Fashion Indonesia Jadi Kiblat Asia Bila Didukung Market
// November 20th, 2009 // 4 Comments » // brand
Modal, itu yang selalu menjadi permasalahan bagi industri kreatif ‘fashion’ di Indonesia. Bank tidak berani meminjamkan modal untuk industri kreatif. Ironis sebenarnya, karena tahun ini adalah tahunnya industri kreatif. Padahal hasil dari industri fashion ini tidak kalah dengan industri lainnya.
Indonesia boleh kalah bersaing dengan tema modern. Tetapi pada fashion etnik, Indonesia bisa bermimpi menjadi juaranya.
Mungkin tahun ini memang tahunnya masyarakat Indonesia kembali kasmaran dengan budaya bangsanya. Buktinya di event Jakarta Fashion Week 09/10 hari ke-3, yang berlangsung di Mall Pacific Place Jakarta, 16 Nopember 2009, para perancang menunjukkan kehebatannya mengolah pola menggunakan motif dan bahan-bahan khas Indonesia. Semakin Indonesia, semakin tampak kreatif dan semakin banyak penonton yang berdecak kagum sambil memberikan applause-nya.
Melalui fashion kita menunjukkan pada dunia bahwa kita menjadi tuan rumah di negara sendiri. Melalui fashion, kita memperkenalkan negara dan budaya Indonesia ke luar negeri.
Bangga! Itu perasaan saya melihat foto artis cantik Hollywood, Jessica Alba, mengenakan gaun bermotif batik Parang Rusak. Cantik sekali! Saya pun tak keberatan mendengar pernyataan teman dari luar negeri, bahwa di negaranya, kain dan baju batik Indonesia harganya mahal. Ya, sudah sepatutnya, batik memang barang mahal. Proses pembuatannya saja butuh ketelatenan yang luar biasa.





