The Notebook, Saat Hati Harus Memilih, Kesempurnaan ataukah Kenyamanan?
// May 9th, 2009 // synopsis
‘Feels like Home’…itulah yang selalu saya katakan bila ada pertanyaan mengenai pasangan yang saya inginkan. Seseorang yang bisa membuat saya nyaman untuk bercerita, berbagi pengalaman, dan berbagi suka duka. Nyaman, seperti berada di rumah. Ke manapun kita pergi, ke mana pun kita berpaling, kita akan tetap kembali kepadanya.
Rumah..apa pengertian rumah? Bagi saya, rumah adalah tempat yang nyaman untuk beristirahat, tumbuh, berkembang, dan melakukan apa yang kita suka dengan nyaman. Bisa dilihat juga pengertiannya berdasarkan Wikipedia (klik di sini). Home is where the heart is…Nyaman..itu intinya!
The Notebook, film yang diangkat dari novel best seller karya Nicholas Spark ini menggambarkan secara jelas bagaimana hati dihadapkan pada pilihan antara kesempurnaan dan ke’nyaman’an. Dua pemain utama dalam film favorit saya ini, Ryan Gosling dan Rachel McAdams, mampu membawa emosi penonton seakan merasakan sendiri apa yang dialami sang tokoh utama.
Here’s the synopsis..
***
Sepasang remaja mengawali cinta musim panas mereka yang berkembang ke dalam hubungan cinta yang intim.
ALLIE HAMILTON, putri dari keluarga kaya yang sedang menghabiskan liburan musim panas di North Carolina. NOAH CALHOUN, cowok kampung yang bekerja di penggergajian, ia cerdas dan puitis. Noah jatuh cinta sejak pertama kali melihat Allie di pasar malam.
Selama liburan, Allie melewatkan hari-hari indah bersama Noah, melakukan hal-hal yang sama sekali baru baginya. Keduanya merasa seakan sudah saling mengenal sejak lama.
Lucunya, sebenarnya mereka tidak cocok dalam banyak hal. Bahkan mereka sangat berbeda dalam segala hal, loh! Selalu terjadi cekcok dan pertengkaran setiap harinya. Tetapi di samping perbedaan-perbedaan itu, mereka memiliki satu persamaan penting, mereka saling mencintai, tergila-gila satu sama lain!
Menjelang akhir musim panas itu, Noah mengajak Allie mengunjungi rumah tua di perkebunan Windsor. Bisa dibilang, rumah ini sudah sangat tidak layak untuk dihuni. Tanpa mempedulikan kerusakannya, dengan pe de, Noah mengatakan pada Allie bahwa kelak Ia akan membeli rumah ini dan memugarnya kembali menjadi rumah besar bercat putih dengan serambi luas di sekitarnya, serta ruang melukis di lantai atas yang menghadap langsung ke danau, sesuai impian Allie. Mereka melewatkan berjam-jam bersama di rumah tua itu, membicarakan segala impian mereka.
Namun sayang, dua sejoli ini terpisahkan oleh ANNE, ibunda Allie, yang sangat tidak menyetujui hubungan itu. Anne bukannya tidak menyukai Noah, tetapi karena menganggap cowok miskin itu tak pantas untuk putrinya. Orang tua Allie memutuskan segera kembali ke Charlestown.
Kepergian Allie membawa serta sebagian diri Noah dan seluruh sisa musim panas itu. Noah putus asa dan menyesal tak sempat menahan atau mengantarkan kepergian Allie, justru pertemuan terakhir mereka ditutup dengan pertengkaran.
Setiap hari ia tulis surat untuk Allie selama 365 hari, namun sayang, tak sekalipun Ia terima surat balasan. Kedua pasangan itu tak mengetahui bahwa surat Noah tidak pernah disampaikan oleh Anne kepada putrinya.
Akhirnya setelah setahun tanpa berita, Noah memutuskan untuk meninggalkan semua kenangan tentang Allie dan memulai hidup baru, sehingga ia menuliskan surat terakhirnya, surat ke-365.
Noah dan FIN, sahabatnya, memutuskan mengikuti wajib militer Perang Dunia II ke Afrika Utara dan Eropa. Sementara Allie menjadi relawan merawat tentara korban perang.
PD II memang memang memisahkan mereka, namun kenangan tetap menghantui keduanya.
Allie dibuat jatuh cinta oleh LON HOMMAND Jr, tentara yang pernah dirawatnya saat PD II berlangsung. Pria yang akhirnya meminangnya itu benar-benar figur sempurna pilihan orang tua Allie, pria sukses, lucu, cerdas, tampan, dan mempesona.
Saat Lon melamarnya di suatu pesta dansa, Allie menerima dengan sepenuh hati. Namun ia tak mengerti, mengapa di saat dia mengatakan ‘I do’ kepada Lon, wajah Noah hadir dalam benaknya?
Masalah timbul di tengah persiapan pernikahannya, saat Allie melihat foto Noah dengan rumah besar bercat putih hasil kerja kerasnya sendiri,
di sebuah harian lokal. Allie merasa harus memastikan perasaannya sebelum mantap dengan keputusan pernikahannya. Ia pun meminta ijin Lon untuk menyendiri beberapa hari dengan alasan menghilangkan tekanan akibat persiapan pernikahan. Kenyataannya, perjalanan itu membawa kembali romantisme antara Allie dan Noah di Seabrook.
“Kenapa kau tidak menyuratiku?” tanya Allie di tengah derasnya hujan di tepi danau Bices Creek. “Aku menunggumu selama tujuh tahun!”
Noah keheranan mendengar pertanyaan Allie. Tak terima dengan pertanyaan itu, dengan sedikit emosi Ia menjelaskan tentang 365 surat yang tak pernah berbalas.
Kehadiran Anne di rumah Noah yang memberitakan akan pencarian Lon ke Seabrook membuyarkan berseminya cinta lama Allie pada pria kampung yang tampan itu. Anne berusaha meyakinkan putrinya mengenai keputusannya kembali bersama Noah ini harus dipikirkannya lagi secara matang.
Anne memberi gambaran pada Allie dengan mengajaknya melihat sosok pekerja galian yang tak lain adalah mantan kekasih Anne. Ia pun pernah memiliki cerita cinta yang tak berbeda dengan Allie dan Noah. Seandainya dulu Anne memilih bersama pria itu mungkin kehidupannya akan menyedihkan dan tidak semapan bersama ayah Allie. Inilah keputusan besar yang harus diambil Allie pula. Ingin tetap bersama pria kampung ataukah bersama Lon yang sukses? Cara Anne memisahkan Allie dengan Noah adalah demi kebaikan putrinya itu.
Noah marah dengan keputusan Allie untuk kembali menemui calon suaminya yang sedang berada di kota kecil itu. Ia menuduh Allie bahwa keputusannya bukan berdasarkan hati tetapi karena keamanan, yaitu ‘uang’.
“Kamu bosan!” seru Noah kepada Allie. “Kamu tidak akan datang ke sini jika tidak ada sesuatu yang hilang! Tidak bisakah kamu tinggal denganku?”
Allie tetap bertahan dengan keputusannya, karena merasa akan sia-sia. Ia dan Noah telah kembali bercekcok seperti dulu. Tidak ada yang perlu dipertahankan. Ia pun merasa bersalah kepada Lon.
“Aku tidak takut,” kata Noah dengan nada tinggi. “Ini tidak akan mudah, akan sangat sulit, kita akan selalu bertengkar dan baikan, akan selalu begitu, tetapi aku ingin kita lakukan..karena aku menginginkanmu. Aku ingin dirimu seutuhnya, kamu dan aku selamanya.”
Kalimat yang diucapkan Noah dan untaian kalimat dalam surat-surat Noah yang dibawa Anne kepadanya membuat bimbang hati Allie. Bagaimanakah keputusan Allie? Apakah memilih Lon yang sempurna dan bisa menjamin hidupnya ataukah mengikuti kata hatinya, di mana ia merasa seperti di ‘rumah’, di mana ia merasa nyaman?
So, keputusan apa yang teman-teman pilih kalo berada di posisi Allie? Kenapa?




salam kenal juga bro! boleh,silahkan..
Aku udah pernah nonton film ini. Seingatku film ini menceritakan flash back Noah yang akhirnya ketemu Allie di sebuah rumah jompo. Aku lupa akhirnya Allie memilih siapa. Tapi kayaknya Allie milih Lon. Atau Anne-nya hilang ingatan ya? Kayaknya asyik kalau nonton film ini lagi n dibahas lebih lanjut.
Dulu aku juga pernah merasa comfort dg seseorang. Tapi kayaknya emang pertimbangan jaman sekarang juga memasukkan faktor safety pada sebuah hubungan. jadinya banyak produk-produk jaman sekarang yang ‘matre’. Gak cowok gak cewek. Dulu aku percaya pada pilihan comfort itu. Tapi setelah seseorang yang sudah aku percaya itu lebih memilih aman dan meninggalkan apa yang kami rasa nyaman itu aku gak pernah merasa bahwa rasa nyaman itu harus ditemukan kembali.
Toh gak ada hubungan 2 pribadi yang bener-bener disebut cocok. Paling juga saling mencocokkan yang timbul dari komitmen 2 pribadi dewasa.
Realitas emang lebih kadang bicara lain. Gak semudah apa yang kita percaya, kita impikan
best regard
yonobbc@gmail.com
Iya emang..flash back Noah..tp bukan krn sekedar ketemu di rmh jompo bro..tp emang Noah sengaja nungguin Allie yg lupa ingatan.
Allie pilih hatinya..aka..pilih Noah bukan Lon. Keduanya pun akhirnya meninggal barengan.dengan tenang.
Film ini emang ga bosenin..banyak makna jg..enak dibahas..
hehe..iya skrg banyak yg lbh pilih safety..but I wish I choosed safety than my heart..kenyataannya..ak selalu pilih hati..
dah berusaha cocok2in ama yg safety..tp kok ga nyaman di hati..hehe..dunno
justru ak berharap bisa pilih safety..haha..coz pilih hati kadang bisa makan ati.hik
Kalo realita beda dg mimpi..ak selalu mimpi ‘hati’..berarti dapetnya ’safety’ donk..wkwkwk
anw, tq for stopping by Yono !
“Synopsis cool trus trang aku lum noton filmx but very touchy tp klo aku disurh milih aku gk usah milih dech aku gk kuat soale klo udah bicara masalah hati coz hatiku udah lama terluka dan meradang gk kunjung sembuh. aku acungkan 2 jempol deh buat postinganmu ini
makasih Her !
duh..sesakit itukah? ak jg pernah..tp the show must go on..jd ya bertukar hati aja..ganti yg dikangenin..buat apa memikirkan org yg ga menghormati kita.mending cari org yg bisa hargain kita kaan..
untung ga begitu sulit buat ak..Thanks God.hehe
woh! kukira ini tips memilih NOTEBOOK, antara kenyamanan atau kesempurnaan..
AKU TERTIPU!!! KEMBALIKAN UANGKU!!!
wakaka..emang pake ticket Zam ?!
Cerita yang menyentuh hati (setidaknya bisa memberikan pandangan baru bagiku). Kembali ke pertanyaan yang dilontarkan, senada dengan pertanyaan yang sering dilontarkan pada saya :”Sebenernya tipe wanita yang bagaimana sih yang kamu harapkan bisa menjadi istri kamu nantinya?”
Menurutku dalam membina sebuah relasi khususnya bagi pasangan yang saling mencintai, kecocokan itu lebih penting dari sebuah kesempurnaan, karena melalui kecocokan tersebut bisa melahirkan kenyamanan. Bahkan saya memiliki keyakinan seperti ini, bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta. Awalnya memang dimulai dengan adanya perasaan cinta.
Saya ambil contoh seperti ini, saya suka rumah yang besar dengan halaman yang luas tetapi saya belum yakin akan menemukan kecocokan tinggal disana. Begitu pula dalam memilih pasangan, tidak hanya kecantikan semata, namun lebih terhadap perasaan cocok dan nyaman.
Secara singkat saya katakan bahwa apa yang saya sukai (boleh katakan sebuah kesempurnaan) belum tentu cocok buat saya.
Tapi sepertinya sampai sekarang hal itu belum kutemukan juga….he..he…
setuju Steve! thanks for stopping by yaa..
tdk usah buru2..nanti jg ketemu pasangan yg nyaman buat kamu..hehe
film nya romantis banget……….buat kita belajar bagaimana cinta harus diperjuangkan,dipertahankan, dan tetap tinggal di hati kita,,,hingga maut menjemput kita
iya..betul bgt Joe!
tq yaa..
wahhhh, sinopsis nya kerennn .. hmm, aq jd pgn bgt nntn film ini .. aq br tau filmnya bbrp hr blkgn ini saat aq ikutan kuis di fb yg hasilnya ini film aq bgt.pas nyari2 nyangkut di blog ini .. tukeran link donk, kak .. may i?
hehe … makasi yah kak ..
thank u Maurine…myfave movie..bgt..he
tukeran? boleh aja.silahkan
q da pernah baca novelnya dan juga filmnya. sangat ekspremental dan amazing tapi sayang karya yang sehebat ini tidak terlalu berkenan dihati pecinta film. tiap ceritanya dan dialognya sangat original. it’s amazing,,,,
iya bener Yupi..setiap orang yg liat film ini pasti punya kesan yg dalem! so amazing!
Sinopsisnya bagus… lebih mirip cerita pribadi gw.. sentimental, gw lebih milih safety krn klo gw pilh hati.. kita ga pnah tau apa yg akan terjadi. gw msh sayang sm dia gw ykn dia juga sebaliknya tapi.. ya itu.. Cinta ga musti saling memiliki, bener juga kata kalil gibran,If you love somebody, let them go, for if they return, they were always yours. And if they don’t, they never were. -Kahlil Gibran-
Cinta memang tdk harus memiliki, tp selama msh ada kesempatan dan itu tdk melanggar norma dan hak orang lain, why not? hehe
Thank u for sharing Echay!
wuah, setelah baca reviewnya, jadi pengen bgt nnton filmnya.belum pernah soalnya hehehe ketinggalan bgt.
kalo qq sih milih kenyamanan, kalo kita ga nyaman, ngapain diterusin. jadi makan hati juga kan? semua orang pasti berharap relationship yang bisa berlangsung “selamanya”, tanpa kenyamanan, apa akan tahan? kalo nyari kesempurnaan, nobody’s perfect tetapi sebenarnya pasangan yang dewasa bisa saling melengkapi dan memahami kekurangan masing2 untuk mencapai”perfect”.
ukuran kebahagiaan setiap orang itu berbeda, dan yang membedakan itu adalah “hati”.
salam kenal ya mba leony,,,,,,,,,
thank u..salam kenaal juga qq.. ^__^
iya bagus banget..
tapi sepertinya pernah ditayangkan di TV
emang pernah..hehe
Aku belom nonton film ini tp aku jd pengen bangeet beli novelnyaaaa….!

Kalo aku lebih memilih kenyamanan daripada ’safety’
Karena uang itu bisa dicari. Justru akan lebih mendapat banyak pengalaman jika ‘mulai dari nol’, apalagi dijalani bersama seseorang yang benar2 kita sayangi and feels like home beside him.
<3
betuul!
Aku mau nanya novelnya msh di jual gak yah? Di gramedia kira2 ada ga.tx
masih ada kok sist ^__^
apakah film ini sm bagus ny dengan film “serendipity”
saya lbh suka The Notebook… ga tau yah… lbh bisa ngerasain
maaf bleh tnya … ada gag sinopsis cerita the notebook ini versi inggrisnya??
wah, kurang tau sist. Tapi mestinya ada..pasti ada..
Lucunya, sebenarnya mereka tidak cocok dalam banyak hal. Bahkan mereka sangat berbeda dalam segala hal, loh! Selalu terjadi cekcok dan pertengkaran setiap harinya. Tetapi di samping perbedaan-perbedaan itu, mereka memiliki satu persamaan penting, mereka saling mencintai, tergila-gila satu sama lain!
“Aku tidak takut,” kata Noah dengan nada tinggi. “Ini tidak akan mudah, akan sangat sulit, kita akan selalu bertengkar dan baikan, akan selalu begitu, tetapi aku ingin kita lakukan..karena aku menginginkanmu. Aku ingin dirimu seutuhnya, kamu dan aku selamanya.”
dan semua itu benar benar terjadi pada KAMI….dan KAMI tdk pernah sebelumnya melihat Film ini….dan itu yg di ingingkan KAMI tua bersama…cinta kami…..dan iitu nyata ada dan sayang bahagia merasakannya dan mendapat CINTA Dan KENYAMANANNYA berada di dlm kasih sayangnya… I LOVE YOU SAYANG…
Ya cantik… itu yg terjadi dalam cinta KITA dan itu juga yg KITA inginkan: beranjak tua bersama, walaupun sekarang juga KITA bukan muda lagi
Sayang juga merasakan sejuknya kebahagiaan karena begitu nyaman berada dalam cintanya Nda… Semoga CINTA KITA terpelihara hingga Allah memanggil KITA kembali pada cinta-NYA.. amiin ya Allah…
LOVE YOU TO SO MUCH CANTIKKU…
ALL MY LOVE
Mbak Leoni salam kenal dari kami berdua… Nda dan Sayang… terima kasih utk postingnya. Saya dan istri sangat² menyukainya.
Terima kasih lagi ya mbak…
waa..bahagianya liat anda berdua romantis gituu..jadi pengen -_-”
Salam kenal jugaa ^__^
salam kenal KAMI yachhh mba…kami sangat2 bahagia dgn anugrah cinta ini padahal Sayangnya, saya bukan yg suka film romantis…tetapi jika ada sinopsis yg seperrti CINTA KITA pati ia rela menontonnya dan kami sama -sama suka dengan PUISI dan kami sering bertukar puisi untuk setiap harinya…dan ITU INDAH sekali…..MISS YOU SAYANG….dan trimakasihhhh kapan bisa kami kasih posting puisi KAMI jd kami menulisnya lewat CAT bait perbait KAMI bergantian menulisnya….mau lihat puisinya KAMI?
Greetings, I enjoy your blog. This is a great site and I wanted to post a note to let you know, nice job! Thanks Tammy
Louis Vuitton
vuitton