Pulau Lihaga & Pantai Pal, Tempat Wisata Minahasa yang Super Istimewa

IMG_20160715_162019

Kadang yang tanpa pengharapan, justru memberi pengalaman terindah. Begitulah yang saya alami saat trip ke Minahasa, Sulawesi Utara. Seperti yang saya ceritakan di artikel sebelumnya, perjalanan ke Manado itu tanpa ekspektasi, tetapi justru menemukan banyak keindahan yang natural! Seperti pantai Pal dan Pulau Lihaga, misalnya.😍

Pada artikel kali ini, saya akan menceritakan tentang dua pantai di Minahasa yang istimewa dan mendapat tempat khusus di hati saya. Manado, Minahasa, has my heart. Yeah. So, simak alasannya..😉

 

  1. Pantai Pal

_20160207_082034

Pantai Pal terletak di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara.

Dari kota Manado butuh waktu satu jam hingga dua jam menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai lokasi, dan butuh waktu dua hingga tiga jam bila menggunakan angkutan umum. Tetapi ya harus bersedia menunggu penuhnya penumpang jika naik bus/elf dari terminal Paal Dua di Manado dan terminal Likupang untuk rute baliknya.😁

IMG-20160206-WA0014

Untuk yang menggunakan angkutan umum, sesampainya di terminal Likupang, kita bisa menggunakan jasa ojek. Umumnya Rp 25.000,- tergantung nego. Sekitar 300 meter dari pertigaan Desa Marinsow ada papan petunjuk ke arah Pantai Pal, kita ambil belok kanan sejauh 2,5 KM. Pemandangan indah pedesaan khas Minahasa bisa kita nikmati di kanan kiri jalan.

Mendekati lokasi pantai Pal, kita akan melewati portal yang dibuat warga. Di sana kita membayar tiket masuk, untuk mobil sebesar Rp 10.000,- dan Rp.5000 untuk motor, lalu menyusuri jalanan aspal kasar selama kurang lebih 15 menit lagi.

Setelah menempuh hampir tiga jam perjalanan dari Manado, dijamin tak gigit jari, deh, saat menginjakkan kaki di pasir putih Pantai Pal.

_20160721_103936

Hamparan pasir putih, gulungan ombak besarnya yang menantang, dan pemandangan laut lepas yang indah, bisa membuatnya jadi salah satu lokasi wisata favorit Minahasa. Ada yang menyebut pantai ini sebagai Balinya Sulut. Bisa jadi ombak dan warna airnya jauh lebih indah dari banyak pantai di Bali, bahkan.

_20160721_105723

Tampak fasilitas permainan seperti banana boat warna kuning yang berukuran besar yang disewakan sudah siap di bibir pantai. Dua di antaranya sudah lalu lalang memecah ombak.

Pasir putih layaknya butir-butir mutiara, menjadi tempat duduk pengunjung sembari memandang air biru jernih dengan ombak besar yang menggulung membentuk gumpalan putih. Sebenarnya ada bangku-bangku dan gazebo untuk tempat beristirahat, tetapi jadi komoditi bagi warga setempat, jadi harus menyewa ke mereka yang berjaga-jaga di samping tiap bangku.😁

_20160721_103703

Imho, yang paling menarik di sini adalah ombaknya yang sesekali bisa setinggi manusia dewasa, bahkan sesampainya di bibir pantai. Jarang-jarang saya lihat tingkah ombak yang nakal seperti ini di pantai-pantai Indonesia lainnya, yang kebanyakan tenang. Sungguh ombak yang tak biasa!😍

_20160721_103741

Meskipun tempat wisata ini masih tampak ala kadarnya, terutama soal akses jalan, namun terdapat fasilitas yang disediakan oleh pemerintah kabupaten berupa pondok dan MCK. Pemerintah kabupaten perlu lebih memperhatikan tempat wisata ini, deh. It’s beyond expectation! 😍

_20160721_012522

Tetapi yang jelas..saya sudah puas dihibur dengan pantai dan ombaknya yang luar biasa, dan bikin pengen kembali. 😍

 

  1. Pulau Lihaga

_20160203_092850

Secara administrasi pulau seluas kurang lebih 8 hektar ini berada di Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Berjarak 70 Km dari ibukota provinsi Sulawesi Utara, Manado, pulau cantik ini bisa dicapai dalam waktu kurang lebih 2 atau 3 jam perjalanan.

Menuju tempat wisata di Minahasa Utara ini memang agak pe-er. Sekitar 90 menit dari Kota Manado menuju Likupang (pelabuhan Serei) jika menggunakan kendaraan pribadi. Setelah tiba di Likupang, masih menempuh perjalanan lagi selama kurang lebih 40 menit dari pelabuhan Serei atau 15 menit dari kampung nelayan Serei, menggunakan perahu nelayan setempat yang biasa dipergunakan untuk membawa wisatawan ke pulau Lihaga.

_20160209_073349

Atau jika menggunakan angkutan umum dari Manado, bisa naik bus/elf dari terminal Paal Dua menuju terminal Likupang. Terminal Paal Dua bisa dicapai dari pusat kota dengan menaiki angkot dengan rute Pasar 45-Paal Dua. Sekitar 2 jam perjalanan dari Paal Dua menuju Likupang, termasuk tambahan waktu menunggu penumpang, lalu menggunakan ojek menuju Kampung nelayan Serei. Jaraknya cukup jauh, sekitar 30 hingga 45 menit perjalanan dengan ojek. Tetapi pemandangan selama perjalanannya cukup indah, penuh sawah, perkampungan, dan bukit-bukit kecil bernuansa hijau muda.

_20160220_084517

Harga sewa perahu menuju pulau Lihaga dari Serei sekitar 1 juta rupiah untuk 20 atau 25 orang penumpang. Tetapi bisa nego, kadang hingga Rp 700.000,-.

Biasanya memang harus memesan jauh hari bila ingin menyewa atau menumpang kapal ke pulau ini, karena sangat jarang pelancong dan wisatawan yang ke Lihaga, apalagi kalau bukan musim liburan. Akibatnya biayanya jadi mahal, karena tak mudah untuk mengumpulkan 25 orang untuk mengunjungi Lihaga dalam waktu yang bersamaan.

_20160721_012637

Waktu saya berencana ke sana,saya sempat menghubungi penyewaan kapal. Pemilik kapal akan menghubungi kita lagi bila sudah mendapat penumpang lain untuk share biaya. Sayangnya saat itu sedang sepi peminat pelancong pulau Lihaga.😔

20160421015959-01

Jadilah saya dan teman saya terpaksa menyewa kapal berdua saja. Sialnya, begitu sampai di kampung nelayan Serei, kami tidak mendapat signal telepon untuk menghubungi pemilik kapal. Haha.😁

Akhirnya terpaksa nego lagi dengan penyewa kapal di sekitar situ, dan mendapat harga Rp 800.000,-/PP.

_20160721_012620

Jangan khawatir, perjalanan jauh yang ditempuh tidak akan sia-sia. Setibanya di pulau yang tak berpenghuni ini, kita akan disambut hamparan pasir putih halus dikelilingi lautan warna biru bening dan tosca. Gradasi warna airnya indah banget. Disempurnakan dengan buih ombak yang memecah di pasir putih, sungguh sebuah sajian yang tak biasa.😍

Saat pagi menjelang siang, warna airnya didominasi oleh warna tosca, semakin sore, warnanya berubah makin indah, biru jernih. 😍

Untuk bisa masuk ke pulau yang begitu indah dan tak berpenghuni ini kita dikenakan tarif sebesar Rp 20.000/orang.

_20160201_161419

O ya, kalau bisa nego dengan pemilik perahu, coba minta melewati Pulau Gangga, sebuah pulau di seberang Lihaga, yang tak kalah indahnya dengan Pulau Lihaga. Katanya, Pulau Gangga ini menjadi milik warga negara asing.

_20160216_082800

Pinggiran pantai pulau Lihaga didominasi oleh hamparan batu karang dan pasir putih dengan pemandangan yang benar-benar indah yang sangat jarang ditemui di tempat-tempat wisata lainnya.😍

_20160721_110139

Pulau ini masih natural dan tak berpenghuni. Jadi begitu sampai di sana, serasa berada di pulau pribadi, apalagi saat sedang tak ada wisatawan lain. Mau lari-lari, koprol, atau ngapain aja nggak ada yang lihat. Nggak rugi sewa kapal pribadi tadi. Haha😂

_20160224_131855

Di sini juga bisa menikmati keindahan bawah laut dengan melakukan snorkeling, loh. Pemandangannya tak kalah cantiknya dengan Taman Laut Bunaken.

_20160201_174441

Kalau berminat berkunjung kesana, persiapkan segala sesuatunya. Terik mataharinya sangat-sangat menyengat, jadi jangan lupa gunakan topi dan sunblock. Paparan matahari di kulit selama 1 jam di sana sudah cukup bikin kulit gosong! Saya lari-lari kecil di sini, karena pasirnya panas terpapar terik matahari. Gunakan sunblock yang water resistance, jadi kalau ingin berenang atau snorkeling, kulit tetap aman terjaga.😉

_20160721_012604

Di pulau indah tanpa penghuni ini sudah tersedia toilet dan ruang ganti. Ada pula bangunan dari kayu, mungkin untuk para penjaga. Tapi sebelum menyeberang ke sini, jangan lupa berbekal makanan dan minuman, karena di Lihaga tidak tersedia warung dan penjual makanan atau minuman.

_20160219_123338

Kita juga bisa menginap di Pulau Lihaga tanpa khawatir dipungut bayaran lagi, loh. Namun tentunya harus membawa tenda sendiri, karena di sini tidak menyediakan tenda, apalagi penginapan. Lumayan banget, tuh, serasa camping di pulau pribadi. Sambil lihat gugusan bintang kalau malam, mungkin. Aw romantis pasti.😍

_20160214_004627

Aahh, saya rindu ke Lihaga lagi 😞

 

22 thoughts on “Pulau Lihaga & Pantai Pal, Tempat Wisata Minahasa yang Super Istimewa

  1. Halo :)
    Saya berencana ke Pulau Lihaga juga nih. Boleh info nomor kontak penyewaan kapalnya? Saya sudah coba cari info tapi sejauh ini masih belum ketemu.
    Terima kasih yaa!

    • Waduh saya ga simpan nomornya kak. Hp hilang :(
      Tapi dulu saya sempat janjian sama orang yang menyewakan kapal setelah googling, tapi percuma di sana ga dapat sinyal, jadi tidak bisa terhubung, akhirnya ya sewa kapal baru di lokasi dengan harga dadakan. Dan ya itu..hp saya hilang jadi tidak tersimpan nomornya :(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *