Pengalaman Mengajar, Satu Hari Untuk Selamanya


IMG_20160503_085345

“Kangen rasanya ‘deg-deg’an mau ngajar”
Itu yang bulan lalu saya ungkapkan, karena merasa kehilangan sensasi nervous saat berbicara depan publik, seperti kehilangan passion.
Dan ternyata ngajar kali ini mungkin yang paling bikin dag dig dug persiapannya! Mengajar kali ini tak terlupakan pengalamannya, pun harunya, dan bikin saya kagum pada profesi..guru..pada umumnya 😊

Karena terbiasa mengajar workshop atau seminar, dengan audience young adult, perasaan grogi berbicara di depan publik itu jadi hilang. Bukan berarti sudah ahli, tetapi karena terbiasa. Bukan berarti bagus, tetapi sebaliknya.

Menurut saya, kalau masih memiliki perasaan grogi, dag dig dug, berarti kita masih diliputi passion. That’s a good thing! Seperti orang yang katanya jatuh cinta, kalau nggak ada grogi atau dag dig dug tiap deket ((dia)), ya patut dipertanyakan lagi perasaannya. Jatuh cinta, atau sekedar ambisi saja? 😉

 

IMG-20160417-WA0015

Ceritanya, saya ikutan Kelas Inspirasi Jakarta 5, setelah di-tag di instagram oleh mas Aan dan Chiki Fawzi untuk mewakili penulis buku. Kelas Inspirasi (KI) ini kegiatan sehari mengajar atau sharing tentang profesi kita kepada siswa-siswi SD marginal. Bangun mimpi anak Indonesia, berbagi inspirasi lewat profesi kita.

KI Jakarta 5 kali ini berlangsung tepat pada hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016. Hari Senin! Jadi yang ngantor ya harus cuti, sehari cukup. Makanya tagline-nya ‘Cuti sehari, menginspirasi seumur hidup’.

_20160422_202033

Saya masuk kelompok 30 untuk salah satu SDN di kawasan Jakarta Utara. Awalnya grup whatsapp kelompok 30, yang terdiri dari 2 fasilitator, 3 dokumentator, dan 18 calon pengajar ini masih kaku kayak kanebo kering, lama-kelamaan rame karena masing-masing bingung sendiri mau ngajar apa dan bingung gimana jelasin profesinya. Hihi
Yang terpikir, ini bakal jadi pengalaman ngajar yang paling sulit!

Jujur, sampai H-3 pun saya belum yakin mau ngajar nulis dengan metode apa, tsaahh.

Kebetulan profesi saya ini ada kembarannya, baik itu sebagai penulis ataupun sebagai public relations. Ada mas Ighiw yang sama-sama penulis, dan ada mas Moko yang seorang humas pemerintahan. Karena saya di-tag sebagai penulis buku, akhirnya mas Ighiw yang profesi utamanya juga bukan penulis pun memutuskan mengenalkan profesi sebagai pendongeng (he’s good at it tho)..tetep ya..ga mau share profesi utamanya, dan tentu kali ini saya jauh dari ngajar public relations, branding, atau social media. Biarlah mas Moko sebagai humas dan Rani sebagai manajer sosial media.

_20160501_124833

Makin ada anggota kelompok yang nunjukin kesiapannya, makin grogi lah kita-kita. Langsung ngelihat dia kayak murid kelas yang paling rajin yang ga mau bagi-bagi contekannya. (((Zoom in zoom out))). Yang udah siap, jangan sampe lolos! 😣

Eh, gimana?

Beberapa hari sebelum hari H, ada calon pengajar yang mengundurkan diri, satu dokumenter yang batal juga yang bikin panik dokumenter lainnya (hihi), bahkan ada satu calon pengajar yang ngilang di hari H tanpa pemberitahuan! Sebagian dari kami akhirnya menggantikan jam mengajarnya.

IMG-20160502-WA0014

2 Mei 2016,

Hari H itu adalah hari Senin dan hari Pendidikan Nasional, jadilah kami berangkat pagi sekali untuk mengikuti upacara bendera di SDN ini, rencananya kita bakal dikenalkan di situ.

What a disaster..2 minggu sebelumnya saya kena insomnia parah, terbiasa tidur di atas jam 3 pagi atau setelah Subuh, akibatnya, pas hari H itu saya cuma sempat tidur 1 jam! Masih untung bisa bangun, ya! 😁

_20160518_142007Wow, sudah lama sekali nggak ikutan upacara bendera di sekolah. Terakhir ikut upacara 17 Agustus di Istana Negara, undangan presiden RI, tetapi feel-nya beda donk dengan upacara bendera di sekolah yang harus berdiri, plus ngantuk karena baru tidur 1 jam 😞
Inget pas SD ngincer UKS kalau upacara begini 😂

Setelah upacara selesai, dimulailah kejutan-kejutan lucu.
Belum sempat mengajar, sudah ada rombongan siswi kelas 2 yang malu-malu ngintip ke ruangan kami. Katanya cari kak Leoni 😁

_20160517_172526-01Mereka pengen saya ngajar di kelasnya. Sayangnya saya hanya ngajar kelas 3 hingga kelas 6. Cukup lah menghibur mereka dengan foto bareng. Haha berasa cherybelle 👰
They’re so cute, anyway, bikin kangen 😍

Kelas pertama adalah 3B, rencananya begitu. Kelasnya penuuuh, lebih dari 60 murid. Ribut pula. Jadi mengajarnya cukup habisin suara.
Di tengah-tengah mengajar, barulah pak Widodo, salah satu guru, masuk dan menjelaskan telah terjadi kesalahan. Ternyata kelas ini adalah kelas gabungan 3A dan 3B akibat upacara wajib tadi, jadi semua masuk pagi.
Panteeesss!

So, pengalaman pertama ngajar SD adalah ngajar kelas besar, lebih dari 60 murid yang saling saingan antar dua kelas itu.
Jadi jangan heran kalau ada aduan pertengkaran ‘bu..kak..si ini nakal…si itu mukul saya’.
Atau tiba-tiba ada pertanyaan, ‘Kak..si ini lagi galau. Kalau ada teman kita yang lagi galau gimana?’
😂

_20160503_102406

Untunglah meski seribut itu, mereka masih bisa kondusif untuk diajak permainan bisik ‘reporter’. Saling membisikkan info. Intinya, sebagai penulis, kita harus menyampaikan info yang tepat, tidak bias atau bahkan salah.

“Kalau ada yang salah info, gimana?”

“O iya, jadi kacau beritanya,” celetuk salah satu siswa.

Oke, mereka paham maksud permainannya.
Terharu dan lega saat di pelajaran selesai, banyak siswa menawarkan membantu membawakan peralatan mengajar saya. Jadilah tiga dari mereka ngikutin ke ruang panitia sambil membawakan kamera, laptop, dan buku saya 😍😊

Kelas ke-2 adalah kelas 4B. Ini kelas seru dan aktif banget. Mereka sangat antusias belajar menulis 5W 1H. Satu persatu aktif menanyakan apakah karya tulisnya sudah betul. Kalau diminta maju ke depan, mereka berebut ajukan diri.

_20160517_173543Saya memberi kebebasan mereka untuk menulis topik yang mereka suka. Dan ternyata, hasilnya memuaskan. Ada yang menulis tentang idola, cita-cita, atau hobi. Bahkan ada yang menulis dengan topik yang susah macam ‘fosil’, yang memang jadi ketertarikannya.

_20160517_173837

Tugas beratnya di sini, kita harus memeriksa semua tulisan mereka satu-satu dalam waktu singkat. Ya, kalau tidak dikoreksi hasil karyanya, mereka bakal nunjukin muka kecewa 😂

Banyak juga yang ajukan diri membacakan karya tulisnya di depan kelas.
Saking serunya, saya kelamaan ngajar di kelas ini. Hihi

IMG_20160503_085345

Ya kalau kamu pengajar, pasti kelas antusias dan aktif seperti inilah yang difavoritkan 😊
Yang mengharukan lagi, di kelas ini saya dibuatkan cerita bergambar yang kreatif banget, ada gambar saya pula, kak LEON, begitu tulis Farrel. Plus, sekali lagi bantu membawakan peralatan mengajar saya 😍😘

Kelas berikutnya adalah kelas 6. Kebetulan kelas 6 hari itu sedang ada ujian praktik. Di luar kelas banyak terdengar murid kelas 6 yang sedang latihan musik. Jadi, rada-rada stress lah mereka. Seperti kecapekan. Haha. Di kelas ini saya tidak memforsir untuk menulis, ya karena mereka sudah tampak capek 😂😂

res_1462194438671-01Dan yang lucu, di kelas ini sempat susah fokus, saat permainan bisik info misalnya, dari deretan pertama saja sudah terjadi bias info. Jadilah mereka saling menyalahkan, ada yang bilang yang kasih info kurang jelas, ada yang menyalahkan penerimanya yang salah. Haha, ya seperti itu juga kacaunya di dunia nyata kalau ada berita yang salah di media 😂
Jadi langsung nyata hikmah praktiknya ya 😂😂

_20160503_102351Untunglah saat pelajaran atau tepatnya permainan reportase, saling mewawancarai dan menyimak informasi dari temannya, mereka sudah fokus lagi 😊

Kesimpulan, pengalaman ngajar di SD ternyata tidak se-mengerikan yang saya bayangkan sebelumnya. Begitu bertemu mereka, grogi itu hilang, yang ada kita banyak senyum, ketawa, walau kadang suara habis juga. Yang penting, sih, kita bisa mimpin mereka. Tapi jujur, energi cepat habis setelah ngajar 2 atau 3 kelas (dobel) 😁

O ya, yang lucu lagi, di sini banyak dapat fans baru, grup-grup-an cewek-cewek gitu, hihi, dari kelas 2 hingga 6. Jadi inget waktu kecil, they need figure ☺😁
Semoga nggak salah pilih figur, oh noo 🙈😂😂😂

Begitulah kira-kira cerita saat proses mengajarnya, repotnya, dan serunya. Ya, pengalaman KI ini memang hanya satu hari, tapi sangat berarti untuk adik-adik SD, dan untuk kami, selamanya.

Terima kasih KI, terima kasih teman-teman, terima kasih murid-muridku 😊

O ya, jangan ketinggalan baca kelanjutan ceritanya tentang ‘hikmah’ dan behind the scene-nya yang seru di sini ya. Cu 😉

One thought on “Pengalaman Mengajar, Satu Hari Untuk Selamanya

  1. Pingback: Satu Hari Untuk Selamanya | Leonisecret.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *