Lindungi Musik Indonesia, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?

Seruu!! Penonton kompak nyanyi bareng dan loncat-loncatan dari awal hingga akhir performance! Tak perlu mahal-mahal nonton penampilan band import kalau begini!

Situasi ini terjadi saat Maliq n d’essentials tampil di event 2010newday yang diselenggarakan oleh Langitmusik.com, 30 Januari 2010, di SCBD, Jakarta. Malam itu, Maliq n d’essentials benar-benar berhasil memuaskan penonton dengan lagu-lagu hitsnya. Bahkan mungkin bukan hanya penggemar setianya saja yang menikmati.

Kalau teman-teman malam itu berada di dalam area indoor stage Zona Musik 1, pasti merasakan atmosfer positif dan serunya. Yakin deh, orang yang tidak begitu nge-fans dengan Maliq n d’essentials pun pasti jadi kangen dengan performa band ini. Crowdnya seru banget! Penontonnya asik! Mereka kompakan nyanyi dengan suara yang enak didengar sambil terus bergoyang mengikuti irama musik. Begitu juga saat RAN tampil.

Berasa sekali musik Indonesia saat itu benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tak perlu band/musisi luar untuk membuat penonton Indonesia puas.

Hmmm..jadi pengen ngobrolin musik Indonesia nih..

MARKET MUSIK INDONESIA

Kadang gemes juga kalau ada yang mengkotak-kotakkan musik Indonesia, bahkan ada yang mengkategorikan ‘band alay’ karena musiknya dianggap terlalu mudah atau karena penggemarnya dianggap para abg alay. Apalagi kalau genre-nya Melayu. Sebenarnya sih lebih karena taste yang berbeda saja.

Tetapi coba kita lihat apa yang sudah diperoleh ‘Wali band’ yang bergenre semi Melayu. Baru-baru ini mereka tercatat dalam Rekor MURI karena RBT salah satu singlenya berhasil diunduh sebanyak 8 juta kali dalam waktu singkat, hanya dua bulan!

So, what do you think about it?

Beberapa orang bilang band alay, tetapi kenyataannya pasar Indonesia menyukai musiknya. Begitu pula dengan ST 12. mungkin sebenarnya remaja yang dikategorikan ‘alay’ itu menguntungkan secara komersil? hmmm…

Apa kekuatan Wali Band?

Saya sendiri kurang mengenal single ‘Baik-baik Sayang’ yang RBT-nya mencapai rekor MURI. Tetapi setelah mendengar lagunya, saya menyimpulkan, lirik lagu Wali Band sangat catchy, fun, dan mudah dihafal. Suka atau tidak, begitu kenyataannya.

Tak berbeda dengan D’masiv. Band ini selalu mengeluarkan single yang easy listening, mudah dihafal. “Kita ingin orang menikmati lagu tanpa harus berpikir, bisa dengerin dengan hati. Anak kecil aja dengerin bisa langsung hafal,” tutur Rian, vokalis D’masiv, saat peluncuran album Perjalanan, Januari 2010 lalu. Hasilnya, single D’masiv selalu mencapai puncak tangga lagu. Jangan ditanya soal penampilan off air-nya. Saya amati band ini termasuk yang laris manis.

Mungkin memang begitulah karakter sebagian market Indonesia. Menyukai yang mudah dicerna, mudah dihafal, yang ga ribet didengar.

Beda dengan penggemar Endah n Rhesa. Menurut saya, musiknya sangat unik dan vokalnya sangat berkualitas. Jernih! Namun, musik dari duo ini cenderung agak sulit dicerna bagi sebagian orang. Yang dimaksud sulit dicerna adalah pada saat kita mendengar album Endah n Rhesa, adakah lagu yang langsung kita hafal? Mungkin hanya satu lagu, itu pun tak terlalu hafal. Tetapi saat melihat penampilan live mereka, kita bisa terbengong-bengong karena kagum!

Penggemar Endah n Rhesa umumnya akan jadi fanatik. Tetapi berapa persen market di Indonesia yang ‘ngeh’ dengan musik semacam itu saat ini?

Teman saya pernah melihat bagaimana penampilan Endah n Rhesa di suatu acara tidak begitu mendapat perhatian pengunjung. Sejenak saya terkejut! They’re awesome! Namun detik berikutnya saya maklumi. Publik Indonesia saat ini belum terlalu bisa menerima musik semacam ini. Seperti juga musik jazz. Event jazz di Indonesia umumnya sukses. Tetapi berapa persen market di Indonesia yang menyukai jazz? Atau R&B?

Market perlu diedukasi dan dibiasakan untuk mendengar musik semacam itu. Jadi, musisi-musisi hebat yang bergenre jazz dan R&B di Indonesia memang harus lebih bekerja keras. Tak jarang harus bergerak secara underground, dengan memasarkan sendiri melalui komunitas, atau menggunakan Indie label karena label besar menganggap tidak komersil.

So, kembali lagi ke tujuan awal. Mau mengejar komersil, aktualisasi, atau idealisme? Target marketnya yang mana? Positioningnya di mana?

Pengguna RBT, contohnya penggemar Wali Band, tentu memiliki karakter yang berbeda dengan penggemar musisi yang lebih laku di album. Saya sendiri, sebagus-bagusnya lagu itu, saya berpikir 2x untuk menggunakannya sebagai RBT, kecuali kalau itu keharusan dari tempat kita bekerja. Hehe

Pasar di Indonesia cenderung berpikir 1000x untuk membeli album seharga Rp 25.000,- atau Rp 30.000,-. Apalagi karena banyaknya bajakan. Atau download gratis! Karena umumnya mereka hanya ingin mendengar satu atau dua single hit dari musisi tersebut, bukan satu albumnya. Pahit, bukan?

LINDUNGI MUSIK INDONESIA

Menurut saya, semangat #IndonesiaUnite adalah semangat untuk membangun Indonesia. Apapun untuk Indonesia yang lebih baik. Salah satunya di dunia musik, yaitu tidak mendukung pembajakan! Kalau tidak dimulai dari diri kita sendiri, siapa lagi?

Sudah dengar tentang Langit Musik?

LangitMusik adalah layanan toko musik digital bagi pelanggan yang ingin menikmati musik full track berkualitas baik secara mudah. Pelanggan dapat men-download musik digital langsung di ponsel, di mana proses pengunduhan konten dapat dilakukan melalui akses internet dengan memanfaatkan jaringan 3G/3.5G. Tersedia lebih dari 10.000 lagu dalam negeri dari berbagai aliran musik yang dihadirkan di llayanan LangitMusik. Mau download single D’masiv atau Endah n Rhesa? Semua ada di sini.

Pelanggan akan dikenakan Rp 5.000 untuk setiap lagu yang di-download dan dapat dimainkan kapan pun tanpa dibatasi waktu. Sementara pelanggan yang ingin menikmati lagu secara temporer selama 30 hari hanya akan dikenakan Rp 3.000. Untuk setiap pengunduhan lagu, pelanggan tidak akan dikenakan biaya akses internet (gratis).

Untuk melindungi musik digital dari pembajakan, digunakan platform Digital Rights Management (DRM) yang akan membatasi pemindahan file musik yang telah di-download. Dengan mengaplikasikan DRM, pengguna yang memindahkan file musik tersebut ke ponsel atau komputer lain akan diminta untuk membeli tiket aktivasi kembali untuk file musik tersebut secara online.

Layanan ini berkomitmen mendukung perkembangan industri kreatif nasional khususnya industri musik dengan memfasilitasi para pihak yang terlibat di dalamnya, seperti: perusahaan label rekaman, artis, content provider, dan lain-lain, dengan suatu layanan yang dapat dinikmati masyarakat kapan pun dan di mana pun. Di samping itu, turut membantu pemerintah dalam upaya melindungi industri musik dari pembajakan karena musik yang dinikmati pelanggan dalam layanan ini diperoleh secara resmi sehingga terjamin aspek legalitasnya.

Untuk info lebih lanjut tentang Langitmusik.com, klik di sini. Dapatkan pengalaman baru, melindungi musik negeri sendiri dengan mendownload musik favorit kita secara legal. #IndonesiaUnite

O ya.. 1 April 2010 nanti leonisecret.com berulang tahun yang pertama, loh! So, dalam rangka bday blast ini, saya ingin berbagi dengan sesama, karena berkat blog ini, saya mendapat banyak pengalaman menarik dan berharga. Dan saya sangat mensukurinya.

Teman-teman juga bisa ikutan menyumbang! Caranya? Setiap komentar pada postingan tentang musik Indonesia ini akan dihargai sebesar Rp 5000,- untuk saya sumbangkan kepada anak asuh, terhitung hingga 28 Februari 2010. Jadi Hanya dengan berkomentar, teman-teman sudah membantu menyekolahkan seorang anak tidak mampu. Dan bagi komentar terbaik akan mendapat voucher pulsa senilai Rp 150.000,- (lumayan untuk internetan sebulan tuh). Mau..mau..mau?

Silahkan berkomentar dan pastikan cantumkan alamat email dengan benar. Dan tunggu pengumumannya di twitter @leonisecret (follow aja yaa).  Terimakasih

134 thoughts on “Lindungi Musik Indonesia, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?

  1. saya dulu suka d’masive,.. tapi stlah tahu musiknya bnayk yg meniru, saya jd gerah,.. saya lebih menghargai band2 melayu seperti wali, kangen band, dll yg katany norak, tp mereka jujur dalam bermusik, dan sekaligus melestarikan kebudayaan bangsa,.. saya rasa kita sbagai bangsa indonesia sudah mengerti dan paham mana yg harus dihargai mana yg tidak,.. terima kasih,,.

  2. Hmmm so nice bro…
    Menurut aku sih musik indonesia itu sangat variatif…
    Dari mulai yg easy ampe yg heavy ada.
    Cuman kalo di liat2 sebagian besar masyarakat indonesia tuh suka ama music yg ga harus mikir setuju bgt ama ini.
    Tapi untk band2 yg punya idealisme juga banyak pecintany kta lia efek rumah kaca.
    Lirik mereka pendek2 tp bermakna bgt.
    Yupz apapun musicny apapun genreny kita harus hargai karya mereka.
    Kalo aku sih penikmat music hampir semua jenis suka.
    So maju terus music indonesia.

  3. emang musisi indonesia keren2 kok
    buktinya aja malaysia kelabakan.. :)
    maju terus musik indonesia yg berkualitas!

  4. ketika kreatifitas *khususnya musik* berorientasi kepada industrialisasi,,yang terjadi adalah penggiringan kreatifitas menuju stagnansi…yang bermunculan adalah musisi yg “ikut2an’ demi kepuasan “tren pasar”…
    miris kalo ngeliat banyak musisi “berkualitas” tapi ternyata karya mereka tidak “diterima” oleh “pasar”..tapi itulah hukum alam…
    semoga “telinga” pasar musik Indonesia berkembang untuk lebih terbuka di masa datang,,demi kebaikan “kreativitas” itu sendiri….
    maju terus musik Indonesia….!!!!

  5. Lagu?
    lindungi karyanya dengan cara bikin aplikasi digital mirip hape (es*a) music box, bisa di download tapi gak bisa di duplikasi

    btw ini bukan pesan sponsor..

  6. bangga musik indonesia brkmbang dgn pesat,mpe g tw lg lagu nya band mana yg nyanyiin,krn saking bykny.ambil positiifny aj..yg penting karyany g hasil jiblakan,,

  7. Pertama,
    Met uLtah buat ya leonisecret.com
    Smg makin keren dan kreatif, amin.

    Kedua,
    Tentang musik, aLe juga berfikir tentang trend RBT, dimana jaman skr sudah bukan jamannya Album jadi ukuran kesuksesan sebuah Band, melainkan RBT. Beda dengan jaman dulu, dan keuntungan RBT memang lbh jelas dan cepat.

    Sempat terfikir buat saranin Band² di Indonesia untuk buat single hits aja tiap 2 bulan. Drpd kluarin album 1 tahun sekali dan stlh kluar yg didengerin cm 1 lagu, dan dlm 2 bulan nama Band menghilang digilas band baru, MENYAKITKAN.

    Btw,
    Salam kenal ya, aLe adalah seorang musisi (awam dari daerah) yg suka ciptain lagu, tapi blm tahu gimana caranya sampein ke Band yg uda aLe ciptain lagunya. Kalau ada saran dan tips ta tunggu loh.

    Ohya, twitternya ta follow via @aleversi2band ya.
    Salam dari Malang.

    *ditunggu sms bonus pulsanya ^^ huhu, ngarep*

  8. lagu indonesia sebenarnya tdk kalah dengan produk luar
    cuma cara penyajian serta musik yang menjadi pendukung sebuah lagu harus di buat secara kreatif serta menarik dan jangan mengikuti tren yang ada,
    maju terus musik indonesiaku…

  9. cintailah negeri mu….
    cintailah seni dan budaya negeri mu…
    majulah…. musik INDONESIA…..
    be creatif……

  10. stuju banget klo musik indo perlu di lindungin. musik itu bahasa universal. tp masyarakat (baca manusia) jg beda2 khan, jadi beda jg selera ama apresiasinya. makin beragam musik kita, mestinya kita makin bangga. soalnya jadi makin “kaya” khan, bangsa kita kreatif. so aku pikir sih ga usah lah dikotak2in, apalagi sampe menghujat2 atau menghina yg genre musiknya beda.

  11. sekarang musik indonesia sudah bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri…tapi masih bnyak band yang hanya muncul trus hanya dalam wktu singkat sudah gak kliatan lagii…masih kurang existensinya…..

  12. dengan makin menjamurnya acara musik yang menampilkan musisi indonesia di TV nasional kita, rasanya musik indonesia udah jadi tuan rumah di negeri kita kok…
    kalo diliat lagi, banyak banget kan musisi indonesia yg memang udah berkualitas… bahkan kualitasnya udah diakui di mata dunia…
    sayangnya masih ada sebagian masyarakat berduit yang masih sok kebarat-baratan, yang masih melihat musik indonesia hanya dengan sebelah mata…
    nah yg kayak gini nih yg mesti dikasih liat musik2 indonesia yang ga kalah bagus sama musik2 barat… :D

  13. sekarang sebuah musik pun harus dilindungi, ckckck… padahal menurut saya saat ini genre-nya udah beragam dan masyarakat Indonesia bisa pilih dan dinikmati sesuka hati, kalo masalah dianggap ‘alay’ sih, biar ajalah… toh tetep banyak yang suka kan?! Bahkan sering saya perhatikan yang dianggap “alay” malah banyak digumamkan nadanya even sama yang bilang itu “alay”! :D

  14. Musik Indonesia saat ini memang merajai di negaranya sendiri dan bahkan ada yang ke negara2 tetangga. Tapi banyak juga Musisi indonesia yang kurang dapat perhatian, padahal musiknya sudah bagus, contoh Endah n Rhesa atau Efek rumah kaca. Ya, mereka memang indie band sehingga kalah dengan yang mainstream. Mungkin jika ada stasiun TV yang mensuport musik indie, saya yakin orang Indonesia akan diperkaya pengetahuan musiknya dan tidak dengar lagu yang “melayu” melulu.

    Support musik Indonesia n Musisi indie Label..
    Thx.. Regard

  15. Sebenarnya musik Indonesia tetap bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan kita ingat beberapa saat lalu musik Indonesia malah menjadi raja di negeri tetangga kita. Kalau sekarang keadaannya berbeda, itu karena regulasi dari pemerintah setempat.

    Saya jadi teringat komentar di status saya tadi malam:

    Yohanes Pasaribu
    Kangen lagu-lagu awal 2000-an…. Lagu-lagu yang sebenarnya masih keren, lebih malah, cuma ketutup pamor lagu yang nongol belakangan…. //4093

    Febri Doni> Ia, udah bosan sama band-band baru, genre musiknya kebanyakan melayu, kemampuan bermusik mereka pun tidak bagus, (Today at 21:10)

    Yohanes Pasaribu> bang Doni: Betul itu. Mungkin mereka menang duit aja. Tapi seni bermusiknya? Nggak. (Today at 21:35)

    Febri Doni> Teringat lagi dengan komentar Ahmad Dhani, katanya; Melayu+ tampang katrok = Laris manis, hehehe gak tahu ya, for me there are only two kinds of the music, the good one and the bad one, dan di Indonesia sekarang lagi booming musik jenis “the bad one”. (Today at 21:49)

    Yohanes Pasaribu> Yah…, gw jarang ngeliat Ahmad Dhani di infotainment…. Sebenarnya Melayu bisa diobrak-abrik jadi Pop Kreatif, cuma kreatifitas pemusiknya aja yang kurang. (Today at 21:54)

    Febri Doni> Kreatif itu kata kuncinya, (Today at 22:01)

    Yohanes Pasaribu> Betul banget!

    Dari cerita di atas, sebenarnya musisi-musisi sekarang ini cenderung lebih mengalami krisis kreatifitas. Kebanyakan hanya ingin meraih popularitas sesaat namun hanya dengan jenis lagu yang cenderung sama (paling beda lirik aja) dan hanya memilih jalur musik yang sama pula. Tidak ada keberanian dari mereka untuk membuat jenis musik yang lebih idealis (walaupun harus mengorbankan keuntungan untuk hal ini). Band seperti ini jelas membuat musik Indonesia tak lagi sehebat yang dikenal sebelumnya.

  16. saya bangga kok dengan musik kita. waktu jalan2 ke Malaysia malahan di sana lagu yang ngetrend dari Indonesia seperti Peterpan, Sheila On 7.

    (I LOVE INDONESIA)

  17. komennya udah ngga berharga Rp 5.000 dong.. udah lewat.

    seneng bisa mampir sini. mari kita lindungi musik negeri sendiri :)

  18. Another nice insight Leoni.
    Btw, masih keitung Rp5000 gak hehe…
    Minat diskusi marketing musik? Shoot me an email. I have a thought.

  19. Makasih semuanyaaa ! semoga bantuannya bermanfaat yah ^__^
    O ya lupa belum umumin..
    Pemenangnya Ipung..hadiah dah meluncur (mungkin dah digunakan.hihi)

  20. mmm musisi indonesia banyak yang mirip2… lagunya hampir sama… suaranya juga hampir sama… kadang bingung juga ga tau sapa yang nyanyi hehe… HIDUP MUSIK INDONESIA…!!!

  21. musik itu kurang lebih sama seperti film, sesuatu yg bisa menghibur, memberikan kepuasan.

    Ada orang yg terpuaskan setelah nonton fiksi ilmiah
    Ada orang yg terpuaskan setelah nonton arwah goyang krawang

    Jadi kecenderungan selera seseorang tergantung pada tingkat penerimaannya, daya tangkap, daya kritis, wawasan, dll.. ini yg menentukan apakah ia menyukai sesuatu yg berkualitas? atau yg simpel dan gampang? ..

    Dan menurut banyak pakar musik, pop melayu rata2 tidak berkualitas, sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7256880
    sama seperti horor esek2, siluman laba2, sinetron dll.

    Penilaian thd kualitas perlu dilakukan, agar seniman membuat karya yg lebih baik lagi, termasuk di bidang musik

Comments are closed.