JFW, Perancang Muda Mengapresiasi Kekayaan Budaya
// November 21st, 2009 // 11 Comments » // brand
Para perancang muda Indonesia telah mampu mengapreasi kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai. Itulah yang tampak pada hasil rancangan 10 finalis Lomba Perancang Mode (LPM) Femina Group 2009.
Indonesia boleh kalah bersaing dengan tema modern. Tetapi pada fashion etnik, Indonesia bisa bermimpi menjadi juaranya.
Mungkin tahun ini memang tahunnya masyarakat Indonesia kembali kasmaran dengan budaya bangsanya. Buktinya di event Jakarta Fashion Week 09/10 hari ke-3, yang berlangsung di Mall Pacific Place Jakarta, 16 Nopember 2009, para perancang menunjukkan kehebatannya mengolah pola menggunakan motif dan bahan-bahan khas Indonesia. Semakin Indonesia, semakin tampak kreatif dan semakin banyak penonton yang berdecak kagum sambil memberikan applause-nya.
Siapa bilang batik cuma buat kondangan? Siapa takut pake sarungbuat gaul?
Melalui fashion kita menunjukkan pada dunia bahwa kita menjadi tuan rumah di negara sendiri. Melalui fashion, kita memperkenalkan negara dan budaya Indonesia ke luar negeri.
Bangga! Itu perasaan saya melihat foto artis cantik Hollywood, Jessica Alba, mengenakan gaun bermotif batik Parang Rusak. Cantik sekali! Saya pun tak keberatan mendengar pernyataan teman dari luar negeri, bahwa di negaranya, kain dan baju batik Indonesia harganya mahal. Ya, sudah sepatutnya, batik memang barang mahal. Proses pembuatannya saja butuh ketelatenan yang luar biasa.

