Menuntut Atau Membuat Perubahan?

#50persen orang memilih untuk menuntut, #50persen lainnya memilih membuat perubahan. Pilih yang mana?

Saya dulu adalah seorang penuntut. Hanya berharap pemerintah mengubah ini itu. Protes ini itu. Kenapa?

Saat itu saya belum mengeksplore kemampuan saya. Hanya bekerja sesuai lowongan kerja yang ada, bukan karena kompetensi saya. Saat itu saya hanya seorang Sekretaris Direktur yang nyaris tidak memiliki hak untuk banyak berpendapat. Namun, saya tahu kemampuan semestinya lebih dari itu. Bukan menyepelekan posisi saya, tetapi saya kurang pas di posisi itu, sehingga hanya bekerja #50persen alias setengah hati.

Akhirnya saya beranikan untuk keluar dari kerjaan lama, dan mulai memberanikan diri untuk fokus di pendidikan S2 Komunikasi sambil berprofesi sebagai freelancer writer dan memulai membuat leonisecret.com. Benar-benar mulai dari nol.

Dengan berbagai resiko, saya memutuskan untuk membuat perubahan, memantapkan personal branding saya di bidang komunikasi, khususnya Public Relation, Personal branding, Social Media, dan Marketing Communication. I follow my passion and it’s absolutely right decission! Sekarang saya seorang Public Relation yang juga dikenal sebagai blogger dan social media enthusiast. And 100% I love it!

Saya memimpikan, bahwa melalui kemampuan yang saya miliki, saya sekaligus bisa membantu sesama dan Negara. Bukan hanya berkoar menuntut perubahan dari pemerintah, tetapi turut serta berkontribusi untuk Indonesia. Sekecil apapun itu. Saya tidak memilih menuntut 100 persen jawaban yang pertama, yaitu : apa yang bisa Negara berikan kepada saya? Tetapi juga, Apa yang bisa saya berikan untuk Negara?

Saya bersama teman-teman bekerjasama melakukan aksisosial #IndonesiaUnite. Mungkin yang kita lakukan masih sangat kecil, tetapi paling tidak, kami membiasakan diri untuk membantu sesama. Kepuasan tersendiri melihat senyuman dari mereka yang kita ringankan penderitaannya. Coba deh teman-teman lakukan juga!

Bersama teman-teman yang lain pun kita bawa semangat #IndonesiaUnite di setiap kegiatan kita. Karena komunitas kita adalah komunitas IT, Digital, media, dan Social media, maka kebanyakan kegiatan kita tidak jauh-jauh dari bidang ini. Bukan hanya untuk kepuasan kita, tetapi #50persen yang kita lakukan juga untuk sharing ilmu kepada teman-teman yang lain, demi kemajuan Indonesia, supaya Indonesia tidak kalah dengan Negara yang lain. Beberapa di antara kegiatan teman-teman di bidang ini misalnya: Ignite, fresh, barcamp, dan twestival Jakarta.

Atau yang terjadi di KotaTua, 13 Maret 2010 lalu. Para pemuda kreatif Indonesia bekerjasama dengan British Council membuat ‘Transformasi Kota Tua Video Mapping’ yang pertama di Indonesia. Mungkin event ini masih #50persen kerjasama dengan pihak luar. Namun, setidaknya, saya sendiri jadi #50persen lebih mencintai Jakarta dan kebudayaannya. Semoga ke depannya kreatifitas semacam ini bisa 100 persen buatan Pemuda Indonesia ya..

Berbicara tentang twestival , tanggal 25 Maret 2010, kita akan selenggarakan lagi twitter festival, kali ini event Global, di mana seluruh dunia akan serempak menggelar Twestival pada hari yang sama. Tema yang kita ambil adalah ‘Indonesia Untuk Dunia’. Konsepnya adalah event Musik, dengan seluruh penjualan tiket akan disumbangkan untuk pendidikan Global. Tunggu updatenya di facebook IndonesiaUnite yaa.

Tujuan dari kegiatan ini adalah #50persen untuk amal dan #50persen untuk menancapkan nama Indonesia pada event global! Jadi suatu saat bila kita googling nama Indonesia, akan banyak berita baik tentang Indonesia, bukan sebagai Negara yang dibantu saja, tetapi juga mampu memberikan bantuan untuk dunia!

Sudah sering saya dengar #50persen teman-teman dari luar Jakarta yang complain, kenapa tidak digelar kegiatan di luar Jakarta? Kenapa selalu Jakarta?

Siapa bilang yang di luar Jakarta tidak bisa lebih dari yang di Jakarta? Coba lihat di Surabaya ada stadion basket dengan standard NBA, itu satu-satunya di Indonesia loh!

Lalu akan ada juga event #TourIndonesiaUnite di bulan April 2010! Itu juga bermula dari temen-teman pendukung IndonesiaUnite di Bandung loh! So, jangan ragu untuk memulai semua kegiatan bermanfaat di kotamu! Kita yang di Jakarta pasti juga akan mendukung kok!

Just, do it! Kalau bisa 100 persen, jangan hanya #50persen untuk bangsamu!

Nah, itulah sebagian resolusi yang saya dan teman-teman #IndonesiaUnite lakukan. So, apa resolusi kamu untuk Indonesia yang lebih baik? Coba ikutan contest #50persen di www.resolusi50persen.com . Sebutkan resolusi untuk Indonesia atau untuk diri kamu yang lebih baik. Siapa tahu berhasil beresolusi, sekaligus dapat Ipod? Goodluck!

18 thoughts on “Menuntut Atau Membuat Perubahan?

  1. Menuntut kurang lebih sama dengan mengeluh atau mengkritik, mengumpulkan aura negatif yang kadang nggak tau ujung pangkalnya dari mana. Saya jadi teringat dengan kata Stefan Sagmeister “Complaining Is Silly. Either Act Or Forget”..Indonesia banyak mempunyai orang-orang pintar, ntar yang pintar membuat perubahan atau justru menghentikan akan perubahan itu..

    Dan seperti kalimat yang sering saya baca semenjak sekolah “Jika menginginkan perubahan dari seseorang atau lingkunga, rubahlah dirimu terlebih dahulu”

    Terus menulis Leoni ^_^

  2. 50persen apa yang isa kita buat untuk negara. di sisi lain sudah sewajibnya 50persen sisanya, apa yang bisa diberikan orang pemerintahan untuk negara

  3. mungkin menurutku lebih baik melakukan perubahan… kalo hanya menuntuk kita mungkin bakal capek dan belum tentu ada hasilnya.. tapi kalo melakukan perubahan kemunkinan berhasil lebih besar…..

  4. Saya setuju dgn pendapat bhw menuntut tanpa memberikan kontribusi bagi negara & sesama sama aja tdk ada artinya,..sesuatu yg kita berikan,sekecil apapun itu,dgn niat yg tulus & murni pasti mendatangkan kebahagiaan/kepuasan dlm hidup,..

  5. Rakyat Menuntut Perubahan!!! (hmmm… kira2 rakyat mana ya yg dimaksud?) sebenarnya menuntut perubahan atau menuntut berbagi kekuasaan sih???

    salam,

  6. Sama dengan pengalaman saya saat ini, saya adalah seorang pekerja yang harus manut dengan manis kepada aturan perusahaan dan perintah dari atasan, saya ga bisa menuntut tapi saya harus berani untuk hijrah dari bawahan menjadi pemilik agar saya dapat menyalurkan kemampuan saya dan dapat membuka lapangan kerja, setidak-tidaknya bisa berkontribusi kepada negara walaupun kecil…

  7. “If you don’t like something, change it. If you can’t change it, change your attitude. Don’t complain.”
    – Maya Angelou

    melakukan perubahan atau berhenti menuntut dan diam :) buat apa peduli dengan orang lain dan pejabat-pejabat pemerintah tidak becus. yang penting 230juta rakyatnya yang beraksi. people’s power! :)

    nice insight, leoni! love it! :)

  8. KENNEDY said,
    ‘jangan tanya apa yang sudah diberikan negara kepadamu, tetapi ‘TANYALAH DIRIMU, apa yang sudah kauberikan untuk negara?’
    PARA NEGARAWAN SELALU BERKARAKTER DEMIKIAN.

    pepatah arab mengatakan,
    ‘pemuda sejati adalah mereka yang mengatakan
    ‘INI DADAKU’, dan bukan ‘bapakku begini, bapakku begitu, bapakku si anu, …’ cimen banget kalo begitu, mah..hehe…
    ungkapan yang barusan, saya dapatkan dari
    PETUAH BIJAK AYAH SAYA-

  9. klo menuntut bakaln hanya d denger j tp klo perubahan baru dapat dilihat walaopon hany sekecil batu kerikil tapi karena itu kita sudah berani memebuat suatu perubahan……
    peace……

  10. Thanks for the inspiring writing Leoni!
    That’s one of the reasons why Good News From Indonesia exists in the first place.
    We were having hard times getting good news from Indonesia. So we figured, let’s collect and spread the Good News From Indonesia to the world!

    Ian
    GNFI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *