Personal Branding, Emang Perlu?

sumber :  http://bit.ly/hantbt

Ini adalah cuplikan wawancara saya dengan she radio FM, silahkan disimak:

———————————————————————————

Leonita Julian tak pernah menyangka bila apa yang dia capai saat ini sudah melampaui yang pernah dicita-citakan semasa remaja. Menjadi wanita yang memiliki banyak koneksi, berani tampil, dan bersuara. Saat ini, Leoni aktif sebagai pembicara dan konsultan personal branding. Berkat kepercayaan dirinya dalam menulis di leonisecret.com dia dipercaya sebagai Blogger Ambassador Acer 2010 dan 2011. Dan kini Leoni sedang menyiapkan buku perdananya.


Bagi Leoni, perjalanan menjadi wanita global seperti sekarang ini tidak pernah mudah. Bukan tentang persaingan, juga bukan tentang kesempatan. Leoni banyak berurusan dengan dirinya sendiri. Sejak remaja Leoni mengaku menjadi ‘’orang rumahan’’. Tak banyak kegiatan yang dia ikuti. Bahkan seringkali merasa malu untuk mengungkapkan dirinya. Untuk menjadi apa yang dia raih saat ini baginya seperti mimpi.

‘’Karena itu banyak di tulisan-tulisan saya yang mengajak anak muda untuk tidak malu dan menyerah bermimpi. Lihat saya aja. Saya sering meragukan kemampuan sendiri, tapi ternyata, saya bisa. Untuk bisa merealisasikan mimpi dibutuhkan keberanian dan kemauan untuk membuka diri,’’ kata Leoni.

Langkah pertama yang dia lakukan, memiliki akun social media. Baik blog, facebook, dan twitter. Dalam tulisan-tulisannya di leonisecret, Leoni sering mengamati bagaimana social media mempertemukan beragam manusia, membentuk komunitas dan lifestyle baru. Setelah sempat bergabung dalam pertemuan teman-teman social media, nama dan tulisan-tulisan Leoni makin dikenal. ‘’Bertepatan dengan gempa Padang, saya membentuk aksi sosial bernama #aksisosialindonesiaunite yang menampung donasi dan menyalurkannya langsung. Dan dalam waktu satu minggu bersama @pandji kita berhasil mengumpulkan 30 juta,’’ kenangnya.

Dari berbagai aksi #indonesiaunite dan #aksisosialindonesiaunita yang dia lakukan, dia berkenalan dengan banyak tokoh yang dulu hanya jadi idola di majalah. Seperti Hermawan Kertajaya, Boris Sebastian, dan Nukman Luthfie. ‘’Kayak mimpi rasanya. Dulu cuma bisa baca tulisannya. Sekarang kalau ketemu cukup BBM-an (Black Berry Messanger),’’ katanya diselingi tawa.

Leoni dan Personal Branding

Menjadi berbeda dan berkemampuan adalah inti dari personal branding. Menurut Leoni, personal branding bukan politik pencitraan dan bukan tentang how to sell your self saja. Personal branding bicara tentang bagaimana seseorang melengkapi diri dengan kemampuan dan sisi unik yang ‘’menjual’’ dalam dirinya. ‘‘Personal branding itu tidak jaim (jaga image, red). Personal branding bukan tentang table manner. Karena yang dibutuhkan penampilan apa adanya bukan juga seadanya,’’ kata Leoni.

Bagaimana menciptakannya? ‘’Kita harus tahu positioning. Dimana keahlian kita dan bagaimana posisi kompetitor. Kita kuatkan apa yang jadi karakter positif. Konsisten dan otentik. Orang akan melihat apa yang kita lakukan. Bukan sekadar yang kita bicarakan,’’ saran Leoni.

foto-foto : leonisecret.com

Bookmark Button

6 thoughts on “Personal Branding, Emang Perlu?

  1. Memang perlu personal branding itu ya ternyata. Memang harus diri ini di posisikan sedemikian rupa supaya berhasil. Apalagi di era internet ini banyak sekali orang yang memiliki skill dan pengetahuan serupa. hal yang membedakan hanyalah sebuah positioning. Nice artikel.. Thanks

  2. seperti kata orang bijak ;
    ” manusialah yang membentuk pakaiannya, bukan sebaliknya.”

    untuk urusan personal branding, saya masih yakin dgn nasehat orang tua; be yourself 🙂

    nice blog.
    salam…

  3. kk leoni….

    bikin tips2nya donk ngebangun personal branding, kesian donk anak PR masi minderan.

    btw, emnk lebih mudah buat cewe ngebangun personal branding, tapi kayanya buat cowo rada2 susah deh, kalo ditanya orang jurusan PR, ingetnya pada jadi sales door-to-door semua @__@’

  4. Suka banget dengan kalimat ini: “…Karena yang dibutuhkan penampilan apa adanya bukan juga seadanya,”

    Ya, “apa adanya” dengan “seadanya” itu memang berbeda 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *