Sebotol Air Mineral itu Jadi Rebutan(3)

written by : Leonita Julian

Jadilah cahaya, meski kecil, terangnya memberikan senyum bagi yang menerimanya..

Hi, guys! Back again di kisah perjalananku sebagai wakil IndonesiaUnite di Padang Pariaman! Jangan baca artikel ini dulu sebelum baca 2 artikel sebelumnya ya..ini artikel part 3. Untuk part 1 bisa ‘klik disini‘ dan part 2 ‘klik di sini‘.

Kembali ke perjalanan di Sungai Geringging..

Baru keluar dari lokasi itu, tiba-tiba mobil kita dihentikan oleh dua pria kekar bersepeda motor. Duh..deg-deg an..Ada apa lagi, nih?

Dengan bahasa Minang, mereka bertanya kepada dua orang teman dari RAPI Sumbar yang bersama saya. Saya mencoba memahami kalimat yang diucapkan kedua orang kekar itu dengan menggebu. Entah ucapannya yang terlalu cepat atau saya yang keder (hehe..), sehingga tidak paham ucapan Minangnya. Tetapi begitu teman saya menjawab, dengan bahasa Minang pula, barulah saya sedikit memahami.

Oohh..ternyata…mereka hanya ingin memastikan bahwa warga tidak menjarah bantuan kita.

Doh, Bapak-bapak ini gayanya kayak preman! bikin keder aja! Don’t judge a book by the cover then! haha..

Malam itu kita mampir ke puskesmas Sungai Santok yang menjadi posko Medco Foundation, untuk mengantar obat-obatan, sekaligus melihat truk fuso ke-3 kita yang telah tiba. Alhamdulillah, selamat!

Sebanyak 200 dus air mineral dibawa oleh tim Global Rescue untuk didistribusikan ke Padang Alai, desa yang terdapat banyak korban longsor akibat gempa, tetapi sulit dijangkau kendaraan roda 4. Sebagian tim global rescue memang menggunakan motor trail untuk menjangkaunya. Sementara 500 dus air mineral, sisanya, didistribusikan oleh tim Medco Foundation.

dr. Gitawan dari Medco Foundation menunjukkan poskonya kepada kita. Poskonya berupa 3 tenda besar, menggantikan Puskesmas Santok yang ambruk. Setiap harinya ada lebih dari 80-an pasien yang antri dari pukul 06.00 pagi. Posko ini dilengkapi ruang tunggu pasien, ruang rawat, dan ruang operasi. Nice!

Tanggal 12 Oktober 2009, adalah malam di mana saya dan teman-teman relawan dari Jakarta bisa bersantai dan bercanda di rumah Aim Zein, ketua RAPI Sumbar. Di antara relawan itu ada Chef Tatang dan teman-teman dari Trisakti yang membuka dapur umum untuk korban gempa. Ada pula Suhu Haryanto dan teman-teman APALI, Aliansi Penyembuh Alternatif, mereka mengadakan pengobatan alternatif gratis.

Malam ini waktunya kita berfoto ria karena besok kita semua akan kembali ke Pariaman untuk menjalankan tugas masing-masing. We’re from different background, cool! Belum lagi besoknya hadir relawan-relawan psikiater dari Jakarta juga.

Ya..apapun profesi kita, keahlian kita dapat digunakan untuk membantu meringankan beban sesama, loh! Dalam hal ini korban gempa.

Sekali lagi Pariaman menyambutku di hari Selasa, 13 Oktober 2009, kali ini dalam suasana terang benderang, aka pannaass!! Kita menyusuri Pauh Kambar, salah satu wilayah Pariaman yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. Di sini banyak rumah yang roboh rata oleh tanah, sekolah yang hancur dan tidak bisa digunakan lagi, serta pasar yang rusak. Beberapa ‘Sekolah Ceria’ didirikan di sini, yaitu sekolah darurat di tenda.

Ada pemandangan lucu di tengah jalan. Saya melihat anak-anak berseragam SD pulang sekolah dengan membawa bangkunya masing-masing?! haha. Takut bangkunya hilang yah. Tetapi saya suka melihat semangatnya untuk tetap bersekolah. Bravo!

Oh ya, saya mendapat info bahwa anak-anak di Padang Pariaman sejak SD sudah dikenalkan kepada tanggap darurat gempa dan tsunami di sekolahnya, karena warga Padang Pariaman menyadari bahwa wilayahnya sangat rawan gempa!

Di pedalaman desa ini kita berhenti beberapa kali untuk membagi-bagikan tenda, bahan makanan, baju, dan selimut. Anw, thanks buat teman-teman  IOF (Indonesian Offroad Federation)  untuk tambahan tendanya.

Pemandangan yang mengharukan adalah saat warga berebut menangkap sebotol air mineral dari kita! Look! Itu hanya satu botol air mineral seharga Rp 2500,-.  Mungkin tidak berarti bagi kita yang berkecukupan, tetapi bagi mereka sangatlah berarti, terutama dalam keadaan seperti ini!

Dengan bahasa Minang, beberapa warga berebut cerita. Mereka mengatakan bahwa rumah-rumah di desa sebelah yang dekat dengan jalan besar sudah dapat bantuan, tetapi desa mereka terlewat, sehingga tidak mendapat tenda dan bantuan lainnya dari Pemda. Bantuan yang ada dari orang pribadi.

Saya tidak tahu, perasaan apa yang ada pada mereka masing-masing saat menghadapi bencana seperti ini. Yang kutahu, mereka masih mudah tersenyum lebar saat mendapat sebotol air mineral. Tetapi perasaan saya? Seandainya saya bisa memberi lebih..

Terimakasih Padang Pariaman! Banyak pelajaran yang kudapat dari perjalanan ini.

Akhir cerita yang tertinggal..

Ada satu lokasi terpencil di pedalaman yang sulit dijangkau kendaraan. Tidak ada bantuan yang menyentuh mereka. Kebahagiaan pertama yang membuat mereka tersenyum adalah cahaya dari sebatang korek api.

Ya, cahaya ini kecil, tetapi cukup menerangi dan menjadi tanda bahwa masih ada seseorang yang peduli dan membantu mereka. Jadilah cahaya itu, teman!

60 thoughts on “Sebotol Air Mineral itu Jadi Rebutan(3)

  1. Pingback: Kecelakaan dan Diskriminasi itu..(2) | Leonisecret

  2. cerita yang bagus, saya suka sekali dengan cara pemaparan anda dalam artikel ini..simple tapi saya bisa membayangkan apa saja yang anda dan team anda lalui selama di PPI..

    BTW saya seorang mahasiswa yang berada di bandung, tapi saya berasal dari padang. Besar di padang sampai tamat SMU membuat saya sangat sedih melihat kampung halaman yang porak poranda karena gempa, meliihat anda dan team, serta relawan baik dari lokal maupun international mebuat saya merasa sangat kecil, karena tidak bisa melakukan apa2 untuk kampung halaman saya selain berdoa untuk kesebaran, kekuatan dan keselamatan semua sodara2, keluarga, teman, karib kerabat, dan handai tolan di PPI.

    saya sangat terharu dan sangat berterimakasih untuk apa yang anda dan team lakukan, kebaikan sebesar biji zarah akan di balas berkali lipat oleh tuhan YME (amiiinnnn)..

    Best Regard
    Buyung

  3. wahh.. gue terharu bacanya, amat sgt t’haru walupun gue bkn asli Padang.. untuk yg nulis, bravo ! nice !
    Seandainya gue bisa ngasih kontribusi bantuan lebih banyak, tp yg cm bs gue kasih hnya do’a kpd Allah SWT.. smga mreka diberikan kekuatan, ketabahan dan kebahagiaan juga kelak menjadikan mereka orang2 yg bijak dan berjiwa besar.. aminn.

  4. perjalanan ini sangat luar biasa.. kenapa ayah saya nggak pernah cerita bagian ini ya? *yaaah.. entahlah, kayaknya saya kena sedikit hipnotis, cerita ini sangat menyentuh

  5. awesome..

    bener2 terharu bacanya…walaupun terkena musibah mereka tetap ceria,kebersamaan antar warga tidak luntur,semangat hidup mereka tidak hilang bersama hilangnya harta mereka..ini bisa jd pelajaran yg sangat bgs u/ kita2 agar bisa memiliki semangat hidup lebih dr mereka yg tertimpa musibah..

    semoga semua bantuan yg mereka terima selain menjadi berkah untuk mereka, menjadi berkah dan pahala pula untuk yg memberikannya…berapapun sumbangan/kebaikan yg anda dan team IU yg diberikan pasti akan akan dibalas berlipat2 ganda oleh Allah SWT (amin)…

  6. adoh… kya nya seru jg jdy relawan yg turun kelapangan ngebantu orang2 yg dlam bencana gtu.. pgen bgt deh, tpi lab yg bejibun ga bsa di tinggal…

  7. sekian banyak sinetron sedih yang ada ga k mampu bikin gwe sedih, tapi baca cerita ini mampu membuat mata gwe berkaca-kaca………..terharuuuuuu………

  8. baca cerita ini dari part 1 sampe part 3..rasanya campur aduk, ada sedih, marah, terharu n bangga.
    adek ku sekarang lagi di padang mba, kantornya kebetulan LSM yang khusus menangani daerah yang terkena bencana alam..mereka disana sedang membangun hunian sementara untuk para pengungsi.
    berdoa semoga Indonesia tidak kehabisan manusia yang berjiwa penolong..sperti mba salah satunya :)

  9. salut, neng :)
    keep it up the good and awesome work.

    we need million of people that have guts like what you did, for our lovely country.

    thanks for writing this. i luv it!!!!

  10. salut bgt..aku ampe terharu..sedih jg karna ga bs kesana ikut bantu,,tp aku ttp berdoa semga mereka saudara kita yg tertimpa musibah diberi kesabaran dan ketabahan..bukankah selalu ada hikma dibalik sebuah musibah…
    buat yang nulis,,alur ceritanya bgs bgt..aku suka..jd ngikut terus disurh klik2….thanks ya mbk….

  11. Cerita yang mengharukan sekali, mau nangis rasa nya baca tulisan mbak apa lagi saat baca tulisan ini sambil dengar lagu nya michael jackson yg there you will be, hati terasa sakit lht keadaan bangsa ini. Tpi ttp semangat buat menatap hari esok. Indonesia pasti bisa !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *