Levi Strauss 501 CT Terinspirasi dari Konsumen Indonesia

Sumesh Wadhwa, Country Manager PT Levi Strauss Indonesia & para model dengan koleksi Levi’s CT 501

Berita gembira untuk penggemar Levis’s di Indonesia, Levis’s punya koleksi baru dengan model yang lebih pas untuk orang Indonesia! Ya, ini juga berita gembira untuk  mereka yang biasanya bingung pilih koleksi levi’s karena kurang pas di bodi-nya atau kurang pas dengan modelnya karena kurang slim di kaki, seperti saya yang badannya kecil :).

26 Maret 2015 lalu, di Gandaria City, Levi’s memperkenalkn Levi’s 501 CT (Customized& Tapered) terbaru, di mana Levi’s merampingkan jins 501 yang klasik untuk menambah kesan modern. Koleksi terbaru ini memiliki ukuran yang lebih besar di bagian pinggang dengan potongan yang lebih rendah untuk menambah kenyamanan. Bagian lutut hingga tumit juga dirampingkan agar konsumen tidak perlu permak sendiri.

Embedded image permalink

Koleksi 501 CT ini memang terinspirasi dari konsumen Levi’s, termasuk konsumen Indonesia. Sebagai brand yang memproduksi jins pertama di dunia dengan desain straight yang tak lekang oleh waktu, pas di tubuh dan kancing yang terkenal, Levis’s meraih status sebagai jins yang paling dicintai di dunia oleh berbagai generasi. Berbagai penambahan, perbaikan, dan sobekan pada Levi’s 501 merefleksikan bagaimana orang hidup dengan Levi’s.

Embedded image permalink

 

Jins 501 CT yang juga koleksi musim semi 2015 ini tersedia dalam koleksi denim washes yang terinspirasi oleh San Francisco dan California, rumah dari Levi’s dan Original 501.  Koleksi Precita, terinspirasi dari bahan vintage, yaitu pencucian dengan memadukan batu dan enzim, dengan tambahan tinta dan proses penggilingan. Old Favorite, jins dengan tampilan worn-in, dengan semprotan bleach dan sobekan pada lutut. Cali Cool, jins dengan proses pencucian medium dengan pasir dan enzim. Rolling Fog, jins stone dicuci dan di-bleach, yang terinspirasi oleh kabut dan gemerlap cahaya kota San Francisco. Koleksi ini adalah perayaan akan masa lalu, masa kini, dan masa depan dari Levi’s.

Embedded image permalink

Konsumen bisa memilih CT 501 sesuai dengan gaya dan ukurannya. Untuk penampilan pas dan modern, kita bisa lakukan down-sized, memilih jins ukuran satu nomor lebih kecil dari biasanya. Untuk penampilan klasik dan regular, pilihlah nomor yang biasanya digunakan, true to size. Sedangkan untuk penampilan pas yang lebih nyaman, pilih satu nomor yang lebih besar dari bisasanya, atau up-sized.

Franda bersama rayi, nino, dan Asta, dari RAN

Peluncuran Levi’s CT 501 ini keren pengemasannya karena tema fashion show-nya yang mengembara waktu, yang merefleksikan orisinalitas 501 dalam transformasi dan ekspresi fashion yang hiruk pikuk.

Dari masa keemasan rock-and-roll di tahun 60-an yang diwakili Elvis Presley dan James Dean, ke era pop-rock di tahun 70-an yang diwakili Bruce Springteen, terobosan Madonna dan George Michael yang seksi dan energik di tahun 80-an, rebelnya Kurt Cobain di tahun 90-an, hingga sensasi abad millennium bersama Taylor Swift dan Adam Levine. Yes! Mereka memang ikonik dan fashionable banget! Lagu-lagunya pun tak lekang oleh waktu.

Acara peluncuran ini ditutup dengan penampilan Rayi, asta, dan Nino dari ‘RAN’ yang membawakan 8 lagu andalannya.

Bagi para penggemar Levi’s, memodifikasi 501 adalah sebuah ekspresi diri di mana konsumen bisa bebas mengatakan dan melakukan apa saja, seperti ikon superstar yang ditampilkan pada fashion show, termasuk juga melakukan apa saja dengan koleksi jins ini.

Ooh, I want that Franda’s jeans! Down sized tentunya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *