Membangun Personal Brand Seperti Mempertahankan Cinta?

by : Leonita Julian

Masih ingatkah akan ‘passion’ saat memperjuangkan cintamu? Coba terapkan pada personal branding.

Mengapa? Karena cara membangun dan mempertahankan personal brand seperti mempertahankan relationship dengan seseorang yang spesial. Sama-sama butuh cinta, gairah, usaha, sesuatu yang special, kepercayaan, kesetiaan, kesabaran, dan ketelatenan. How?

Sudah paham mengenai pengertian umum personal branding? Atau belum kenal? Coba baca artikel saya sebelumnya yang berjudul ‘Kenali Personal Branding, Jadilah CEO Bagi Dirimu!’ (klik di sini). Kalau sudah paham, ayo kita pelajari lebih mendalam mengenai authentic personal branding. Apa tuh? Berikut ini saya coba gambarkan kriteria Personal Branding ‘Otentik’ yang efektif :

1.Otentik

Bangunlah personal brand/merek pribadi berdasarkan kepribadianmu sendiri. Kepribadian pribadi yang kamu cintai. Kita bisa belajar dari mereka yang telah berhasil, tetapi jangan meniru brandnya, karena bila meniru, kita hanya akan dianggap sebagai pagliat atau just another ‘someone’..tidak nyaman, bukan? Brand ini harus mencerminkan karakter, nilai, dan visimu. Misi pribadi dari personal brand ini harus diselaraskan dengan ambisimu.

Dalam bukunya, Authentic Personal Branding-A new blueprint for building and aligning a powerfull leadership brand, 2008, Hubert K. Rampersad menuturkan bahwa ‘membangun merek pribadi yang otentik merupakan perjalanan dan proses evolusi yang organic.Prosesnya dimulai dari menentukan siapa jati diri anda yang otentik. Penentuan ini dilakukan berdasarkan mimpi, visi, misi, falsafah hidup, nilai, peran utama, identitas, pengetahuan diri, dan kepedulian diri anda’

Jadi bukan membuat merek pribadi dengan mencontoh merek pribadi lain yang tidak merefleksikan diri sejati kita.

2.Konsisten

Brand yang baik adalah brand yang konsisten, baik dari jenis produk yang ditawarkan, target pasarnya dan juga logonya. Coba kita lihat bagaimana brand-brand besar semacam Levi’s, Nike, Microsoft mampu menguasai pasar dengan kekonsistenannya. Sampai kapanpun kita langsung mengingat brand-brand itu melalui product dan logonya.

So, kalau diterapkan dalam personal branding, maka kita memerlukan konsistensi dalam berperilaku. Konsisten tidaklah mudah, karena kita butuh keberanian untuk ‘setia’ pada perilaku, karakter, dan spesialisasi kita.

Betapa banyak dari kita yang banting setir karena tidak tekun dalam bidang yang kita geluti atau positioning kita, karena dirasa tidak menguntungkan. Padahal mungkin saja bidang itu bisa menguntungkan kalau kita pandai dan kreatif dalam mengemasnya.Tetapi kalau kita bergerak di bidang yang kita cintai, saya yakin kita semua tidak pernah bosan menekuninya.

Bicara tentang logo, saat tulisan ini dibuat, I’m still tinking about best logo for my brand that represents my personal brand. Tidak mudah, karena saya harus konsisten dengan logo ini. Any suggestion?

3.Spesialisasi

Fokuslah pada satu bidang yang kamu cintai. Konsentrasilah pada satu bakat khusus atau keterampilan unik saja. Memiliki pengetahuan dan bergerak di banyak bidang memang sama sekali tidak buruk, tetapi menjadi generalis tanpa ada keterampilan, kemampuan, atau bakat khusus, akan membuatmu tidak unik, tidak special, dan tidak berbeda.

4.Otoritas

Yang dimaksud otoritas adalah ‘terlihat’ sebagai seorang ahli yang dikenal dalam bidang tertentu dan memiliki bakat yang luar biasa. Tentunya ini harus dibarengi dengan terus-menerus mengasah bakat dan pengetahuan kita pada bidang yang kita tuju, sehingga akan tampak sangat berpengalaman, dan dipandang sebagai seorang pemimpin yang efektif.

Pemimpin? Ya, saya yakin setiap diri kita bisa menjadi pemimpin untuk komunitas kita, at least dalam bidang tertentu. Memang tidak semua orang memiliki bakat ini, tetapi bisa dilatih, bukan?

Saya sendiri pernah menjadi seorang yang sangat tidak pe de dengan kemampuan saya. Tetapi itu dulu, di saat saya berada di tempat yang salah, menekuni bidang yang salah, tidak sesuai dengan talenta saya. Itulah kenapa saya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih fokus pada profesi di mana saya memiliki passion di bidang itu.

5.Berbeda

Bedakan dirimu berdasarkan brandmu. Personal brand perlu diekspresikan secara unik dan berbeda dari pesaing. Personal brand harus didefinisikan dengan jelas sehingga audien dapat dengan cepat menangkap pesannya.

Dengan personal brand yang otentik maka karakteristik terkuat, atribut dan nilai-nilai kita dapat memisahkan kita dari kebanyakan orang. Tanpa semua pembeda ini, kita hanya akan tampak seperti kebanyakan orang.

6.Relevan

Brand kita harus memiliki pesan yang terkait dengan sesuatu yang dianggap penting oleh target audiens kita. Sudah pasti, target audiens rela membayar untuk hal yang dirasa mereka penting bagi pengembangan dirinya, atau minimal sangat menarik bagi mereka.

7.Ketergantungan

Di sini, saya coba contohkan merek besar semacam Sturbuck dan Toyota. Mungkin ada atau bahkan banyak merek yang memiliki produk lebih unggul dari mereka, tetapi karena brand ini telah menawarkan ‘sesuatu yang pasti’..maka konsumen akan selalu melirik brand itu. Sesuatu yang pasti maksudnya adalah nyaris tidak ada konsumen yang mengeluhkan produknya.

Saya sendiri bukan penggemar produk sturbuck, saya bukan penggemar kopi, apalagi penggemar negara asalnya.  Tetapi entah kenapa kalau harus memilih café/kedai kopi selalu hanya Sturbuck yang terpikir?

Coba diterapkan pada personal branding!

8.Visibilitas

Yang dimaksud visibilitas adalah pengulangan terus-menerus dan pemaparan jangka panjang. Artinya, pesan brand harus disiarkan berulang-ulang, terus-menerus, konsisten sampai tertanam di benak audien. Kita sudah merasakan bagaimana kekuatan iklan produk di televisi yang disiarkan berulang-ulang, bukan?

Nah, begitu juga dengan personal branding. Bila kita tidak menyampaikan pesan brand kita secara berulang, audiens akan mudah melupakan dan tidak membuatnya tergantung pada diri kita.

9.Persistensi

Personal Brand membutuhkan waktu untuk tumbuh. Setialah kepada brand itu, jangan menyerah, yakinlah pada diri sendiri, dan bersabarlah.Jangan pelit pada pengorbanan, keberanian, dan perencanaan.

10.Goodwill

Personal Brand akan tahan lama bila kita dipandang secara positif oleh orang lain. Orang hanya ingin berbisnis atau berhubungan dengan yang mereka percaya. Coba baca juga artikel sebelumnya ‘Kenali Personal Branding, Jadilah CEO Bagi Dirimu!’ (klik di sini).

11.Kinerja

Kinerja adalah elemen paling penting setelah brand dikenal. Kalau kita tidak melakukan sesuatu untuk brand kita dan tidak memperbaiki diri secara terus-menerus, personal branding hanya menjadi sesuatu yang memalukan.

So, tanpa visi, tanpa pengetahuan, tanpa pembelajaran, tanpa pemikiran, tanpa perubahan pola pikir, tanpa integritas, tanpa kebahagiaan, tanpa gairah, tanpa kepercayaan, dan tanpa cinta, maka tidak ada personal branding otentik.

12 thoughts on “Membangun Personal Brand Seperti Mempertahankan Cinta?

  1. Setuju dengan semua yang mba Leo tulis diatas… hanya saja kadang aku sendiri sulit mengenali diri sendiri, melihat potensi diri, termasuk membangun kepercayaan diri bahwa aku mampu di satu bidang… Apa yang harus aku lakukan…?
    Dan bagaimana agar aku bisa menunjukan potensi diri, tanpa harus dilihat ‘sombong’ oleh orang lain…?

    • Makasih Dhenk! or Denny? hehe
      Biasanya potensi bisa diketahui dari pendapat orang lain ttg kita…misalnya Denny suka design atau writing n tnyata dinilai bagus oleh orang lain, ya berarti itu potensinya..
      cari hasil karya yg paling sering dipuji/digemari orang lain dan tentu harus kita sukai jg..

      Tapi bisa juga dari karakter Denny yg paling menonjol..tentunya yg positif. Misalnya suka memotivasi orang atau ngelawak, hehe..itu bisa jadi brand juga loh..baca artikel ‘Kenali Personal Branding, Jadilah CEO Bagi Dirimu’..

      Kepercayaan diri, bisa dari orang lain bisa pula dibangun dari diri sendiri..
      Contohnya, saya sudah sering berganti pekerjaan, tetapi profesi saya sebagai Humas dan penulis ternyata profesi yg paling banyak membuat saya menerima banyak permintaan bantuan dr orang lain..artinya..berarti saya paling dipercaya di profesi itu, dan saya memang paling enjoy menjalaninya..

      dari diri sendiri, berarti kita harus mengasah kemampuan dalam bidang yang kita suka..supaya kemampuan kita di bidang itu smakin meningkat..otomatis kita bakalan pe de kan?
      Saya sendiri lanjutin kuliah S2 Komunikasi..tentu spy meningkatkan pengetahuan yg pernah saya dapat di kerjaan dulu..n tentu spy lebih credible n dipercaya..hehe

      menunjukkan potensi diri tanpa harus dilihat sombong…? kenapa tdk kita share saja hasil karya kita? personal brand diciptakan untuk dibagi kan? semakin banyak kita menggunakan, maka akan semakin diakui dan berkembang..
      Saya yg belajar di S2, temen2 juga dapat ilmunya dari saya secara gratis..
      so, lets share our knowledge for free..!

      Gmn Dhenk?

      anw, tq Dhenk..

      • yup… makasih banyak mba, aku juga udah baca baca artikel ‘Kenali Personal Branding, Jadilah CEO Bagi Dirimu’…
        aku sih emang udah mulai dikit2 share apa yang aku tau di personal blog aku, ya mudah2an aja bisa ada manfaatnya dan aku bisa terus share…

        anw, dhenk or denny sama aja kog hehe… tapi aku prefer dhenk, soalnya aku pengen bangun brand dengan nick name itu hehe…

  2. Nah, jadi Ita sendiri gimana, persepsi apa yg didapat orang lain saat sekarang memandang dirimu? Atau mungkin, apa yg ingin Ita harapkan orang2 lain akan memandang dirimu dalam 1 tahun mendatang?

    Kalau baca sepintas dari blognya ini sih, kalau dipertahankan, Ita akan bisa dipersepsikan sbg seseorang yg cukup pakar di bidang personal branding. Dengan catatan, asal tulisan2 spt ini bisa konsisten terus dan ditulis dalam kontunuitas yg cukup rutin.

    Hihi, good luck with this new blog. Look forward in seeing you as a great blogger in the next few months.

    • tepat sekali Pitra !
      emang itu tujuan ke depannya..
      tulisan apapun nantinya akan ada hubungannya dg personal branding n image building..
      cuman sekali waktu emang ak selipin tulisan yg ringan semacam synopsis (suit with my job) n tips..buat penyegaran..coz ada temen2 pembaca setia jg perlu dpt penyegaran yg ringan..
      amin.makasih bgt Pitra !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *