terpikir, bila sayamendaftar Ortu Asuh, saya tidak punya uang lagi. Tapi, di sisi lain, kalau saya minim materi, pasti masih ada orang tua, saudara, atau teman yang akan membantu, bagaimana kalau mereka? Belum tentu!

Akhirnya saya putuskan untuk mendaftar sebagai Orang Tua Asuh. Uang saya memang habis. Tetapi apa yang terjadi? Tidak sampai seminggu saya mendapat telepon dari Manager sebuah Bank Swasta yang menawari saya pekerjaan. Bahkan saya sudah lupa kapan saya kirim CV-nya. Tuhan tahu apa yang kita lakukan, teman.

Ada lagi cerita nyata dari tetangga saya. Beliau sedang bangkrut. Sangat bangkrut, harta bendanya pun terpaksa dijual untuk menutupi hutang-hutangnya. Tetapi, beliau masih ingat untuk beramal, sisa uang yang ada beliau sumbangkan ke masjid.

Apa yang terjadi? Seminggu kemudian beliau memenangkan undian rumah 1 M!!!

Kita masih sangat beruntung bisa facebook-an, twitter-an, ngobrol di kaskus,melihat video di youtube, ngerumpi di YM dan BBM. So, saya mengajak teman-teman, janganlah merasa berat untuk beramal, karena amal adalah tabungan untuk ke surga. Dan kita tidak akan mengira balasan apa yang kita terima dari Tuhan.

Hari ini saya mengajak teman-teman untuk bersama-sama IndonesiaUnite menyumbangkan sebagian harta kita untuk para korban kebakaran Rawa Bebek (lihat status FB IndonesiaUnite! klik di sini) atau menyumbang dana atau tenaga kita untuk adik-adik kita penderita kanker di C3 (klik di sini).

Lakukan apa yang kita bisa. Bersama-sama, sedikit demi sedikit akan menjadi bukit. Kalau kita melakukan kebaikan, maka kebaikan yang akan mencarikan jalan untuk kita.

Kita mungkin lebih miskin harta dari beberapa yang lain, tapi kita bangga kalau lebih kaya hati. Ingat, kita masih jauh lebih beruntung dari korban-korban yang saya sebutkan tadi. Bersyukurlah!

Think twice, there’s just another day for you, and it’s called Paradise!

28 Responses to “Kita Lebih Beruntung Dari Mereka”

  1. dita.gigi says:

    setujuu…. mama saya selalu mengatakan, jangan lupa menyisihkan sebagian dari uang yang kita miliki karena itu bukan hak kita, melainkan hak orang2 yg lebih membutuhkan.

    jangan takut kekurangan, justru dengan membersihkan harta kita (berzakat, bersedekah, berinfak) justru kita akan diberikan lebih banyak lagi oleh Allah SWT.

    :)

  2. triyanto says:

    Syukuri apa yang kita miliki dan wujudkan rasa syukur itu untuk bisa membantu sesama,Insya Allah yang kita gunakan untuk membantu orang lain pasti di ganti oleh Allah dengan yang lebih baik ( saya pernah mengalaminya sendiri,keikhlasan uang 400rb kepada orang lain (uang segitu bagi saya banyak lho) dalam waktu kurang dari 2 minggu di ganti oleh Allah dengan ganti 10x lipat lebih).coba buktikan sendiri

  3. DannyAlexanderHakimi says:

    well written, Sis!

  4. desta_Star says:

    jadi berfikir ulang.. n mulai lebih mensyukuri diri kepada Allah swt.. dulu gw juga sempet ga ada uang, tiap naik bis n lewat blom M selalu kasih recehan ke para pengemis, smbil berdoa dapat kerja yg baik n menenangkan hati, gw ga disokong dr ortu gw untuk biaya hidup selepas sma, tapi dr pacar gw ( saat itu ), gw jadi sadar pkerjaan n nikmat yg gw rasakan saat ini mungkin juga dr amal gw terdahulu.. Keep Writing lady barbie.. thanks for remind me for become better person for other peoples..

  5. [........Tidak sampai seminggu saya mendapat telepon dari Manager sebuah Bank Swasta yang menawari saya pekerjaan. Bahkan saya sudah lupa kapan saya kirim CV-nya. Tuhan tahu apa yang kita lakukan, teman...]
    jadi inget motivasi awal bulan ramadhan ini, harus bnyk sedekah dengan ikhlas :D

  6. [...] Kita Lebih Beruntung Dari Mereka | Leonisecret leonisecret.com/kita-lebih-beruntung-dari-mereka – view page – cached Communication in Love & Life - the inspiring’s secret to Brand Your Self! — From the page [...]

  7. hedi says:

    katanya, beramal yang paling sahih itu malah ketika sedang tak punya ;)

  8. ajy baca post ini
    jadi terharu
    hiks

    yup
    aku akan beramal
    makasih yaaaa

  9. yudha says:

    baca ini jadi inget waktu susah :D gak ada kerjaan, atm yg isinya gak seberapa dibobol orang, istri melahirkan….tapi tetap ada jalan terang. entah perbuatan baik apa yg pernah gw lakukan sebelumnya, tapi mungkin juga karena mencoba ikhlas untuk menerima semua.

    yang perlu dipahami adalah apa yang kita miliki sekarang bukan milik kita seluruhnya. ada sebagian milik orang lain. kalau sebagian itu kita ‘kembalikan’ kepada yang berhak, pasti nanti dikasih gantinya.

  10. Dhanyse says:

    yup..sangat menyentuh artikelnya,mbak..terharu juga nih krn ternyata masih ada yg peduli dgn nasib sesama di era modernitas yg membawa ornag cenderung egois dan “don’t care”…

    APAKAH BENAR KOPASSUS ADALAH SALAH SATU PASUKAN ELITE TERBAIK DI DUNIA?

  11. triyanto says:

    Ayo mulai nulis lagi,dah kangen baca-baca tulisannya lagi sis

  12. riosisemut says:

    ae cantiq…… kunjungan perdana ini… salam kenal ya….
    hmmmmm……. postingannya sungguh bikin aku tergugah…. betapa sombongnya aku selama ini…. ternyata disekitar kita masih juga ada sesama kita yg hidupnya seperti itu….

  13. -tikabanget- says:

    aih..
    selalu ada yang namanya karma.
    kata simbah, selalu ada pintu tak terduga untuk dibuka..
    kata simbah juga, membantu orang itu salah satu pintu buat pintu ke rejeki laen.. ^^

  14. dimas says:

    baru kali ini aku jalan2 ke blog km …
    tulisannya bener2 joss deh …
    jempol 4 keluar sma deh dengan hasil karya mu …

    Gud luck … salam blogger !

  15. Ridwan says:

    Pertama kali aku melihatmu di semolowaru aku kira kamu seperti cewek yang berparas cantik lainnya, yang berkarakter tukang shopping dan tidak berjiwa sosial, tak aku sangka ternyata blogger kamu yang berjudul “kita lebih beruntung dari mereka” sangat menyentuh hati, terima kasih Ya Allah ternyata masih ada manusia secantik leonita julian yang masih peduli dengan orang yang miskin dan kekurangan, apa yang kamu tulis di blogger hampir sama yang kurasakan terhadap yang kurasakan terhadap orang2 miskin dan kekurangan, bedanya tidak ku tulis…..maaf kalau saya melihat dari satu kali siratan karakteristik yang terungkap……aku ada saran bagaimana kalau kapan2 kalau sempat lihat wisatahati.com asuhan Ustad Yusuf Mansyur. Saya menghormati dan menghargai beliau dari semua buku yang ditulisnya seperti “MIRACLE of sedekah atau kehebatan dari sedekah”. Saya ada ide kita buat semacam wadah dan wadah tersebut juga berproduksi sendiri, untuk penyalurannya dari teman2 yang ingin berbagi kebahagiaan atau tempat lain yang membutuhkan….indonesia masih banyak orang2 yang kekurangan dan sedikit yang peduli……ini hanya masukan……tetapi saran ini terserah leonita dalam menanggapinya, tetapi program yang di jalankan leonita tentang C3 juga bagus sekali…..saya angkat jempol :), peace n love for all……thanks

Leave a Reply