Indigo DMA 2011, Debat Seru di antara Kepentingan Konsumen dan Pemusik

Siapa yang tidak merasa jengah saat pulsa kita kita-tiba terpotong untuk layanan RBT/NSP yang tidak kita minta? Tentu protes, bukan? Inilah yang membuat Kementerian Kominfo memutuskan untuk menyelamatkan konsumen dengan mewajibkan registrasi ulang untuk layanan RBT/NSP. Di lain sisi, kebijakan reg ulang RBT/NSP ini ternyata membuat artist/pemusik mengalami penurunan pendapatan hingga 95%, karena kecenderungan konsumen malas melalukan reg ulang. Kenapa tidak cukup dengan unreg? Adakah operator yang nakal di sini?

taken from RollingStone.co.id

taken from RollingStone.co.id

“Kalau disuruh reg lagi..orang-orang ya males, Pak. Saya juga pasti males kalo ribet gitu,” protes Syahrini kepada Ridwan, Wakil Menkominfo, di Diskusi Panel Indigo Digital Music Awards (DMA) 2011, 24 November 2011 lalu. Dengan gaya khasnya, Syahrini tetap memulai komentarnya dengan ucapan “Alhamdulillah yaah..”.


Diskusi Panel yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran Hall D, Jakarta, ini menghadirkan pembicara: Lilo KLA, Bens Leo, Denny Sakrie, Syahrini, Andrew OPA Sumual, dan Indra (Telkomsel). Diskusi ini berlangsung cukup seru karena pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari para pengunjung dan juga pembicara yang banyak memprotes kebijakan reg/unreg RBT/NSP serta download legal/ilegal.


Ridwan, Wakil Menkominfo menjelaskan mengenai reg/unreg RBT/NSP ini adalah desakan darimasyarakat karena pulsa yang tiba-tiba hilang tanpa mereka ketahui. Kementerian Kominfo masih dalam riset, dengan memberlakukan unreg otomatis, dan reg ulang semua layanan RBT/NSP.

Adib Hidayat,dari Rolling Stone pun mempertanyakan urgensi reg/unreg RBT/layanan premium. “Disebutkan ada..berarti seharusnya sudah diketahui operator mana saja yang nakal?” celetuknya, ketika Ridwan, Wakil Menkominfo, mengatakan bahwa sebenarnya operator yang nakal tidak banyak.

Artis Ridho Roma yang mengikuti diskusi panel pun mempertanyakan kesiapan Telkomsel menghadapi pasar global/digital.Sementara Bens Leo mengungkapkan kekhawatirannya supaya para Label dan musisi tidak hanya termotivasi untuk membuat RBT dan musik berdurasi 30 detik saja. “Paling tidak minimal mini album,” katanya.

Indigo Award ini digelar oleh TELKOM Group sebagai sebuah kegiatan inisiatif tahunan untuk mengapresiasi insan kreatif dan karya industri musik digital (Nada Sambung Pribadi atau Ring Back Tone dan Full Track Download) terbaik anak negeri. Tahun ini Indigo Awards berganti nama menjadi Indigo Digital Music Awards (Indigo DMA).

Direktur IT, Solution & Supply PT. Telkom Indonesia, Indra Utoyo menjelaskan kegiatan Indigo DMA 2011 merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan TELKOM Group terhadap karya musik digital tanah air seperti Nada Sambung Pribadi atau Ring Back Tone maupun full track download. Menurut Eddy Kurnia, TELKOM Group berupaya memfasilitasi dan bekerjasama dengan mitra serta komunitas kreatif se-Indonesia untuk memilih karya musik terbaik yang dinilai disukai masyarakat dan memberi manfaat bagi kemajuan industri musik tanah air.

taken from Rolling Stone.co.id

taken from Rolling Stone.co.id

Melalui Indigo DMA 2011, TELKOM Group memantapkan diri sebagai barometer musik digital dengan sarana dan fasilitas terlengkap yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan hiburan musik dengan kualitas original.

Indigo DMA 2011 merupakan salah satu bentuk komitmen dan penghargaan TELKOM Group untuk industri musik Indonesia sebagai bagian industri kreatif bangsa yang harus terus di support. TELKOM Group telah membangun pondasi dasar dan ekosistem industri musik digital sejak 7 tahun lalu saat pertama diluncurkannya layanan Nada Sambung Pribadi 1212.

Metode penjurian Indigo DMA 2011 ini dilaksanakan dengan konsep From Digital to Digital. From Digital yaitu para musisi terbaik dipilih Top 10 berdasarkan hasil trafik musik digital yaitu Ring Back Tone dan Full Track Download. Kemudian juri memilih Top 5 para musisi hasil nominasi tersebut. Kemudian pemenang dipilih oleh voters secara online maupun melalui Mobile Application oleh masyarakat umum.

Juri Indigo DMA 2011 diwakili dari berbagai kalangan, antara lain, musisi, pengamat musik, komposer, media musik, radio, pakar social media dan wakil Telkom & Telkomsel. Mereka adalah: Anang Hermansyah, Tompi, Melanie Soebono, Dewi Hughes, Lilo KLA, Nukman Luthfie, Bens Leo, Denny Sakrie, Addry ‘Oz’, Asmo ‘Baba’ Budijoyo, Andrew OPA Sumual, Judi Achmadi (Telkom) dan Ricardo Indra (Telkomsel).

taken from RollingStone.co.id

Selamat untuk Koes Plus yang mendapat Life Time Achievement Awards. Saya rasa memang Koes Plus patut mendapatkannya mengingat hingga kini musiknya masih banyak yang menggemari dan sangat menginspirasi band-band baru.

Selamat juga untuk young talented lady, Agnes Monica, yang terpilih sebagai Artist of the Year! I wonder, dari tahun ke tahun, di penghargaan apapun kenapa nama Agnes yang selalu muncul yah? Belum ada saingan kah? Hmmm…

Berikut daftar pemenang lainnya:

Best Male Artist : Afgan

Best Female Artist : Agnes Monica

Best New Artist: SMASH

Best Band : UNGU

Best Jazz: Tompi

Best Dangdut : Ridho Rhoma

Best Pop Artist/Band: Kotak

Best Religi: Opick

Best Duo/Group: Smash

Best Social Media: Pee Wee Gaskins

Best Digital Video: Cherry Belle

Best Indie : Last Child

Best Favorit New Artist : Minrev

Best Digital Music Patner : PT Trinity Optima

3 thoughts on “Indigo DMA 2011, Debat Seru di antara Kepentingan Konsumen dan Pemusik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *