Pdkt MPR dengan Netizen

20161128_234215

Apa yang terpikir kalau dengar nama MPR?

Oke, ini jawaban jujur. Yang terpikir biasanya..wakil rakyat..yang kurang dekat dengan rakyat, pemerintah, kaku, atau ya sekedar..nggak kenal aja. Bahkan mungkin bersikap masa bodoh. Coba ditanya siapa nama Ketua MPR, mungkin tak sedikit yang tidak mengetahui. Seakan lupa ada ‘wakil rakyat’. Bisa jadi karena tidak ada ‘pdkt’ dari MPR ke rakyat. Nah, minggu lalu saya mendapat undangan ‘pdkt’ ini dari MPR.

Jadi ceritanya, Kamis, 11 Agustus 2016 lalu, di Senayan City, Jakarta, kami, blogger dan media, diundang dalam acara Netizens Jakarta Gathering Bersama MPR RI. Awalnya saya agak bingung dengan inti acaranya. Saya bersedia hadir karena memang ingin tahu, sekaligus ingin mengenal sosok-sosok wakil rakyat ini. Saya tidak skeptis terhadap wakil rakyat seperti beberapa teman netizen yang terkesan ogah untuk bertatap muka dengan mereka. Seperti yang dibilang mbak Mira, blogger, banyak rekan sesama blogger yang terkesan curiga dengan ajakan ini. Ada kewajiban mereview yang bagus tentang mereka, kah? Nope. That’s why  I write it naturally.

_20160812_191707

Pic by Roosviana

Mbak Raras, Kordinator Liputan Media MPR RI, mengatakan bahwa MPR tak bisa mengesampingkan peran netizen. Sejak pertemuan pertama bersama blogger di Solo, ke depannya MPR akan bergandengan tangan dengan netizen. Nah, tujuan acara sore itu sekedar duduk bareng untuk menyamakan persepsi. Diharapkan dari gathering ini, pihak MPR RI dapat mendengar aspirasi netizen, begitu pun sebaliknya, blogger bisa mendengar agenda dan pandangan MPR, kemudian berbagi di blog dengan sudut pandang masing-masing. Ya, sekarang membangun citra positif di ranah social media sangat lah penting, karena di sana lah, berita jadi viral, dan tak jarang mempengaruhi pengambilan keputusan dari wakil rakyat atau pemerintah.

_20160821_204730

Hadir dalam acara gathering itu, Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono. Ma’ruf menuturkan, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, setiap tahunnya, MPR RI mengadakan beberapa agenda besar. Adapun 3 agenda besar menjelang dan sesudah hari Kemerdekaan RI ke-71 kali ini adalah sidang tahunan MPR untuk mendengarkan pidato Presiden Joko Widodo tentang laporan kinerja lembaga negara, pada tanggal 16 Agustus 2016 lalu; Hari Konstitusi yang jatuh pada tanggal 18 Agustus 2016, untuk memperingati disahkannya Undang Undang Dasar (UUD) 1945; dan acara ‘MPR Berdzikir’berupa ceramah dan doa bersama pada 29 Agustus 2016 untuk memperingati uang tahun MPR, yang terbuka untuk umum.

_20160812_201807

Pic by fitritash

Sebenarnya MPR mengundang kami, untuk mampir meliput ke gedung MPR/DPR saat berlangsungnya acara sidang MPR pada tanggal 16 Agustus 2016 lalu dengan menyiapkan ID card untuk akses masuk, namun saya berhalangan hadir.

Sementara itu peringatan hari konstitusi dirayakan dengan menyelenggarakan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang mengusung 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sore itu, Ma’ruf sempat membacakan Puisi “Masih Indonesiakah Kita?”

Sejujurnya, dari semua obrolan, mungkin isi puisi ini yang bisa saya tangkap jelas maksudnya dengan jelas. Haha. Dasar penulis roman. Sementara sebagian besar pembicaraan masih menggunakan bahasa yang terlalu formal untuk netizen, jadi banyak yang kurang paham. Atau..paham tapi sudah jenuh duluan. Hihi. Saya sangka cuman bahasa Undang-undang saja yang terlalu baku hingga sulit dipahami, ternyata memang begitulah bahasa anggota MPR atau DPR. Atau mungkin bahasa para politikus. Hmm..pusing duluan dengernya euy. Berasa pelajaran sekolah lagi. Tapi seperti kata Ma’ruf, mau diubah gimana lagi bahasanya supaya gaul? Nah, susah juga itu ya 😁

Tak lama kemudian Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI, masuk ruangan. Ini merupakan kejutan, karena sebenarnya tidak dijadwalkan kehadirannya. Beliau sempat memberikan penjelasan tentang manusia Pancasila versinya. Pak Zulkifli ini cukup humoris orangnya jadi nyambung dengan netizen, bahasa yang digunakan saat itu pun tidak terlalu tinggi, jadi mudah dipahami. Haha. Acara ditutup dengan wefie dan selfie bareng Zulkifli Hasan bareng para netizen.

_20160812_201221

Pic by Cumilebay

Menurut saya, acara ini cukup penting untuk mendekatkan wakil rakyat dengan rakyatnya atau netizen memang. Hanya saja, baiknya bahasa yang digunakan tidak menggunakan bahasa politisi pada umumnya. Lebih baik menggunakan istilah yang umum yang gaul, sehingga mudah diterjemahkan oleh makhluk-makhluk planet seperti kami, paling nggak..nyambung 😁

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *