Pria Untuk Ibuku

 

Suatu pagi di hari Sabtu…

 

Sayang, jangan salah paham ya..

Aku tegas padamu, karena aku sayang kamu..

yaa..seperti Ibuku yang tegas, karena dia sayang padaku

Aku bukan marah padamu, sayang…hanya mengingatkan..

Seperti ibuku yang selalu mengingatkan padaku, mana yang salah mana yang benar..

karena tidak ingin yang tersayang terseok di jalan yang salah.

 

Sayang, kamu pernah bertemu perempuan berwajah lembut, feminin, cerdas, kuat, tegas?

Yuk bertemu Ibuku, dia bisa jadi ibumu juga

Sayang, kamu mau bantu aku bahagiakan Ibuku ? Jadikan Ibuku ibumu juga ya..

Lihat, begitu sayangnya aku sama kamu, aku rela Ibuku jadi ibumu juga :3

 

Fotoku bersama Ibu ini tersenyum lebar dan berbinar banget ya…

Maklum, foto bersama orang yang kusayangi..

seperti saat foto bareng kamu juga, sayang :3

 

Mencintai ibu itu bukan sekedar ide…

Aku mencintai Ibuku karena dirinya…

Meski keras, aku percaya bahwa di dalam hatinya dia sangat mencintaiku juga..

Begitu juga kepadamu, sayang..

 

Aih, kok aku jadi pujangga dan perayu gini ya?

Mungkin ini efek bicarakan orang-orang yang kucintai saja… Ibuku dan kamu :3

 

Suatu hari di Hari Ibu…22 Desember 2012,

 

Aku jadi rindu ibuku, ingin bertemu..

…tetapi aku juga ingin bertemu ibu dari ayah tercinta untuk anak-anakku kelak…

 

Bunyi SMS masuk…

 

Kamu di mana? |

Di Jakarta, Mah. Selamat Hari Ibu! *peluk* |

Terima kasih ya *peluk*. Novelmu sudah selesai? |

Belum mah, masih proses… |

 

Kembali melihat timeline twitter…

 

‘Ibuku sudah tua, dan aku belum bawakan priaku untuknya -___- ‘

Begitu status yang kutulis

 

Mataku mengembun…aku rindu..

Ibuku…dan kamu..

 

Selamat Hari Ibu, Aku sayang Ibu :3
Terima kasih sudah menjadikan aku perempuan yang survive ^^
Maaf, aku belum bisa mengabulkan harapan Ibu -__-

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *