Rekomendasi Travel: Unik & Menariknya Manado, Minahasa

_20160201_135645

Surprising! Kota ini tak pernah terpikir masuk di bucket list destinasi wisata saya. Tak pernah terpikir sekalipun, kecuali karena keberadaan sanak saudara di sana. Tetapi ternyata banyak keindahan dan keunikan yang bisa ditemui di sana, dan surprisingly, saya betah! 😙 

Yes, Manado! Trip ke Manado ini tak terencana dan dadakan banget. Berawal dari Makassar dan bingung akan ke mana karena batal ke Toraja, hingga akhirnya memutuskan ke Manado yang masih di pulau Sulawesi, sekalian mengunjungi sepupu. So, no great expectation, lah ya.😀

Tak disangka, ternyata Manado tidak hanya tentang Bunaken dan Bunaken saja, tetapi banyak destinasi indah lainnya di sekitar Manado.

_20160227_124837

Sebenarnya , sih, kota Manado-nya kecil dan nggak banyak destinasi wisata alam, tetapi kota-kota pinggiran Manado lah yang indah. Bukan berarti ibukota Sulawesi Utara ini tidak menarik, karena budaya dan karakter masyarakatnya saja sudah unik untuk diceritakan.😊

_20160219_075121

 

Berikut ini beberapa landmark atau lokasi wisata di sekitar Manado yang sempat saya kunjungi selama seminggu di Manado, selain Bunaken yang sudah sangat dikenal. Di antaranya ada lokasi-lokasi yang dua kali saya kunjungi demi mencoba transportasi dengan mobil pribadi dan angkutan umum, supaya infonya bisa digunakan untuk teman-teman backpacker juga.

 

1. Jembatan Soekarno

_20160130_201857

Sudah pada tahu atau dengar jembatan Suramadu yang hits yang menghubungkan Surabaya dengan Madura, donk? Nah, di Manado ternyata ada kembarannya! Namanya jembatan Soekarno.

20160203014946

Jembatan Soekarno yang baru diresmikan 28 Mei 2015 ini katanya yang terpanjang di wilayah Indonesia Timur, mencapai 1.127 m. Jembatan inilah landmark pertama yang saya kunjungi di Manado. Saat terbaik mengabadikan jembatan ini adalah malam hari supaya bisa menangkap perubahan warnanya.

20160203015055-01

 

2. Danau Linow

Warna yang selalu berubah-ubah dan memiliki kandungan kadar belerang yang tinggi, itulah karakteristik yang dimiliki Danau Linow. Danau yang terletak di kota Tomohon, Sulawesi Utara, ini memiliki luas sekitar 34 Ha.

_20160206_060842

Danau Linow mempunyai 3 warna yang bisa berubah-ubah. Kadang terlihat hijau tosca, kadang biru laut, atau coklat susu. Perubahan warna ini tergantung di mana kita melihat dan pencahayaan.

Perubahan warna itu disebabkan kandungan belerang di danau, karena terhubung langsung dengan sumber air yang mengandung belerang, selain juga karena pembiasan cahaya dan pantulan dari vegetasi di sekitar danau.

_20160718_160520

Diduga, sumber belerang dan mata air panas tersebut berhubungan dengan Gunung Lokon yang masih aktif. Gunung ini terakhir kali meletus pada September 2013.

Menurut sosiolog Universitas Sam Ratulangi, Alex Ulaen, nama ‘Linow’ berasal dari kata lilinowan yang artinya tempat berkumpul air, diambil dari bahasa Tombulu, salah satu etnis di Minahasa.

Tempat wisata ini ditata dan di-manage dengan rapi. Pengunjung dimanja dengan keberadaan kafe yang terletak di sisi bukit yang mengitari danau. Duduk berlama-lama di kafe terasa tak membosankan, bahkan mungkin bikin lupa waktu.

_20160720_000702

Dari kafe, kita bisa melihat kawanan burung belibis yang tengah berenang atau berterbangan di sekitar danau. Seru juga mengamati tingkah mereka. 😀

Selain pemandangan yang indah, kulinernya juga tak kalah menarik. Tersedia makanan dan minuman khas Manado seperti dabu-dabu. Menikmati kopi dan pisang goreng di sini sungguh nyaman, sembari berbincang dan melihat pemandangan ke seluruh area danau.

IMG_20160707_131658

Jalan menuju bibir danau ini tertata rapi, terbuat dari kayu dan bambu yang dibangun seperti dermaga, dengan dihiasi bunga-bunga. Pas buat foto-foto. Tepat di ujung jalan tersedia sarana wisata berupa perahu kayuh dan kano yang bisa disewa.

20160131190220-01

Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 25000 per orang untuk bisa menikmati keindahan tempat wisata ini, sudah termasuk parkir dan welcome drink, dengan pilihan teh atau kopi. Toiletnya pun lumayan bersih dan banyak. Jadi cukup nyaman untuk berwisata, meeting, atau sekedar nongkrong.

_20160131_201603

Untuk mencapai lokasinya, jika naik kendaraan umum dari Bandara Sam Ratulangi, dapat langsung menuju terminal bus Tomohon, lalu cari angkot arah Danau Linow. Jaraknya sekitar 37 km. Kalau berangkat dari pusat kota Manado, bisa naik mikro dari terminal Karombasan  yang rutenya melewati Linow.

O ya, kalau turun angkot di Jakarta atau kota lain biasanya kita bilang “kiri” atau “depan”, di Manado beda, kita harus mengatakan “stop” atau “muka, om”, lalu bayar tarifnya.😉_20160720_000721

Setelah sampai di dekat danau, atau di depan gang dengan plang nama jl. Linow, wisatawan dapat melanjutkan berjalan kaki dengan jarak sekitar 1 km menuju lokasi Danau Linow, atau kalau beruntung bisa berpapasan dengan angkot (mikro/minivan, kecil, biasanya warna biru) yang akan melewati lokasi wisata ini, tetapi sangat jarang.

Ada pengalaman lucu. Sambil tracking kembali ke jalan raya, saya memotret bunga-bunga di pinggir jalan. Waktu lagi asyik motret, eh ada anjing lari dari dalam kebun, hendak mendekat, sambil menggonggong terus-menerus. Sepertinya mengusir saya untuk menjauh dari daerah kekuasaannya. Yaa..daripada dikejar anjing, sambil masih deg-deg-an, saya buru-buru pergi dengan langkah cepat. Haha. Dah lama nggak dikejar anjing, euy. 😂

Untuk kembali ke kota Manado, ulang rute yang sama, tetapi jangan kaget kalau harus menunggu lama di terminal Tomohon, karena bus menunggu penuhnya penumpang. Bahkan bisa 1,5 jam sendiri hanya untuk menunggu 😅.😁

 

3. Tomohon dan Tondano

_20160202_165509

Kota Tomohon dikenal sebagai Kota Seribu Bunga. Hawanya yang sejuk dan tanahnya yang subur bikin hampir segala jenis bunga bisa tumbuh dan berkembang di kota kecil yang berjarak 27 kilometer dari Kota Manado ini.

Jalan menuju Tomohon berliku dan melewati perbukitan, tetapi pemandangan asri sepanjang jalan dan hawa yang sejuk bisa mengusir rasa jenuh di perjalanan, kok. Apalagi kalau kita gunakan kendaraan pribadi/sewa, bisa, tuh, turun foto-foto abadikan keindahan desanya. Kalau menggunakan angkot ya terpaksa tracking ke kampungnya, karena angkot tidak masuk kampung, hanya jalan besar.

Keindahan Tomohan memang tak diragukan lagi karena memiliki lansekap yang eksotik. Tomohon dekat dengan gunung Lokon, salah satu gunung yang masih aktif sampai saat ini dan setiap saat bisa mengeluarkan kepulan asap solfatara atau debu vulkanik.

_20160718_160652

Yang unik dari desa di sini adalah asrinya, warna-warni bunga menghiasi pekarangan rumahnya  atau depan pagar masing-masing rumah.

Kelurahan Kakaskasen di Kecamatan Tomohon Utara, yang berjarak 3 km dari pusat Kota Tomohon, contohnya. Desa ini memiliki perkampungan bunga yang mengoleksi berbagai tanaman hias yang dibudidayakan oleh warga sekitar.

Bunga-bunga dan tanaman hias di tempat ini turut meramaikan Tomohon Flower festival.  Buat pembaca yang menyukai bunga, atau lokasi foto berlatar bunga-bungaan, jangan sampai melewatkan festival ini.

_20160201_145215

Dari sini, kita bisa lanjutkan perjalanan ke danau Tondano yang tak jauh dari kampung tadi. Pemandangan di sekitarnya tak kalah indah dari Tomohon atau danau Linow, loh!😍

_20160720_004239

 

4. Pasar Hewan Tomohon

Di awal tadi sudah saya sebutkan bahwa budaya dan karakter masyarakat Manado itu unik (bagi pendatang). Salah satunya yang paling dikenal adalah soal kulinernya!

Di sini, semua yang berkaki bisa dimakan, kecuali kaki meja, semua yang menyelam bisa dimakan, kecuali kapal selam (tapi Palembang bisa, dengan pempeknya. Haha), dan semua yang terbang bisa dimakan, kecuali pesawat! Hahaha.😂😂

Ada yang bilang, belum ke Manado kalau belum ke pasar Hewan Tomohon.

Jadilah saya mencoba perjalanan ke Pasar Hewan Tomohon. Untuk mencapai lokasinya dengan angkutan umum, kalau berangkat dari pusat kota Manado, bisa naik mikro dari terminal Karombasan dan turun di pasar Tomohon. Letak pasarnya ya di sebelah terminal itu.

Pasar ini ramai saat pagi, sekitar jam 6-7 pagi, gitu. Sayangnya saya datang kesiangan. Menjelang siang, pasar Tomohon mulai sepi pengunjung, tapi masih banyak yang berjualan, walau sudah mulai berkurang. Saya perkirakan tak bakal lama di pasar ini karena memang tak suka daging, apalagi daging mentah dan darah dari hewan-hewan yang tidak wajar dimakan di tempat tinggal saya, Jakarta. Belum lagi aromanya. Hanya penasaran.

Saya menyusuri lorong-lorong pasar. Dari kejauhan terdengar gonggongan-gonggongan anjing.

Aroma menyengat dari bangkai dan daging sudah membuat pusing dan mual, saat berjalan menyusuri los daging yang menjual berbagai jenis daging. Di sini tikus hutan yang dimaksud adalah tikus hutan yang tinggal di pohon, dan bukan yang tinggal di pemukiman penduduk, apalagi tikus got.

Babi-babi kecil terlihat sudah terpisah antara kepala dan tubuhnya. Begitu pun tikus-tikus hutan, anjing, dan paniki atau kalong.😵

Ini belum seberapa sebenarnya, karena bila datang lebih pagi, mungkin bakal melihat bangkai ular dan hewan-hewan lainnya. Ini saja sudah tidak kuat, ya.🙈🙊

20160204172800

Beberapa ekor anjing dikerangkeng dalam kandang besi yang berada di ujung los. Saya tidak tega melihatnya, membayangkan anjing-anjing lucu ini bakal disembelih dan dijual dagingnya 😔

Tidak sampai 15 menit saya di sana. Nyesek euy. Masih culture shock. Haha. Buat adrenaline rush food traveller mungkin tempat ini cocok. Tapi jelas tidak buat saya. Hihi😁

 

5. Bukit Kasih

_20160213_080259

Bukit Kasih terletak di Desa Kanonangan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, sekitar 55 Km sebelah selatan Kota Manado.

Apa yang menarik dari tempat wisata rohani ini?

_20160718_162926

Di puncak Bukit Kasih terdapat 5 tempat ibadah dari 5 agama di Indonesia, yaitu Masjid (Islam), 2 Gereja (Katholik dan Kristen Protestan), Vihara (Budha), dan Pura (Hindu).  5 tempat ibadah ini mewakili simbol berdampingan dalam kerukunan.

_20160718_162946

Untuk menuju ke puncak atau ke lima tempat ibadah tadi, pengunjung harus melewati akses jalan berupa anak tangga yang berliku menuju puncak bukit.

Perlu tenaga ekstra untuk bisa menakhlukkan dua ribu lebih anak tangganya! Untungnya ada beberapa tempat istirahat di sepanjang jalan atau paling tidak bisa duduk-duduk sejenak di anak tangganya sembari mengembalikan nafas. Hahaa😁

Tapi jangan kaget kalau setelah kita ngos-ngosan nyampe puncak, ternyata di sana sudah ada penjual suvenir atau minuman yang turut mendaki dengan membawa banyak barang dagangannya. hihihi. 😂😂

Mereka memang baru pergi kalau barang dagangannya terjual.

_20160720_000753

Bukit Kasih berada di wilayah sumber belerang, jadi di sana akan banyak ditemui beberapa kawah yang memunculkan asap belerang.

Di dekat pintu masuk Bukit Kasih terdapat sebuah monumen Tugu Toleransi dengan tinggi sekitar 22 meter. Tugu Toleransi berbentuk segi lima, dan di setiap sisinya tedapat ukiran gambar serta kutipan ayat Kitab Suci dari masing-masing agama.

_20160720_000737

Ada dua patung wajah yang dipahat di salah satu sisi perbukitan. Menurut legenda masyarakat Minahasa, patung wajah itu adalah wajah Toar dan Lumimu’ut, yang diyakini sebagai nenek moyang orang Minahasa.

Menurut sosiolog Universitas Sam Ratulangi, Manado, Alex Ulaen, wisata religi ini didirikan untuk menandingi kepercayaan animisme dengan adanya pahatan wajah Toar dan Lumimu’ut. Cerita tentang Toar dan Lumimu’ut erat dengan kepercayaan rakyat Minahasa sebelum mereka memeluk agama.

Di sini banyak ditemui warung-warung yang menyediakan makanan ringan, spa, dan kolam alami air panas.

_20160718_163003

Untuk bisa mengunjungi tempat wisata ini dikenakan biaya masuk sekitar Rp. 5.000, dengan biaya tambahan berupa biaya parkir sebesar Rp. 5.000 – Rp. 10.000 untuk yang membawa kendaraan pribadi.

 

Itulah rekomendasi landmark atau tempat wisata di sekitar Manado yang sempat saya kunjungi. Tertarik ke sana, nggak?😁

Masih ada dua lokasi istimewa yang tak terlupakan, yaitu pulau dan pantai, tetapi kita lanjutkan di artikel berikutnya, ya. Terlalu panjang kalau di sini semua. 😁

Intinya, Manado bikin betah dan tak terlupakan. Bikin pengen balik. 😍

Mungkin selain keindahannya, hawanya cocok, juga karena tak banyak aturan di sana. Haha.😁

Iya, saya rindu Manado 😞

 

10 thoughts on “Rekomendasi Travel: Unik & Menariknya Manado, Minahasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *