5 Kesalahan ini terasa ‘indahnya’..

by : Leonita Julian

Pernahkah berada dalam situasi di mana anda menyadari telah melakukan kesalahan besar, tetapi terlalu sayang untuk meninggalkan kesalahan itu karena terasa begitu ‘indahnya’…dan sangat membuai ?

Semua orang tidak perlu malu karena pernah membuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. Jangan mempersoalkan kesalahan orang lain. Jangan pula menyalahkan kelemahan diri sendiri. Kita melakukan kesalahan, akui saja, sesudah itu perbaiki dan belajarlah dari kesalahan itu, segera.

Berikut ini beberapa kesalahan yang perlu dihindari karena sangat membuai pelakunya :

1. Sex & Drugs

Dua hal ini saya gabungkan karena sifat addict yang ditimbulkan dan akibat yang nyaris sama. Cara mengawalinya pun hampir sama, umumnya karena rayuan, buaian, dan nafsu. Sex yang saya maksud tentunya bukan hubungan suami istri, tetapi sex di luar nikah.

Addict? Yup! Sekali kita masuk ke dalam dunianya, kita akan sulit untuk keluar dari perangkapnya, karena begitu membuai. Faktor agama dan lingkungan sangat mempengaruhi perkembangannya. Kita harus memiliki niatan kuat dari diri sendiri untuk keluar dari perangkapnya.

Bagi yang belum pernah melakukannya, pikirkan seribu kali deh sebelum melakukan! Kepuasannya yang hanya sementara tidak sebanding dengan dosa dan akibat yang harus ditanggung. Ingat loh, berganti-ganti pasangan, sex yang ‘tidak aman’, dan berganti-ganti jarum suntik (drugs) dapat mengakibatkan AIDS. Tahu kan bagaimana parahnya penyakit ini? Akibat dari penyakit ini, dari dikucilkan oleh masyarakat hingga menyebabkan kematian, seperti juga drugs yang dapat menyebabkan kematian karena over dosis.

2. Selingkuh

Banyak yang mengatakan kesalahan ini sebagai kesalahan‘terindah’. Hmm..kenapa begitu? Bukannya indah itu tidak salah?

Tetap saja ini salah satu kesalahan fatal. Hanya saja pada saat melakukan, kita terbuai akan pesona ‘forbidden love’ itu. Terkadang bisa membuat addict, bila selalu ‘aman’ alias tidak diketahui pasangan resminya, karena trik dan intrik di dalamnya memberi sensasi tersendiri.

Perasaan itu memang hanya dirasakan pelakunya, tetapi tidakkah kita memikirkan perasaan sakit dan kecewa yang akan dirasakan pasangan resmi atau keluarga yang bersangkutan? Intinya, sebelum mengambil langkah untuk melakukan, pikirkanlah bagaimana apabila suatu saat hal itu terjadi pada kita sendiri atau orang yang kita sayangi.

3. Korupsi/cheating

Keberhasilan dalam melakukan korupsi kecil bisa membuat orang terbiasa melakukannya hingga suatu saat membuat kita melakukan korupsi besar. Korupsi kecil yang dimaksud bukan hanya berupa duit, tetapi bisa bermula dari korupsi waktu. Misalnya, mengurangi waktu kerja kita untuk melakukan hal di luar kerjaan, bolos sekolah, atau bahkan korupsi waktu ibadah. Ingat, segala sesuatunya bermula dari yang kecil.

4. Ambisi berlebihan

Ambisi perlu, tetapi ambisius yang berlebihan bisa merugikan. Mengapa? Karena umumnya orang yang memiliki ambisi berlebihan akan melakukan apapun supaya keinginanya terwujud, tanpa memperdulikan orang lain atau orang yang disayangi. Seluruh waktu akan dihabiskan untuk mengejar ambisinya, hingga melupakan bahwa ia tidak hidup sendiri dan ada yang membutuhkan perhatiannya, di mana suatu saat bila tidak ada harta yang menemaninya, ia masih memiliki cinta dari keluarga dan pasangannya.

Dan lebih parah lagi adalah apabila sudah berani menduakan Tuhan dalam mencapainya. Perlu diingat, tidak ada yang abadi di dunia ini, harta di dunia hanya titipan Tuhan dan pasti akan kembali kepada-Nya.

5. Boros & shopaholic

Kesalahan ini hanya untuk kaum wanita? Hmmm..jangan salah, banyak juga pria shopaholic. Memang kalau memiliki sifat yang satu ini agak susah ngerem-nya, karena tidak ada duit pun tinggal gesek credit card, hingga tak sadar hutang menumpuk. Akhirnya, besar pasak daripada tiang, besar pengeluaran daripada pemasukan. Pada saat melakukan memang sangat nikmat, namun akibatnya bisa merembet pada menyengsarakan keluarga bila ‘berlebihan’.

Faktor lingkungan sangat mempengaruhi, di mana umumnya seseorang ingin tetap eksis bersosialisasi sehingga harus tetap update dengan trend atau ingin tampak glamour tanpa memperhatikan kocek. Hal ini bukan hanya untuk belanja, tetapi juga kegiatan bersosialisasi atau gaul.

**

So, bila anda memiliki ciri-ciri kesalahan yang termasuk dari salah satu daftar yang saya sebutkan di atas, sebaiknya segera menghindar dan memperbaiki diri sebelum masuk terlalu jauh, karena akibat yang ditimbulkan akan dirasakan oleh orang-orang yang kita sayangi. Dan pada saat itu terjadi, penyesalannya jauh lebih besar daripada bila hanya berakibat pada diri sendiri, karena pada saat mereka tidak bahagia, kita akan lebih sakit.

Mungkin masih ada teman-teman yang ingin menambahkan daftarnya?

Bila pada artikel ini saya menyebutkan kesalahan membuai yang harus dihindari, maka artikel berikutnya saya menuliskan tentang kesalahan yang ‘perlu’. What? Apa ada kesalahan semacam itu? Check it out..*klik disini*

13 thoughts on “5 Kesalahan ini terasa ‘indahnya’..

    • haha..penyakit org gaul ..
      bikin skala prioritas bro..genting, penting, atau bisa digunting (artinya tdk begitu perlu)..
      bikin jg anggaran..berapa persen untuk kebutuhan harian, ditabung, dan belanja (prioritaskan yg genting dan penting)..
      tp ga bakal berjalan kalo dr kitanya tdk mau disiplin yah..
      atau (1) hindari lingkungan yg glamour atau boros..pasti jd ga ikut boros
      atau gini bro..(2) tutup mata..tutup telinga..pasti deh ga pengen boros, coz ga liat yg bening2..hehe

  1. Pingback: 4 Kesalahan yang Menguntungkan | Leonisecret

    • yaa..itu yg banyak terjadi emang..hehe
      berarti harus ada cara lain lg yg wajib bro..
      kerja keras, cari dollar lebih bnyak lg, brp kali lipat dr pengeluaran..haha
      na tuh kmaren dah dpt check dr RL..traktir2 bro..(biar ga boros sendirian…)..hehe

  2. kalo udah kena virus bohong bisa jd nyandu & ke5 mslh akan jd saling kombinasi, tu virus nyebar kemana2 akhirnya jd hal yg biasa bkn hal yg aneh lg..

  3. 1…….
    sebenarnya ga ada namanya kesalahan itu indah
    kata2 indah cuman untuk menutupi rasa malu ketika ketahuan
    bah…..
    macam2 sazza

    2……
    semua karena record buruk tv yng kita tonton yg masuk dan menusuk sampe kedalam alam bawah sadar kita yng menggerek kita pada sikap Hedonisme (kecintaan terhadap hidup yng berlebihan) dg..embel 2 life style gitu loh….
    sehingga lupa akan aturan2 yang ditetapkan Tuhan dalam keyakinan
    sehingga keyakinan terkikis bahkan hilang dan terlupakan.

    Wa aataakum minkulli maa sa altumuuhu
    Wa in taudduu ni’matalillahi
    Laa yukshuuhaa innal insaana latholuumun kaffarun

    (Qs:14-34)

    Dan Dia telah memberikan Kepada mu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan Kepadanya…..
    Dan Jika Kamu menghitung Nikmatnya (ni’mat ALLAH)
    Tidak lah kamu mampu Menghitung-hitungnya
    Sesungguhnya Manusia itu sangat ZALIM dan sangat Mengingkari (Nikmat ALLAH)

    (Qs : Ibrahim-14)

    And ALLAH give you all of you ask For
    And if You Account ALLAH favour’s
    You will not be able to number them..

    (Holly Qoran :14-34)

    E lui vi danno di tutto dovete chiedere a lui
    E se si tiene conto del favore ALLAH
    Lei non sara in grado di metere il numero

    (Sacro Corano: Abraham – 34)

    wal ashri
    (demi Waktu)
    inna insanalafil qushr
    Sesungguhnya Manusia Dlm Keadaan Merugi
    illa ladzina amanu
    (Kecuali BerIMAN pada Tuhan dan Aturannya)
    wa amilu sholihah
    (Menanamkan perlaku Kebaikan)
    watawa saubil HAQ
    (Menyampaikan Tentang Kebenaran)
    watawa saubis Sobru
    (Dan Selalu SABAR.)

    jadi ga ada kesalahan yg Indah
    NO WAY..

    only for blessing to GOD we breath for.

    • Youri..saya ga bilang kesalahan indah loh tp kesalahan yang ‘terasa indah’…
      artinya beda..terasa indah berarti bukan indah hanya ada yang merasakan ‘seakan-akan indah’
      mungkin anda beruntung belum merasakan..tp tidak munafik ada beberapa orang yang tidak beruntung merasakan buaiannya..
      dan dari mereka ada yg bisa menyadari kesalahannya..tp ada pula yg tdk mampu menghindarinya..bergantung dari kekuatan imannya..
      tq for sharing..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *