Selebtwit ?

written by : Leonita Julian

Sudah 3 tahun ini saya menjadi blogger dan bermain twitter. Sungguh, merasa sangat beruntung, karena banyak yang didapat di digital. Bahkan semua pendapatan dan karir berawal dari sini. Tetapi apakah anugerah dari dunia maya tidak ada konsekuensinya?

Banyak! Huah…nyaris ga ada privasi! Dari pedekate, jadian, putus, pedekate lagi, jadian, dan putus lagi..dan lagi..dan lagi…selalu terpantau dan dibicarakan di timeline. Kenyataan pahitnya, kadang orang-orang yang kita anggap teman banyak yang ikutan membicarakan kita dengan #nomention. Kadang suka sebal kalau banyak yang sok tahu cerita hidup kita, hanya berdasarkan tebakan dan persepsi mereka, tanpa tahu kenyataan sebenarnya.  Kadang kalau lagi iseng, justru saya sengaja buat permainan dengan membuat ‘story’ to feed the gossip. Infotaintment banget deh, atau twitainment tepatnya. Yeah, semua jadi storyteller of others.

Wait, dulu awal mula #nomention tuh buat seru-seruan aja loh, hanya untuk mainan tweet tanpa mention tapi saling nyambung tweetnya karena saling tahu bahwa mereka chatting tanpa mention, kenapa sekarang maksudnya jadi ‘berbicara di belakang orangnya alias menggunjingkan?’

Kadang kesal juga saat saya tweet pendapat tajam soal berita atau umum, dianggap sedang sensi atau galau. Ujung-ujungnya semua dihubungkan dengan  masalah hati atau galau. Padahal memang itulah pendapat saya atau memang lagi pengen ‘silet’.

Ada salah satu follower yang bertanya,..kenapa saya bisa santai tweet tentang apa saja, entah itu galau, silet, narsis, atau abegeh banget, padahal pembicara-pembicara yang lain dituntut inspiring dan ‘serius’. Saat itu saya jawab, ‘karena manusia biasa, justru pengen teman-teman melihat saya apa adanya, karena justru ingin mencontohkan bahwa ‘personal branding’ itu dibangun dengan cara yang wajar yang bisa diikuti semua orang, bukan mengubah diri kita seperti robot yang harus sempurna tanpa salah.

Capek? Ya kadang capek kalau harus menanggapi semua kritikan #nomention. Sometimes Ignorance is the best way to finish it. Saya sempat tweet ‘Jadi artist pasti susah ya, banyak yang sok tahu tentang kita’. Nah belom jadi artist aja dibicarain gitu apalagi jadi artist?? Pantesan ada seleb yang selalu jawab ‘no comment’ saking keselnya.

Eh, ngomong-ngomong soal seleb, di twitter ada istilah ‘selebtwit’. Definisinya? Tidak jelas. Mereka yang menyebut selebtwit pun mengartikan maknanya beda-beda kok. Ada yang bilang, artinya yang terkenal di dunia twitter, jadi pembicaraan, disorot. Ada yang bilang mereka yang sering mendapat job sebagai buzzer, ada pula yang bilang mereka itu orang atau akun yang kontennya bagus dan banyak disukai. Bahkan pernah menemukan seseorang yang disebut selebtwit oleh teman-temannya dan tak pernah saya dengar namanya, ternyata hanya memiliki kurang dari 2000 follower. So, kesimpulan saya, selebtwit itu seseorang yang tweet atau sosoknya di twitter dianggap menarik oleh komunitasnya dan mampu membuat trend. Lucunya, mereka yang mengangkat seseorang jadi ‘selebtwit’ kadang juga menjatuhkan maknanya.

Jadi selebtwit itu mungkin banyak enaknya, karena banyak keistimewaan yang sering datang karena eksistensi akun twitternya atau tweetnya selalu mendapat perhatian, tetapi banyak juga konsekuensinya karena banyak pendapat miring. Ini beberapa contoh yang saya capture dari search keyword ‘selebtwit’… *beberapa nama akun disamarkan demi kemaslahatan umat yaa.. ^_*

Memang banyak yang berharap jadi selebtwit karena melihat keuntungannya, karena sorotannya, karena nge-hitsnya.

Bahkan ada yang menyalahkan fisik bila gagal menjadi sorotan. Fyi, selebtwit tidak bergantung fisik, tapi kreatifitas konten.

Banyak yang menganggap selebtwit itu sombong karena hanya menjawab reply-an teman-teman terdekatnya.

Fyi, selebtwit itu mendapat banyak mention. Kadang tidak menjawab karena mentionmu tenggelam di antara yang lain.

Kadang mereka melempar issue via tweet, lalu tidak menjawab mentionmu karena terlalu banyak reply sehingga kadang hanya sempat jawab satu reply-an paling menarik perhatiannya untuk menjawab semuanya.

Jadi kalau mau dijawab selebtwit, ya bikin tweetmu menarik perhatian mereka. Kadang karena banyaknya mention, mereka hanya melihat timelinenya alias teman-teman yang difollownya, sehingga ya akhirnya mereka saja yang dijawab, sejauh mata memandang, begitulah. Dunia mereka tidak hanya di dunia maya, mereka memiliki aktifitas offline juga, bukan cuman mantengin timeline, jadi kadang kurang waktu untuk menjawab semuanya.

Meski tidak memungkiri banyak pula yang memang agak angkuh, tetapi itu tidak hanya terjadi pada selebtwit saja, kan? Semua orang bisa punya karakter itu. Mereka dan followernya sebenarnya sama aja kok.

Kadang memang yang ditwit what so called ‘selebtwit’ itu jadi perhatian followernya. Meski twitnya hanya menanggapi twit temannya, kadang hanya bercanda, tetapi bahasannya jadi panjang karena banyak yang bergabung di conversation-nya, sehingga tampak lebay. Meski kadang ada bahasan yang memang ‘terlalu lebay’ untuk dijadikan issue. Segala yang berlebihan kadang bikin eneg emang.

*beberapa screenshot gagal tampil, jadi saya copy-kan kontennya ya*

“#selebtwit pada ribet amat ya ngurusin org yg bales twit pake RT lah. blg ke ganggu lah.. Lah tinggal mereka unfollow aja gt kan. simple..”

“Namanya ngetwit mah urusan msg2 kali. mau gmn caranya juga..Sama aja kayak mereka #selebtwit yg suka2 mau ngetwit apa..Keabisan bahan ya??”

 

Tetapi ya itulah twitter, bahasan yang tak penting pun bila dijadikan wacana bisa jadi penting dibahas. Heran juga -__-. Ya itulah kelebihan selebtwit, hal ngawur aja bisa menarik dan bikin orang membahasnya. Bahkan saat dia  memang lebay atau berlebihan…

“Hebatnya selebtwit itu tau semua bidang, yang mereka ngga tau cuma dunia nyata. #repostgan”

“Buat para selebtwit di mana pun anda berada, buka mata hadapi realita. dunia ini bkn timeline. Just remember, you’re a traffic and pathetic.”

Kalau menurut kamu selebtwit kehidupannya hanya di dunia maya, tentu salah, kecuali karakter bikinan/alter ego. Tetapi kadang mereka mampu bikin cerita baru atau karakter baru di dunia maya yang kadang beda banget dengan dunia nyatanya.

“Bapak sby ini bener2 hits yah.. ga mau kalah sama selebtwit. ikut2an pencitraan jg doi!”

 

Kalau ada yang pencitraan, ya karena itu karakter yang mereka inginkan untuk terbaca, atau justru tuntutan karakter yang diharapkan atau dibentuk followernya atau tim suksesnya. Di dalam hatinya mungkin berselisih. Atau ada pula mungkin karakter baru yang mereka ciptakan karena di dunia nyata mereka sosok yang pendiam, kurang bisa berkomunikasi. Ya, memang beberapa pribadi lebih mudah mengungkapkan pikirannya melalui tulisan.

“Trnyata yg cerewet di social media mcm selebtwit biasanya asliny g sm kyk di social media tsb. Contohnya? Banyaaaak bgt 🙂 *unfollowsatusatu”

 

Hei, bikin konten yang membuat kita diperhatikan banyak orang tuh ga gampang loh, trust me! Jadi, daripada nyinyir mending coba dulu bikin konten sekreatif mereka, bisa tidak? Siapa tahu bisa di posisi mereka. Every story has it both sides.

“Cara cepat nerbitin buku: jadi selebtwit”

 

Selebtwit mudah bikin buku? Tahukah kamu, setiap penerbit pasti menilai penulis dari kemampuannya membuat konten tulisan, bukan? Nah, bukannya itu keahlian selebtwit? Bikin konten atau kisah yang menarik perhatian!

“#TrueStory RT @ BREAKING: wartawan #Liputan9 sedang kejar setoran ngetwit biar bisa cepetan jadi selebtwit dan bikin buku.”

 

Satu lagi, penerbit pasti butuh pasar, dan selebtwit punya pasar yang jelas, yaitu follower atau loyal followernya jadi tidak susah-susah mencari pembeli, begitu kasarnya.

“Selamat pagi selebtwit. Sudahkah Anda sarapan dan me-unfollow saya hari ini?”

 

Soal follow unfollow, saya rasa bukan hanya selebtwit, tapi semua user twitter berharap timelinenya ga bikin pusing dengan banyak memfollow yang kontennya random. Akhirnya ya follow mereka-mereka yang memiliki konten yang enak dibaca.

“kamu selebtwit sejati…. Udah ketemuan tetep ga mau follow :)))”

 

Jadi kalau mau difollow atau bertahan difollow di twitter ya bagusin konten kita atau punya sesuatu yang membuatmu terlihat. Bikin konten yang menarik atau bikin karakter yang menarik. begitupun sebaliknya, kalau tidak suka dengan cara selebtwit itu berbicara ya tinggal diunfollow, beres.

Soal selebtwit sebagai buzzer, saya rasa itu hak tiap orang ya. Kalau dilarang seperti melarang orang menjadi model iklan. Hanya saja mungkin buzzer hendaknya memilih brand yang memang pernah dicoba dan memang disukai, jadi testimoninya tidak bohong.Kalau buzzer politik, ya berarti mereka memang memilih politikus yang di-promote-nya.

Selebtwit itu mudah mengendalikan opini? Nah, mungkin ini yang harus disadari para so called ‘selebtwit’. Kadang kita tidak menyadari bahwa tweet kita dibaca banyak orang.

“sekarang RT abuser malah lebih gampang gue maklumin. Hehe. Selebtwit sekarang udah ngeri. Bisa nentuin arah opini :))”

 

Kadang kita cuek dengan tweet kita, tanpa menyadari bahwa rangkaian kata-kata kita itu berpengaruh ke banyak orang, bahkan bisa mengendalikan opini. So, be wise with your tweets! Karena satu tweet kita mungkin saja bisa mengubah pandangan follower.

“Susah jd selebtwit itu :)) RT @PakBondan: #reply 3: Saya manusia yg bisa bete, males, judes, lelah, sakit, dll. Tweet saya dipengaruhi itu.”

 

Seleb atau selebtwit itu manusia biasa. Mereka juga punya emosi, mereka juga bisa kesal dan capek.. Ada yang pendiam di dunia nyata, ada yang aslinya memang rame…Ada yang ramah dan ada pula yang tidak. Sama aja dengan user lainnya…tetapi memang follower membutuhkan mereka jadi seperti yang follower harapkan..ya itulah konsekuensi selebtwit…Ga semuanya enak-enak aja..

“Beredar di temlen dan jadi selebtwit itu bukan berarti asik pas ketemu beneran. ada yang sombong, songong, pendiem, bahkan sekong :|”

 

Nah, kalo yang di bawah ini…siapa tuh selebtwit yang dimaksud? Hayooo….haha

“Sebenernya sepikan yg paling membahayakan itu sepikan via DM. Ciyee yg dulu pernah disepik selebtwit…ciyeee”

“Pernah disepik via DM sama selebtwit itu tuh…ga in reply to lho. Lewat DM. untung bukan tipe gue :p”

 

 

 

32 thoughts on “Selebtwit ?

  1. Hehe, sekarang itu follower banyak dikit aja udah dibilang selebtweet di twitter. gak bales mention dibilang sombong. Ah, memang serba repot. 😀

    Mbak nita, ini di tempat saya kok gambarnya banyak yg gak keluar ya? apakah masalah di tempat saya atau memang ada bug di blognya? 🙂

    • iyah Bram, yg setengah ke bawah emang error, makanya di tengah2 aku note: *beberapa screenshot gagal tampil, jadi saya copy-kan kontennya ya*
      Jadi yang tulisan2 tweet yg protes selebritis itu hasil copy paste dari tweet sebenarnya, yg harusnya ada di gambar yg ga muncul, jd sama aja. hihi 🙂

  2. kehidupan sudah bergeser ke sisi online, jadi mau gak mau harus diterima

    soal selebtweet, dimana-mana orang kalau punya massa pasti berubah 🙂 berasa punya sesuatu

  3. Nice post. Leo! ^^
    Gw jg pernah tuh difollow ama selebtwit, terus dapat DM minta tolong RTin tweet dia di akun publik saya. Ketika itu followersnya masih 9K, sekarang sih uda 50K, dan meski dia akhirnya memilih untuk unfollow saya, saya tetap follow dia tuh..

    .___.

  4. suka banget sama line yg ini nih >> ‘karena manusia biasa, justru pengen teman-teman melihat saya apa adanya, karena justru ingin mencontohkan bahwa ‘personal branding’ itu dibangun dengan cara yang wajar yang bisa diikuti semua orang, bukan mengubah diri kita seperti robot yang harus sempurna tanpa salah.

    🙂

  5. Hahaha… kayaknya selebtwit ini orang yang ahli di banyak bidang dan sering lempar topik di timeline. Tapi ga punya waktu dan duit untuk nyewa orang buat nge-reply mention satu persatu 😛

  6. Mbak leon, salam kenal aja ya. Kalo boleh tau akun twitternya apa? Aku mau follow, tapi tolong di follback ya mbak. :)) makasih.

  7. wah bahas ttg selebtwit, saya malah pernah ngetwit begini: “Jangan jatuh cinta sama selebtwit, jangankan cinta mention aja jarang dibalas”.
    Tapi beberapa orang sepertinya tidak nyaman dengan follower banyak. termasuk saya. walau cuma seribuan, tapi banyak juga follower yang iseng, nyamber dan caper.
    Tapi menurut saya jadi diri sendiri itu penting. Semenjak punya twitter saya juga melihat banyak orang yang berubah karena twitter. Tapi untungnya perubahan itu positif.
    Wah komennya jadi panjang gini… hihihi
    Maaf Mbak blognya saya corat coret gini. Salam kenal 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *