Pertama di Indonesia, Uji Coba LTE !

written by Leonita Julian


“Wuih, bisa beli Coca Cola via SMS, euy!” Mendadak jadi kampungan begitu lihat demo Vending Machine di acara yang digelar oleh Telkomsel, di Gran Melia, Jakarta. Satu per satu pengunjung tak mau ketinggalan hanya melihat mesin itu, tetapi langsung mencoba sendiri dan membawa pulang satu botol produk Coca Cola. Gratis!

Bagaimana cara kerja Vending Machine itu? Customer dapat menggunakan ponsel mereka untuk membeli produk Coca Cola yang diinginkan. Pembayaran dilakukan dengan pemotongan pulsa Telkomsel.

Lalu kapan Vending Machine akan di-release secara komersial? Secara teknis, baik teknologi maupun aplikasinya sudah terbukti berjalan baik. Telkomsel masih menunggu kejelasan regulasi terhadap layanan/ solusi ini dan hingga kini sedang dalam tahap pembahasan dengan pihak terkait.

Long Term Evolution (LTE)

Sebagai operator seluler yang terdepan, Telkomsel terus membangun dan mengembangkan teknologi selulernya. Hal ini dilakukan sebagai  pengabdian terhadap kemajuan seluler khususnya di Indonesia. Salah satu bentuk teknologi terbarunya dan siap akan diimplementasikan ialah mobile broadband LTE(Long Term Evolution).

Tanggal 20 Juni 2010 lalu, di Four Seasons Hotel, Telkomsel bersama mitranya menggelar ujicoba mobile broadband teknologi Long Term Evolution (LTE), yang sering disebut sebagai generasi keempat (4G) seluler, serentak di tiga kota meliputi Medan, Jakarta, dan Denpasar. Ujicoba LTE itu diresmikan Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring, yang melakukan percakapan dengan pengguna telekomunikasi di Denpasar.

LTE adalah suatu teknologi radio yang mampu menawarkan kapasitas dan kualitas kecepatan data hingga 172 Mbps.
LTE sangat memudahkan kita dalam hal komunikasi dan telekomunikasi. Dengan kecepatan yang sangat tinggi, kita tidak perlu lagi menunggu untuk mendownload atau mengupload data. kita juga bisa berkomunikasi sekaligus melakukan download/upload video, artinya jaringan triple play bisa dilakukan secara bersama-sama.

Kecepatan yang tinggi pada 4G ini juga memungkinkan suara, video, dan data dapat diakses dalam satu perangkat yang praktis. Di masa mendatang, konsumen dijanjikan akan dapat melakukan download dan upload High Definition Video, Voice over Internet Protocol(VoIP), layanan data berkapasitas besar dan Value Added Service(VAS) seperti interactive gaming, TV interaktif, mobile video blogging, mengakses e-mail dengan attachment besar serta bergabung dalam video conference dimanapun dan kapanpun karena kecepatan yang sangat tinggi tersebut.


Sebagai tahap awal, ujicoba teknologi mobile broadband berbasis seluler GSM ini, Telkomsel menggandeng tiga penyedia jaringan, Huawei (Jakarta), Ericsson (Medan- dan Nokia Siemens Networks (Denpasar). Ujicoba LTE ini, Telkomsel menggunakan eksisting frekuensi DCS 1800 dengan bandwith 10 MHz. Untuk keterangan lengkap bisa dilihat diklik di:
http://bit.ly/c7fnml

Mengapa Telkomsel menggunakan LTE bukan Wimax?

Implementasi Wimax membutuhkan perubahan besar-besaran pada infrastruktur operator GSM. Karena Telkomsel bukan perusahaan penyedia broadband, tetapi operator telekomunikasi berbasis GSM maka infrastruktur yang dimiliki tidak membutuhkan perubahan besar untuk dapat digunakan oleh teknologi LTE, apalagi dengan adanya 3G akan lebih mudah dan efisien karena tinggal mengembangkannya saja.

Ke depannya LTE dan Dual Carrier HSPA+ diprediksi akan membawa perubahan industri telekomunikasi cukup signifikan, di mana pada era LTE perkembangan layanan berbasis data akan semakin pesat seiring dengan peningkatan kemampuan teknologi akses tersebut. Perkembangan layanan berbasis data juga ditentukan oleh berbagai aplikasi/service layer, seperti: teknologi IP Multimedia Subsystem (IMS), Service Delivery Platform (SDP), dan Cloud Computing. Di sisi lain, untuk mengembangkan berbagai layanan ke depan, operator membutuhkan dukungan dari mitra kerja, seperti: penyedia konten, aplikasi, dan device.

Telkomsel beranggapan bahwa saat ini traffic dari mobile broadband masih dapat dibawa oleh teknologi HSPA+ yang telah digelar di kota-kota besar, akan tetapi tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun yang akan datang teknologi LTE dibutuhkan jika teknologi HSPA+ dianggap sudah tidak mampu membawa data trafik secara efisien dan cost effective.

Kebutuhan mobile broadband akan semakin tinggi di tahun-tahun mendatang, di mana setiap kapasitas yang ditawarkan akan selalu diserap habis oleh pelanggan, sehingga dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memberikan kecepatan dan kapasitas yang tinggi dengan cost per bit yang semakin murah.

Untuk Uji coba LTE ini, TELKOMSEL menggunakan eksisting frekuensi DCS 1800 dengan Bandwidth 10 MHz.

-Untuk developer, LTE menawarkan “high performance mobile broadband platform”, sehingga memungkinkan developer untuk mendevelop aplikasi “time critical” dimana membutuhkan latency yang rendah dan throughput yang tinggi.

-Untuk end users, LTE menawarkan koneksi mobile broadband dengan kecepatan tinggi, sehingga aplikasi “time critical” yang telah dibuat oleh developer dapat di gunakan

-Untuk operator, LTE akan meningkatkan kapasitas dan mengurangi kompleksitas dari network sehingga dapat menekan biaya operasional.


Coverage LTE akan sangat bergantung kepada frekuensi yang digunakan. Semakin tinggi frekuensi yang digunakan maka akan semakin kecil coverage nya.

Jadi ga sabar nunggu launchingnya nih..

12 thoughts on “Pertama di Indonesia, Uji Coba LTE !

  1. Regulasi yg digodok entah sejak jaman kapan, sampai sekarang belum terlihat tanda2 akan segera disahkan. Gak usah LTE deh.. untuk 3G sendiri, implementasinya di lapangan masih kurang memuaskan. Apalagi LTE. Paling cepet, 2 tahun baru akan siap, lengkap dg regulasinya. Yah, bangsa ini tertinggal beberapa dekade jika ttg teknologi dan regulasi.. :lol:

  2. sama seperti yang saya tulis di blog lainnya tentang teknologi ini. Untuk implementasinya sebagai end user saya pikir kita msh hrs menunggu bbrp tahun ke depan.

    Untuk saat ini menyediakan internet yang murah dan reliable saja sudah cukup saya pikir untuk masy. Indonesia.

    Untuk murah dan reliable saja kelihatannya belum tercapai tuh hihi~

  3. Pingback: Tweets that mention udah ada API nya belum ya untuk payment tcash itu :D -- Topsy.com

  4. Pingback: Kelas Kemewahan Internet ituh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *