Snowball Gossip Twitter

“Astaga, cuman soal kecil begitu bahasannya jadi panjang banget! Twitter oh twitter..Anak twitter, kalian butuh piknik”

Itu komentar saya setelah mengetahui issue yang sedang santer dibicarakan di timeline twitter minggu lalu. Saya termasuk yang terlambat mengetahui gossipnya karena cenderung cuek dengan timeline, terutama hari itu. Namun malamnya saya sedang santai dan akhirnya perhatikan timeline yang nomention bicarakan satu topik.

Intinya, ada satu akun yang dibilang sok bijak dan munafik karena mengkritik dan mengatur tweet banyak orang. Akhirnya terjadilah saling kritik dan saling bahas. Bagi saya, issue yang dibicarakan terlalu tak penting untuk dibesar-besarkan. Yang satu terlalu mengurusi tweet orang , yang lain terlalu iseng membesar-besarkan masalah. Drama twitter-lah yang tercipta. Dua-duanya belum tentu benar. Dua-duanya bisa saja fitnah karena sok benar.

Pola seperti ini sering terjadi di twitter. Satu akun dikritik banyak akun dan jadi panjang bahasannya karena snowball. Babak belur jadinya bila didukung kekuatan akun berpengaruh besar yang memiliki teman dan massa pendukung yang banyak. Saya sendiri pernah mengalami ada di dua sisi, yang didukung dan yang dibicarakan.

Dua tahun lalu saya sering menggunakan hashtag #curcol setelah jam 12 malam. Beberapa minggu kemudian saya menemukan akun curcol. Sambil bercanda, saya mengatakan akun ini ikut-ikutan. Sungguh saat itu saya hanya bercanda dan tak mempermasalahkan, hanya ingin menggoda. Sayangnya ternyata si pemilik akun ini emosi dan membuat teman-teman saya yang notabene influencer twitter ikutan emosi membela saya. Ya kalau influencer sudah membicarakan, jadi snow ball deh, jadi twitwar massal. Padahal sampai akhir pun saya membalas tweet-tweetnya sambil ngakak-ngakak. Saya rasa ini termasuk twitwar angkatan pertama deh. Haha

Saya sadar, di situ ada arogansi sebagai pemilik akun dengan pengaruh lebih besar melawan akun berpengaruh kecil yang tidak berdaya melawan snowball dari akun influencer. Ini peristiwa lucu sih sebagai study case. Akun berpengaruh besar jangan terlalu arogan karena belum tentu benar. Bisa saja setiap orang memiliki ide yang kebetulan sama dan serentak.

Yang ke-2, saat gossip saya dibicarakan. Rasanya saat itu semua akun di TL membicarakan topiknya tanpa tahu duduk permasalahannya, maklum yang menyebarkan bukan hanya what so called ‘selebtwit’ tapi juga seleb. Orang-orang yang tidak kenal dan tidak tahu maksudnya pun ikutan bercanda dengan topik itu. Saat itu saya mengetahui bahwa saya tidak bisa mengandalkan teman, karena saat gossip kita ramai dibicarakan, orang yang kita anggap teman pun ikutan menjadi pemicunya. Waktu itu saya belum memiliki sahabat seperti sekarang yang saya yakin akan mendukung saya atau paling tidak menenangkan. Saat itu rasanya setress sendirian di-judge banyak orang yang salah tanggap.