Urban TransforManu dari Sofia Sari Dewi di Indonesia Fashion Week 2018

Saya termasuk yang cerewet kalau ada teman mulai melenceng dari talent utamanya, termasuk ke teman saya, Sofi. 😅
Kalau dia sudah mengesampingkan bidang fashion design-nya dan mengejar bidang lain, suka jadi sewot. Sayang, gitu. Jadi kalau dia back on the track di fashion design, saya pendukungnya! Dan sepertinya saya paling sering mengenakan karyanya di keseharian, karena kita sama-sama cinta kain Indonesia. I’m her walking manequin! 😂😂
Minggu lalu, untuk ke-2 kalinya saya nonton fashion show Sofia Sari Dewi di Indonesia Fashion Week. Kali ini Sofi menampilkan karya ‘Urban TransforManu’, berkolaborasi dengan perajin Indigo Ngada. Proud!

MAKEUP_20180328204053_save

Pada ajang fashion bergengsi Indonesia Fashion Week 2018 hari ke-4 di Jakarta Convention Center, 31 Maret 2018 lalu, Sofi mendapat kehormatan terpilih mewakili IKKON dan KOPIKKON BEKRAF untuk memamerkan karyanya yang bertajuk ‘Urban TransforMANU by Live in ManuManu’ di panggung ARCHIPELAGO X by KOPPIKON.

Sofi hadir dengan brand barunya dan berkolaborasi dengan komunitas Indigo Ikat Lango, Ngada. Ia menghadirkan tenun dengan warna baru yang eksotik yaitu ‘Indigo Deep Blue Sea’ yang semakin memperkaya warna warni tenun nusantara, sekaligus mengangkat derajat tenun sebagai material yang fashionable. Karya ini terinspirasi dari kecintaannya terhadap kebudayaan di daerah Ngada, sebuah daerah di propinsi Nusa Tenggara Timur di mana ia mendedikasikan waktu dan ide-idenya sebagai peserta IKKON 2016.

Sofi memang salah satu desainer muda yang terpilih untuk mengikuti program unggulan pemerintah Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia yaitu IKKON 2016. Pilot project yang bisa dibilang sukses ini, menghantarkan Sofia mengenal Ngada, Flores lebih dekat lagi. Bagi Sofia, penduduk Ngada sangatlah ramah sudah seperti keluarga, khususnya Langa, Bena, Bela dan Tololela. Di Ngada, Sofia melihat bahwa daerah ini masih memiliki kebudayaan sendiri-sendiri yang tetap dipertahankan hingga saat ini seperti rumah adat, bahasa yang berbeda satu sama lainnya, tarian, pakaian adat dan lainnya.Berbekal keanekaragaman kultur yang ada di daerah Ngada inilah yang kemudian mendorong Sofia untuk berkreasi dengan berkolaborasi bersama komunitas ikat tenun Ngada dalam menghadirkan karya fashion ‘Urban TransforMANU by Live in ManuManu’ dengan menggunakan material dasar tenun ikat Ngada dengan warna yang baru yang lebih pekat ‘Indigo Deep Blue Sea’ atau ‘sebiru air laut dalam’ yang telah dimulai sejak awal tahun 2017 lalu.

Dalam show kali ini, Sofia menggandeng pentolan komunitas Indigo Ikat Langa
– Ngada yaitu Mama Monika Ngada di atas catwalk sebagai simbol kolaborasi antara keduanya.

Sofia menuturkan bahwa ’Live in ManuManu’ tidak akan terbatas pada kain tenun ikat Ngada Indigo Deep Blue Sea saja, melainkan dapat melebarkan sayap ke daerah lain yang memiliki komitmen menggunakan kain pewarna alam. Begitu pula untuk Rumah Budaya ManuManu, bisa juga berkembang ke daerah lain di seluruh Indonesia yang memiliki potensi yang sama. Bahkan lini fashion ManuManu sudah melahirkan 2nd line bernama Bluebelly yang berisi koleksi busana couple sejak kwartal pertama tahun 2017, baik itu dari tenun maupun batik.

 

Sudah menjadi signature Sofia memiliki sebuah karya yang bisa lebih banyak styling dan mix and match. Seperti, show-nya yang saya tonton bersama brand yang lama di ajang yang sama 2 tahun lalu, dalam show kali ini pun Sofia menampilkan koleksi yang dapat dipakai dalam beberapa situasi, bisa untuk pesta, artsy event, atau casual. Bisa siang, bisa malam. Dan yang pasti tetap chic, etnik, dan keren!

Bisa dilihat di foto tentang transformasi perubahannya dalam 2 koleksi.

20180406_111357

Koleksi ini menyiratkan profesi Sofia sebagai pelaku kreatif yang sibuk dari pagi hingga malam hari. Profesi Sofia sebagai lifestyle blogger juga mengharuskan untuk selalu aktif dan up to date dalam setiap event, karenanya, Sofia membuat outfit yang sesuai kebutuhannya sendiri. Dan teruntuk kaum urban ibukota dengan karyanya Urban TransforMANU.

20180406_111023

Kehadiran Sofia yang mengangkat tenun ikat Ngada dalam karya fashion terbarunya, sudah tentu mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Pemerintah Daerah Ngada khususnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ngada, sangat antusias dengan kolaborasi ini. Bahkan sudah terbentuk ekosistem yang bagus antara ManuManu dengan Komunitas Indigo Ikat Ngada. Kerjasama ini berlangsung mulai dari pembibitan, penanaman kebun Indigo (Nila), pemanenan dan pengolahan tanaman Indigo (Nila), pengikatan kain untuk pembuatan motif, pencelupan warna hingga pengeringan dan mencapai warna yang diinginkan, dan akhirnya menenun benang hingga menjadi kain tenun yang cantik.


ARCHIPELAGO X by KOPIKKON
Panggung ARCHIPELAGO X by KOPIKKON di ajang Indonesia Fashion Week 2018 ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen dari Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Republik Indonesia untuk selalu menghadirkan program-program yang mendorong perkembangan perekonomian di Indonesia serta membantu meningkatkan para pelaku kreatif dalam menggerakkan roda perekonomian negara.
Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf memaparkan bahwa program IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara) menempatkan para desainer untuk berkolaborasi dengan pengrajin lokal yang berbasis rural-komunitas. Tujuannya untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal. Dalam pelaksanaannya diharapkan para peserta program IKKON dan masyarakat lokal dapat saling berbagi, berinteraksi, bereksplorasi dan berkolaborasi sehingga masing-masing pihak yang terlibat dapat saling memperoleh ethical benefit sharing yang berkelanjutan.

Disampaikan Triawan Munaf, “Melalui panggung ARCHIPELAGO X by KOPIKKON di ajang Indonesia Fashion Week ini, saya ingin mengenalkan kepada publik tentang Koperasi Karya IKKON Bersama atau KOPIKKON sebagai mitra Badan Ekonomi Kreatif dalam memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif melalui kelembagaan koperasi berbasis digital dengan memberdayakan perajin daerah agar tercipta kesejahteraan sosial dan ekonomi melalui ekonomi kreatif”.

20180331_180640

“Indonesia bagaikan perpustakaan budaya raksasa yang memiliki keanekaragaman yang mampu membuat jemari tidak berhenti menari. Inilah, Indonesiaku!” – Sofia Sari Dewi.

Congrats, Sofi!😘

2 thoughts on “Urban TransforManu dari Sofia Sari Dewi di Indonesia Fashion Week 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *