Mitos dan Fakta Pembersih Area Kewanitaan

Menjaga keindahan dan kesehatan tubuh tentunya penting banget buat cewek. Saya percaya Inner beauty itu hal paling penting, tapi penampilan tetap yang pertama terlihat, kan? Satu lagi tugas kaum hawa, kesehatan daerah kewanitaan juga tak boleh terlewat! Sayangnya, banyak mitos yang bikin kita takut membersihkan daerah ini. Jujur saja, dulu saya suka khawatir untuk menggunakan sabun pembersih organ intim yang paling sensitif karena mitos-mitos ini. Mitos apa, tuh?

 


Ada mitos, menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan bukannya menyehatkan, justru membuat tingkat keasaman organ intim terganggu, rentan terkena infeksi.
Faktanya, menggunakan sabun pembersih khusus kewanitaan yang tepat jauh lebih aman dibandingkan sabun biasa. Tips, jaga kebersihan area V dengan pembersih kewanitaan yang terujisecara klinis. Perhatikan secara cermat kandungannya. Cari Ph yang tepat, 3 sampai 5. Pada dasarnya area V punya Ph yang asam, karenanya dengan pembersih kewanitaan yang asam akan menjaga area tersebut.
Itulah tips yang saya dapat di Lactacyd White Intimate Blogger Gathering, di Female Daily HQ, 5 Maret 2016 lalu.

Mitos berikutnya, katanya pembersih kewanitaan dapat menyebabkan kanker servik.
Faktanya, kanker timbul lebih karena gaya hidup, faktor hormon, dan kurang bersihnya daerah kewanitaan, sehingga menimbulkan jamur penyebab penyakit. Justru dengan pembersih kewanitaan berbahan alami akan mencegah timbulnya berbagai macam masalah di area kewanitaan.

Mitos lainnya, penggunaan pembersih kewanitaan dapat menyebabkan warna kulit di area kewanitaan menjadi lebih gelap. Ya, tentu saja, daerah V yang lebih gelap bikin kurang confident.

Faktanya, warna gelap di daerah kewanitan ini bisa disebabkan faktor intrinstik dan faktor ekstrinstik. Faktor intrinstik disebabkan pada daerah sekitar kewanitaan memang cenderung lebih gelap dari area lain, karena mengandung pigmen kulit yang lebih banyak, dan banyaknya pembuluh darah di sekitar daerah tersebut. Sementara faktor ekstrinstiknya adalah akibat gesekan pada daerah tersebut yang disebabkan karena gesekan kulit dengan pakaian dalam atau celana luar yang terlalu ketat.

Selain itu warna gelap pada daerah kewanitaan bisa juga disebabkan jamur, kondisi organ intim yang lembab, dan kurang terjaga kebersihannya. Salah satu solusi mengatasinya yaitu dengan memilih produk perawatan yang aman yang mengandung bahan-bahan alami. Pilih pembersih yang secara klinis bisa digunakan setiap hari.

Lactacyd bisa jadi solusi kamu. Lactacyd ini brand internasional. Produknya mengandung bahan natural ekstrak susu dan bengkoang, yang teruji secara dermatologis bisa mencerahkan kulit dan bisa digunakan setiap hari. Minimal digunakan 2 kali sehari, pagi dan sore. Jadi bukan menggelapkan, justru mencerahkan!

Cara penggunaannya, cukup dituangkan setangkup (5 ml) di telapak tangan. Dibasuhkan pada area V, dengan gerakan dari depan kebelakang. Jangan terbalik dari belakang kedepan ya, karena bisa jadi bakteri-bakteri masuk ke area V kalau terbalik.
Oke, setelah dengar penjelasan tentang lactacyd yang bisa digunakan setiap hari, sekarang jadi nggak ragu lagi apply pembersih kewanitaan :)
O ya, di acara blogger gathéing ini, kita semua mengenakan dress serba putih dan biru, loh, seperti warna kemasan lactacyd. Hehe

Saya sendiri mengenakan kutubaru warna biru, dan rok satin putih. Kenapa kutubaru dan satin putih? Karena sesuai karakter saya yang Indonesia modern :)
Dan kebetulan saya suka paduan busana biru dan putih. Haha

Bukan tanpa alasan juga dipilih warna putih, karena dress putih hanya dikenakan oleh mereka yang percaya diri, tidak takut kelihatan gemuk atau kusam. Padahal dress putih itu bersihdan timeless, loh, mudah dipadu padankan pula. Misalnya, outer wear, blazer, dipadukan rok or celana putih, jadi busana yang chic!

Tips busana putih, cari warna putih yang sesuai skin tone kita. Bagi yang berkulit gelap, cari yang off white atau gading. Yang penting lagi, pilih make up yang tepat, foundation-nya harus tepat, karena salah-salah bisa terlihat aneh karena terlalu terang atau terlalu gelap. Saat memilih foundation, cobalah apply di muka, jangan tangan. Cari yang nge-blend.

Jangan takut bermain warna saat mengenakan busana putih. Harus confident! Dan bagaimanapun, percaya diri itu harus muncul dari diri sendiri supaya nyaman.
Kembali lagi, percaya diri dimulai dari area paling intim dan sensitif, yaitu area V. O ya, ada tips yang mungkin sering diabaikan oleh kita.

Pilih celana dalam yang tidak terlalu ketat, karena kulit juga bernafas. Pilih celana berbahan katun, bukan yang berenda, supaya tidak banyak gesekan yang merugikan kulitnya. Setalah dicuci dan dikeringakan, celana dalam juga perlu disetrika, loh, karena kemungkinan setelah dikeringkan, masih ada bakteri-bakteri yang menempel. So, jangan setengah-setengah menjaga kesehatan organ intim, karena kalau dari sini saja bikin tak nyaman, bisa pengaruh ke seluruh hari kita :)

 

2 thoughts on “Mitos dan Fakta Pembersih Area Kewanitaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *