Social Media Kembalikan Fungsi Public Relations?

written by: Leonita Julian

Social media terkadang menjadi sahabat, tetapi tak jarang juga menjadi momok bagi brand karena kebebasan berpendapatnya, memuja atau mencela. Dengan karakter tersebut, lalu siapa yang tepat menangani akun social media brand atau company?

Bulan lalu saya mengikuti seminar Public Relations dan menemukan banyak praktisi PR yang belum bersahabat dengan social media. Kebanyakan masih ‘belum percaya diri’ menggunakan social media. Kenyataan bahwa dalam social media sulit membendung komentar user lah yang membuatnya ditakuti. Sementara bagi yang jeli, justru berhasilmemanfaatkan fungsinya untuk membentuk loyalitas.

Menurut saya, Social media sebaiknya dihandle oleh tim public relations atau marketing communications, bukan tim sales atau IT Department. Alasannya simple, social media adalah salah satu metode komunikasi, fungsi tekhnologi hanya untuk memfasilitasi komunikasinya. Diperlukan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan agar tepat sasaran dan mampu membentuk relasi yang baik dan keterikatan dengan target audience, bukan sekedar broadcast, sales, atau komunikasi satu arah secara arogan.

Social media adalah Public Relations di dunia online. Komponen social media, baik social networks, blog, microblogging, website, podcast, milis, dan lainnya, menerapkan tekhnik writing, corporate communications, community relations, media relations, atau event management, yang tak lain adalah komponen dari Public Relations.

Yang unik dari social PR adalah interaksi dan tata cara bagaimana informasi disuguhkan. Di sini brand membudayakan komunikasi sharing dan mendengarkan feedback, seperti orang berbagi cerita. Terjadi interaksi setiap harinya antara brand dengan target audience. Di sini kita bicara human to human, bukan antara brand dengan konsumen saja, bukan hanya ke target jualan. User social media adalah manusia yang memiliki berbagai karakter, bukan target yang bisa kita setir.

Disayangkan bila public relations menghindari social media, karena social media justru mengembalikan fungsi ‘relations’ pada public relations. Brand tidak hanya broadcast atau komunikasi satu arah, tetapi juga harus belajar mendengarkan. Di sini ditemukan insight, di sini terbangun ‘relasi’ dan keterikatan antara brand dengan target audience.

Brand yang tidak mendengarkan konsumennya di social network, bagai orang yang datang ke suatu pesta dari komunitas yang tidak dikenalnya, tetapi tidak berusaha mengenal budaya komunitas tersebut dan tidak membawa sesuatu yang membuatnya terlihat, sehingga tampak arogan atau bahkan invisible karena tidak menarik.

Conversation di social media tentang brand terjadi dengan atau tanpa adanya akun brand di situ. Ada evangelist (pemuja) yang secara sukarela mempromosikan brand ke jaringannya, tetapi ada pula detractor (pencela). Kesempatan bagi brand yang hadir di social media untuk meluruskan komentar negatif kepada public, mengubah mereka yang complain menjadi puas dengan jawaban brand, dan sekaligus mengubah pencela menjadi evangelist.

Melalui social network, brand dapat merespon feedback dari audience dengan segera sebelum masalah membesar. Komunikasi viral di social media saat terjadi krisis juga patut menjadi perhatian, karena penyebarannya yang begitu cepat. Apalagi ciri pengguna social media pada umumnya yang cenderung ‘malas’ untuk mencari tahu kebenaran di luar dunia online, membuat brand wajib hadir di social network untuk mengatasi gap informasi, sehingga berita salah dapat segera diluruskan tidak menjadi bola salju.

Sebuah promosi penjualan di social media yang sukses adalah yang berhasil mengidentifikasi target audiencenya, menyediakan konten yang bermanfaat, dan siap terlibat dalam percakapan. Bila dilakukan dengan tepat, follower tidak hanya loyal, tetapi juga akan menjadi evangelist brand. Social network memang menawarkan saluran baru untuk mengenalkan karakter brand secara lebih manusiawi, di sinilah peran Public Relations, membangun komunikasi human to human.

9 thoughts on “Social Media Kembalikan Fungsi Public Relations?

  1. Agree 🙂
    Selain itu, Social Media juga berperan penting dalam pembentukan Branding perorangan maupun perusahaan. 🙂

    Sayangnya, masih sedikit perusahaan yang sadar untuk memanfaatkan Social Media sebagai Customers Relationship. 🙂

    What do you think? 😀

  2. Hi,artikelny bagus..
    Salam kenal yah..saya alumni IPRA junior yg skg jd Anggota DPR di kota Sibolga – Sumut.
    Klo boleh,email Pin bb mbak dunk buat sharing ttg dunia PR.
    Thank’s yah mbk.

  3. Kasus Christian Sugiono dan I- Trans 7 yang mencuat gara-gara salah informasi akhirnya mendapatkan jalan damai. Permintaan maaf atas berita ini disampaikan pihak tayangan infotainment setelah mendapat surat terbuka dan kemarahan dari Tian lewat akun twitter.

  4. Pingback: Yang Unik Dari Social PR | Public Relations | Portal Lengkap Dunia Marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *