Santirah River Tubing Bikin Ketagihan!

Akan selalu ada satu detik terpanjang dalam hidupmu.

Dari pasrah meluncur terbawa arus, kegencet, tiduran di atas air, teriak bareng di bawah air terjun, sampai loncat tinggi di antara karang, semua sensasi, keseruan sekaligus mendebarkan, itu saya dapatkan dari petualangan di Santirah river tubing.

 

Bisa dibilang, saya ini orangnya nekatan. Maklum, bonek. Jadi, setiap mengikuti arung jeram, dan ada tebing yang mengundang untuk loncat tinggi, pasti sayang banget kalau dilewatkan. Begitu pun di Santirah. 3 kali saya loncat dari tebing atau karang.

Loncatan pertama paling bikin ragu, karena arus airnya yang deras, dan tidak tahu kedalamannya, padahal landai. Ya, yang paling saya takutkan, tuh, batu di bawah, bukan tidak bisa renangnya karena trauma pernah tenggelam. Haha. Meski ada juga ketakutan terbawa arusnya. Pada saat mencapai air berarus deras itulah yang saya sebut momen pasrah, momen satu detik terlama dalam hidup.

Loncatan ke-2 yang paling menantang!

Loncat dari tebing air terjun dengan ketinggian 7 meter-an. Yang membuatnya menantang adalah karena harus loncat di antara karang yang untuk naiknya saja susah, licin, besar, dan tinggi. Sekali lagi, paling takut jatuh kena batu! Langsung terbayang bagaimana kalau salah perhitungan lalu jatuh mental terkena batu karang yang lebih rendah? Hihi.

Teman-teman pun ragu. Tapi sebagai adrenaline junkie, saya nekat loncat juga! Hanya 4 orang dari kami yang berani mencoba, dan saya satu-satunya srikandi 🙂

Loncatan dari karang air terjun yang lebih rendah.

pic by ccfoodtravel.com

Loncatan ke-3 saya coba karena memang inilah loncat tertinggi, dari tebing setinggi 10 meter-an. Awalnya teman-teman mencoba loncat dari tebing yang lebih landai, tapi…sepertinya kurang menantang, jadilah saya ambil yang tertinggi. Maklum bonek. Haha

Ini moment loncat dari tebing tertinggi 🙂

video by Bramadity

Jujur saja, awalnya saya sedikit kecewa saat batal rafting ke Green Canyon dalam trip #ExploreWestJava bersama West Java Tourism Board ke Pangandaran, 15 Desember 2015 lalu. Green Canyon memang favorit untuk rafting di sana. Tetapi karena mainstream-nya itu pula yang membuat kami mencoba medan baru, yang lebih kecil, namun ternyata bedanya dengan medan rafting umumnya lah yang justru bikin menarik.

Santirah terletak di Desa Selasari, kurang lebih 23 km arah Barat Pangandaran. Untuk menuju area kegiatan river tubing ini memang agak menantang. Selain karena perjalanan yang jauh dari kota, juga karena kondisi jalan yang masih rusak, dan hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi karena belum tersedia angkutan umum ke sana. Tapi selama perjalanan, kita disuguhi pemandangan keindahan pedesaan yang asri dan masih alami.


Aktivitas dimulai dengan perkenalan Local Guide/ River guide, serta peralatan river tubing seperti ban, life jacket, dan helm, lalu dilanjutkan dengan melakukan pemanasan dan peregangan supaya tidak keram ketika berada di sungai.

pic by cumilebay

River tubing ini tak kalah seru dengan petualangan rafting umumnya. Justru banyak intriknya di sini! Tubuh kita cukup terlentang di atas ban dalam dan meluncur mengikuti arus sungai, ditemani pemandu yang memahami trek aman untuk dilalui. Dalam river tubing ini kita kerjasama dalam grup, meluncur bersama, ban saling menempel dengan cara menguncikan kedua kaki ke teman di depan yang akan menjepit kaki kita di antara lengannya.

Pic by cumilebay

Jeram yang menantang sudah pasti jadi daya tarik aktivitas air semacam ini, kan?! Nah, jangan lupa dengarkan baik-baik kata guide kalau mau selamat!
Belum jauh, baru beberapa meter meluncur, eh ban saya terlepas, sehingga saya terpaksa melepaskan diri dari grup.

Ternyata ukuran ban tuh ngefek banget! Kalau bannya terlalu kecil, bakal mudah terlepas dari badan kita, begitu pun kalau bannya terlalu besar, yang ada kita susah terlentang.

pic by Cumilebay
Saat melepaskan diri inilah saya kegencet di antara karang dan ban teman-teman grup yang masih meluncur terbawa arus dan susah direm. Agak chaos di sini. Untung ada guide yang cekatan. Ternyata bukan saya saja yang terlepas. Ada dua teman lain yang juga terlepas dari ban dan grup, salah satunya Vira.

Betul kata guide, 200 meter pertama adalah medan yang paling berbahaya! Yes, intrik jeram pusatnya di awal perjalanan rupanya.

Sesekali kami memasuki lorong-lorong goa yang gelap, sangat gelap, dan panjang. Beberapa dari kami membuat suara-suara hantu, sembari mendengarkan cerita guide tentang legenda Santirah untuk menambah suasana mencekam. Haha

Jadi, nama sungai Santirah ini berasal dari nama kembang desa, seorang penari ronggeng, yang jadi rebutan dan dikejar-kejar pemuda desa. Karena frustrasi dikejar hingga menyebabkan perang di antara para jawara, Nyai Santirah pun menghilang ke sungai ini dan namun tak pernah ditemukan. Hmmm, seram juga.

pic by cumilebay

Selain intrik tebing-tebing hijau alami yang pas untuk aktivitas terjun dari ketinggian yang beragam, jeram, dan goa untuk cave tubing, ada juga air terjun di kanan kiri sungai. Dari Start Point sampai akhir sepanjang 1,5 km, yang memakan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan ini kami melewati 4 goa (goa gendang, panjang santira, lengkob, cukang taneuh) dan 5 sumber mata air (air terjun tirai, batu munding, curug kembar, curug mini, curug tiga).

pic by cumilebay

Setiap bertemu air terjun yang deras, guide mengajak kami membuat lingkaran, yang kemudian diputar di bawah air terjun, membuat kami teriak saat berada tepat di bawah kucuran airnya. Seru!

Terkadang kami diperkenankan melepaskan diri dari gandengan, supaya bisa bebas meluncur solo atau body rafting sambil tiduran di atas air dengan bersandar pada life jacket, sembari memandangi sinar matahari di antara cabang pohon dan tebing di atas, atau sekedar memejamkan mata.

O ya, jangan sampai melepas helm, karena bisa jadi kita sesekali menabrak karang atau kena derasnya air terjun, kecuali saat loncat tinggi di mana helm harus dilepas.
Intinya, Santirah River Tubing recommended banget! Seru abis!

video by Bramadity

Guide-nya juga ramah, cekatan, dan trusted. Teman saya, David, dari Malaysia, sempat kehilangan jam tangan yang jatuh ke arus air, eh bisa mereka temukan, loh. hehe
Coba deh sensasinya! Cukup murah, kok, harga mulai Rp 150.000,- per kepala, sudah dapat sensasi river tubing, adrenaline rush, plus makan singkong goreng di warung dekat parkiran yang enaaakk banget!
Bikin ketagihan pokoknya 🙂

Buat teman-teman yang mau mencoba petualangan di Santirah river tubing, bisa menghubungi Ricky (08529437122). Bagi yang tidak menguncikan kendaraan pribadi, ditawarkan juga paket pick up/penjemputan, loh.

Selamat berpetualang 🙂

4 thoughts on “Santirah River Tubing Bikin Ketagihan!

  1. kecil-kecil jagoan loncat dari tebing! hahaha…
    eh menurut gue lebih seru Santirah daripada Green Canyon, soalnya lebih lengkap pengalamannya.. ada tubing, ada semi body-raftingnya, ada loncat2an juga (bagi yang berani). tapi kalo memang pengennya body-rafting doang, Green Canyon memang top sih, rutenya aja ditempuh dalam 4 jam! hahaha.. harus bawa snack!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *