Curhatan soal Negara, Wakil Rakyat Jangan Mengeluh

Mau curhat soal negara, nih.
#tsaahh berat banget ya 😁

Jadi gini..
Kemarin ikutan seminar seputar tourism/diving.

Yang menarik bukan isi paparan bapak-bapak yang ngisi (termasuk pak Menteri).
Slide yang ditampilkan masih berupa ppt yang kuno, yang tulisannya sudah tak terbaca mata minus saya.

Yang menarik justru saat sesi tanya jawab. Semua pertanyaan berupa keluhan dan protes dari para pelaku bisnis pariwisata ke pemerintah.
Misalnya…
Indonesia punya banyak sekali surga bawah laut, tetapi kalah dengan Malaysia yang memiliki sangat sedikit wisata bawah laut, namun hasilkan pendapatan yg lebih besar karena promosi yang lebih maksimal.
Indonesia memiliki banyak wisata laut, tetapi infrastruktur/akomodasi di sana sangat tak memenuhi syarat. Misalnya sesimpel tidak memiliki tempat bilas untuk diving center-nya.
Yaa semacam itu~

Dan pihak kementrian menjawab…tugasnya hanya seputar promosi, tak punya wewenang lebih, sementara sekarang semua keputusan soal infrastruktur/akomodasi diserahkan langsung ke daerah.
Dan setahu saya sih..promo untuk daerah pun menunggu anggaran daerah.

Hmm, mungkin seperti biasanya, masalah orang komunikasi ya komunikasi. Kurang koordinasi, salah satunya. Dan pusat tak bisa lepas tangan begitu saja soal kurangnya koordinasi.

Lalu serunya lagi, saat lunch, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan para pelaku bisnis pariwisata.

Salah satunya..bahwa..banyak kepala daerah yang tak mengetahui potensi daerahnya. Jadi bagaimana mau ambil keputusan yang pas kalau tidak menguasai?

Bikin presentasi soal wisata laut saja minta bantuan salah satu teman yang cerita, karena kepala daerah dan staffnya tidak memahami materinya.

Lalu 2 hari ini juga beredar surat-surat anggota wakil rakyat (rela ngga kalau mereka disebut begitu?) yang minta kemudahan jalan-jalan (untuk koleganya) ke Luar Negeri.
Bisa jadi ini salah satu hak fasilitas dewan, atau bisa jadi juga memanfaatkan posisi.

Mungkin kita semua pernah memanfaatkan kemudahan karena posisi. Asal tak lebay, tak memohon, dan tak mengambil uang rakyat/perusahaan sih mungkin masih wajar.
Mungkin semua juga tak menguasai bidangnya 100%, makanya butuh staff ahli.
Tetapi itulah kenapa dituntut terus belajar, supaya yang tidak dikuasai jadi dipahami.

Masalahnya…kalo sudah niat jadi politikus, masuk pemerintahan, masuk dewan rakyat, ya memang dituntut oleh rakyat menjadi dewa karena mewakili rakyat. Jadi ya tak bisa mengeluh.

Makanya, siapa bilang jadi wakil rakyat itu gampang?
Sebelum masuk politik/pemerintahan, ya yakin dulu, siap jadi dewa nggak?
Please jangan sekedar karena ambisi semata.

Or just..don’t~

Yang memilih pun juga harus pandai-pandai, jangan sampai pilih politikus bersih yang nggak mengerti dan menguasai tugasnya.
If you know what I mean ~

2 thoughts on “Curhatan soal Negara, Wakil Rakyat Jangan Mengeluh

  1. Setuju…
    tapi kalo di pulau macam Madura, memberi pemahaman kepada rakyat tentang begituan sulitnya luar biasa! yang ada malah dikata gini:
    anak bau kencur saya sok tahu dari orangtua.
    padahal yang dikata anak bau kencur itu, dari segi latar pendidikan lebih tinggi. hem…

    • hehe. Benernya masih banyak kok yang mikir gitu, di Jawa juga. Kalo kalah umur ya ga bisa ngomong protes.
      Tapi kalo buat wakil rakyat,semua berhak bersuara 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *